Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo kembali menggulirkan Program Renovasi Warung Rakyat pada Tahun 2026. Ada sebanyak 400 unit warung rakyat yang akan mendapatkan bantuan perbaikan sebagai bagian dari program prioritas Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo.
Program ini, disosialisasikan kepada ratusan Kepala Desa (Kades) di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (11/02/2026). Sosialisasi dilaksanakan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkab Sidoarjo dan dibuka secara resmi Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, Dr Fenny Apridawati.
Sekda Sidoarjo, Dr Fenny Apridawati mengatakan program Renovasi Warung Rakyat menjadi salah satu upaya strategis Pemkab Sidoarjo dalam menumbuhkan perekonomian kerakyatan. Sejak pertama kali diluncurkan, program ini dinilai berhasil melampaui target dan sasaran.
"Program unggulan ini, akan terus berlanjut selama lima tahun ke depan dengan target total 2.000 warung rakyat yang direnovasi..Program yang menjadi janji Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo ini, Insyaallah akan terus hadir selama lima tahun ke depan," ujar Fenny Apridawati membuka acara sosialisasi dihadapan para Kades di Pendopo itu.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkab Sidoarjo, M Edi Kurniadi menjelaskan pelaksanaan program Renovasi Warung Rakyat Tahun 2026 ini dilakukan dengan skema berbeda. Wilayah pelaksanaan dibagi menjadi dua yakni wilayah barat dan wilayah timur.
"Tahun 2026 ini, renovasi akan difokuskan di wilayah timur yang meliputi sembilan kecamatan. Yakni Kecamatan Waru, Sedati, Gedangan, Buduran, Sidoarjo, Candi, Tanggulangin, Porong dan Kecamatan Jabon. Untuk sembilan kecamatan lainnya yang masuk wilayah barat akan dilaksanakan Tahun 2027 mendatang," ungkap Edi.
Selain itu, Edi menambahkan sebanyak 400 warung rakyat yang akan direnovasi tersebar di sembilan kecamatan ini, setiap warung akan mendapatkan anggaran maksimal Rp 10 juta. Nilai itu meningkat dua kali lipat dibandingkan Tahun 2025 yang hanya sebesar Rp 5 juta per warung.
"Untuk warung yang berada di desa, anggaran perbaikan dialokasikan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa. Sedangkan untuk warung di wilayah kelurahan, anggaran dialokasikan melalui kecamatan.
Perbedaan mendasar tahun ini, peningkatan anggaran menjadi Rp 10 juta per warung itu," tegasnya.
Bagi Edi, tambahan anggaran ini dimaksudkan untuk menutup kebutuhan perbaikan lainnya. Misalnya, seperti instalasi listrik, atap dan plafon warung. Ia berharap program ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan perputaran perekonomian di tingkat pedesaan.
"Tambahan nilai Rp 10 juta itu, sudah mencakup keseluruhan kebutuhan perbaikan. Untuk pelaksanaan renovasi direncanakan berlangsung pada triwulan ketiga Tahun 2026. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro akan melakukan pendampingan secara langsung agar pelaksanaan program berjalan optimal dan maksimal," jelasnya.
Sementara menurut Edi program Renovasi Warung Rakyat ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Pemkab Sidoarjo juga akan memberikan pembekalan lanjutan kepada pemilik warung agar usahanya lebih berdaya saing di tengah pangsa pasar yang serba modern saat ini.
"Pemerintah daerah juga berencana memfasilitasi kepesertaan BPJS
Ketenagakerjaan bagi pemilik dan pekerja warung rakyat. Nantinya, akan ada pelatihan-pelatihan serta fasilitasi bantuan permodalan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (Kurda)," pungkas pejabat asal Madura ini. Ary/Waw
Editor : Redaksi