Kisah Mbah KH Sahlan Sang Arsitek Ketenangan Jiwa dari Sidorangu Krian

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mbah KH Sahlan Sidorangu, Desa Watugolong, Kecamatan Krian, Sidoarjo yang dimakamkan di belakang masjid Ponpes Bahrul Ulum Sahlaniyah salah seorang ulama ternama sebagai arsitek ketenangan jiwa bagi para santrinya.
Mbah KH Sahlan Sidorangu, Desa Watugolong, Kecamatan Krian, Sidoarjo yang dimakamkan di belakang masjid Ponpes Bahrul Ulum Sahlaniyah salah seorang ulama ternama sebagai arsitek ketenangan jiwa bagi para santrinya.

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - ​Di sebuah sudut Dusun Sidorangu, Desa Watugolong, Kecamatan Krian, Sidoarjo pernah hidup seorang lelaki yang jalan hidupnya adalah antitesis dari kemewahan duniawi. Beliau adalah Mbah KH Sahlan.

Dia adalah sosok yang oleh masyarakat awam pada masanya sempat dijuluki 'orang gila' hanya karena Mbah Sahlan memilih berjalan menepi di pinggir pagar. Padahal, hal itu hanya untuk menghindari pusat perhatian dunia.

​Namun, di balik label 'gila' itu, tersembunyi seorang Mursyidul Kamil. Yakni guru sempurna yang mampu mengubah pejabat dunia menjadi ulama akhirat.

Salah satu keramatnya yakni saat ujian melepas tahta yang dikisahkan Abah Thoyyib Sumengko, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik. ​Salah satu mahakarya bimbingan Mbah Sahlan adalah Abah Thoyyib Sumengko. Bayangkan, seorang pejabat desa terhormat yang bergelimang harta dan kuasa, datang bersimpuh ingin menjadi santri.

Ujian pertamanya,  yakni melepaskan semuanya. ​Mbah Sahlan mengajarkan untuk mengisi cangkir dengan air surgawi, air dunia yang keruh harus dibuang terlebih dahulu. Abah Thoyyib pun mendermakan seluruh hartanya, mengajak istrinya menceburkan diri dalam samudera riyadhah dan mulai berjalan kaki meniti makam kesabaran.

Dari sinilah lahir prinsip hidup:
​Sabar, Neriman (menerima), Loman (dermawan), Akas (cekatan), Temen (jujur) dan Ngalah.

Tidak hanya itu saja. Keramat Mbah Sahlan lainnya adalah selalu berpuasa 
Daiman dan bibir yang tidak pernah berhenti bershalawat.

​Kehidupan Mbah Sahlan perwujudan dari pengendalian diri total. Beliau menjalani Puasa Daiman (puasa sepanjang tahun selama hidupnya). Beliau mengharamkan dirinya untuk 'marung' atau makan di warung. Sikap ini sebuah bentuk penjagaan diri agar tidak sembarang makanan masuk ke perutnya.

​Setiap pagi, puluhan rakaat Shalat Dhuha ditegakkan (dilaksanakan). Malamnya, habis dalam sujud Tahajjud. Namun yang paling menakjubkan bibirnya, konon tidak sedetik pun bibir Mbah Sahlan berhenti bergerak melantunkan shalawat. Hal ini, menjadikannya manusia yang hatinya selalu tersambung dengan Baginda Nabi SAW.

Kemudian keramat lainnya adalah 
Syiir Tanpo Waton dan Warisan Sunyi
​Banyak yang mengenal lantunan Syiir Tanpo Waton sebagai identitas Gus Dur. Namun, sejarah dan kesaksian tokoh seperti Cak Nun menarik benang merah bahwa syair fenomenal itu buah karya spiritual KH Sahlan. Sebuah warisan sastra langit yang mengajak manusia untuk tidak hanya pintar secara intelektual saja, akan tetapi juga tajam secara spiritual.

Beberapa pesan Mbah Sahlan. Diantaranya Langgengno kebiasaan apike leluhurmu (Lestarikan kebiasaan baik pendahulumu).​Pesan ini adalah pengingat kepintaran tanpa riyadhah (latihan spiritual) hanya akan melahirkan orang-orang yang minteri (mengakali atau membodohi) orang lain.

Banyak santri yang diarsiteki KH Sahlan menjadi ulama ahli riyadhoh yang disegani. Seperti Abah Thoyyib Sumengko, Wringinanom, Gresik, Mbah 'Ud (KH Ali Masud) Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Gus Ali Muhammad (Karib Gus Miek) Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo sebagai bukti kesuksesan Mbah KH Sahlan mencetak generasi unggul yang gigih riyadhoh dan tirakat.

Sementara selama ini, ​Mbah Sahlan dikenal mengajarkan kita karomah yang sesungguhnya bukanlah bisa terbang atau berjalan di atas air saja. Melainkan istiqomah dalam kesunyian, tetap bersedekah meski tak punya dan tetap membumi meski derajatnya sudah diangkat menjadi Wali Abdal oleh Allah SWT.

Ajarannya yang melekat diantaranya 
Sabar, Neriman, Loman, Akas, Temen dan Ngalah.

​Mbah KH Sahlan wafat sekitar tahun 1972 dan dimakamkan di belakang masjid Ponpes Bahrul Ulum Sahlaniyah, Dusun Sidorangu, Desa Watugolong, Kacamatan Krian, Sidoarjo. Hingga kini, makamnya menjadi tempat bernaung bagi para pencari keberkahan yang rindu akan sosok ulama yang benar-benar 'nggak kedonyan'. (Cak One)

Berita Terbaru

Rencana Razia Lokalisasi Bocor, Warung Remang-Remang Mendadak Sunyi, Dewan Sidoarjo Desak Evaluasi Total

Rencana Razia Lokalisasi Bocor, Warung Remang-Remang Mendadak Sunyi, Dewan Sidoarjo Desak Evaluasi Total

Minggu, 12 Jul 2026 14:32 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 14:32 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Operasi besar-besaran penyakit masyarakat (pekat) yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama Forkopimda, Sabtu…

Bocor, Razia Maraton Malam Hari Wabup Sidoarjo Pastikan 'Sikat Habis' Prostitusi, Judi dan Miras di Kota Delta

Bocor, Razia Maraton Malam Hari Wabup Sidoarjo Pastikan 'Sikat Habis' Prostitusi, Judi dan Miras di Kota Delta

Minggu, 12 Jul 2026 12:24 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 12:24 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo menunjukkan taringnya dalam memberantas penyakit masyarakat. Dipimpin langsung Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo,…

Kuatkan Nasionalisme dan Kedisiplinan, Ratusan Siswa Baru YPM Sidoarjo Ikuti MPLS HEBAT 2026 di Markas Kikav Panser

Kuatkan Nasionalisme dan Kedisiplinan, Ratusan Siswa Baru YPM Sidoarjo Ikuti MPLS HEBAT 2026 di Markas Kikav Panser

Sabtu, 11 Jul 2026 10:14 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 10:14 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana berbeda terlihat di Lapangan Kompi Kavaleri (Kikav) 3 Panser. Ratusan siswa baru yang tergabung dalam Komplek Yayasan…

Panasi Mesin Sekaligus Buka Ruang Kompetisi Sehat, PDI Perjuangan Dapil I Sidoarjo Minim Sodorkan 5 Calon Ketua Ranting

Panasi Mesin Sekaligus Buka Ruang Kompetisi Sehat, PDI Perjuangan Dapil I Sidoarjo Minim Sodorkan 5 Calon Ketua Ranting

Jumat, 10 Jul 2026 21:54 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 21:54 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dinamika politik internal DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo kian menghangat menjelang pelaksanaan Musyawarah Ranting…

Jaga Nama Baik, Jangan Asal Hapus Berita Jurnalistik di Platform Digital Bisa Kebiri Kebebasan Pers

Jaga Nama Baik, Jangan Asal Hapus Berita Jurnalistik di Platform Digital Bisa Kebiri Kebebasan Pers

Jumat, 10 Jul 2026 20:38 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 20:38 WIB

Surabaya (republikjatim.com) -  Di era serba digital, reputasi produk dan karya jurnalistik digital alias "rekam jejak" di mesin pencari menjadi aset yang …

Terbukti Terlibat Konspirasi Rekrutmen Perangkat Desa di Tulangan, Ning Tiwi Divonis 4 Tahun Lantang Bakal Banding

Terbukti Terlibat Konspirasi Rekrutmen Perangkat Desa di Tulangan, Ning Tiwi Divonis 4 Tahun Lantang Bakal Banding

Jumat, 10 Jul 2026 18:46 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:46 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Babak baru kasus dugaan korupsi rekrutmen perangkat desa di Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, akhirnya menemui titik…