Ada Pertemuan di Kecamatan Buduran, Warga Curiga Ada Upaya Halangi Proses Hukum Dugaan Pungli BLTS Banjarkemantren

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
PERTEMUAN - Sejumlah korban pungli BLTS Kesra asal Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Sidoarjo dipertemukan Kades dengan oknum yang diduga memotong dana bantuan di Kantor Kecamatan Buduran, Kamis (19/02/2026).
PERTEMUAN - Sejumlah korban pungli BLTS Kesra asal Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Sidoarjo dipertemukan Kades dengan oknum yang diduga memotong dana bantuan di Kantor Kecamatan Buduran, Kamis (19/02/2026).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) berupa pemotongan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesra yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala Desa (Kasun) dan Ketua RT di Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Sidoarjo sudah dilaporkan ke Polda Jawa Timur (Jatim). Kendati akhirnya pihak Polda Jatim melimpah kasus ini ke Polresta Sidoarjo. 

Selama menunggu proses dari penyidik kepolisian warga sebagai korban pemotongan BLTS Kesra dikejutkan dengan surat undangan audensi dari Kepala Desa Banjarkemantren, Kamis (19/02/2026). Dalam undangan itu, yang menjadi pertanyaan dalam benak warga tempat audensi di ruang rapat Kecamatan Buduran bukan di Kantor (Balai) Desa Banjarkemantren sendiri.

Salah seorang perwakilan korban yang tergabung dalam Laskar Pejuang Masyarakat, Indra Sution mengatakan terdapat empat orang korban yang memberikan kuasa ke pihaknya. Keempat korban itu, untuk melaporkan kasus dugaan pungli (pemotongan) BLTS Kesra itu ke Polda Jawa Timur dan ke Polresta Sidoarjo. Namun mendadak ada undangan audiensi itu.

"Saya menyayangkan langkah dari Kepala Desa Banjarkemantren. Undangan ini, sama saja tidak menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kami menduga ada janggal atas upaya Kepala Desa Banjarkemantren dalam mengundang audensi para korban dan pelaku dugaan pemotongan BLTS Kesra di Kantor Kecamatan Buduran," ujar Indra Sution.

Lebih jauh, Indra mengaku pihaknya yang hadir dalam undangan sebagai penerima kuasa dari para korban tidak diperbolehkan masuk. Dalam pertemuan itu, hanya diizinkan satu orang saja dengan alasan kursinya tidak ada. 

"Rapat audensi yang katanya dilakukan di ruang rapat Kecamatan Buduran ternyata dilaksanakan di ruang kerja Sekretaris Camat (Sekcam) Buduran. Karena saya rasa ada ketidakwajaran dan saya merasa tidak diinginkan untuk ikut rapat, kami (Tim Laskar Pejuang Masyarakat) meninggal Kantor Kecamatan Buduran, tanpa tahu hasilnya apa saja," ungkap Indra.

Indra menguraikan dalam pertemuan korban dan pihak yang diduga menjadi pelaku pemotongan BLTS Kesra di dalam ruangan Sekcam Buduran itu dihadiri Sekcam, Babinsa dan Babinkamtibmas, Ketua BPD, Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua RT 04 Wakil RT 02 Kepala Dusun Pandean dan 2 orang korban pemotongan.

"Dalam pertemuan yang seolah-olah tertutup bagi kami itu, semakin membuat kami curiga atas ulah Kades. Terutama dalam mengungkap pelaku pemotongan bantuan warga kurang mampu ini," paparnya.

Sementara secara terpisah Kades Banjarkemantren, Erni Filliawati mengakui adanya rapat (audensi) di Kantor Kecamatan Buduran itu. Namun Kades tidak menjawab alasan audensi yang dilakukan di Kantor Kecamatan Buduran. Dia juga tidak menjawab tujuan dan hasil audensi yang digelar di ruang Sekretaris Camat Buduran itu.

"Iya itu surat dari desa meminta fasilitas ke kecamatan sesuai dengan isi suratnya," tandas Erni Filliawati menjawab konfirmasi. 

Diberitakan sebelumnya, Sejumlah warga dan Tokoh Masyarakat (Tomas) Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Sidoarjo mendatangi tim penyidik Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo, Selasa (10/02/2026). Mereka mempertanyakan perkembangan kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang diduga dilakukan oknum perangkat desa setempat yang menjabat Kepala Dusun (Kasun) Pandean, terhadap beberapa penerima Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) baik yang mengambil di Kantor Pos maupun di Balai Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran.

Rombongan ini mempertanyakan perkembangan berkas pelimpahan kasus dugaan tindak korupsi berupa dugaan Pungli itu dari Polda Jatim. Terutama soal, dugaan pemotongan Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) yang diduga dilakukan salah satu oknum Kepala Dusun (Kasun) Pandean, Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

Warga terpaksa melaporkan ulah oknum perangkat desa ini ke penyidik Reskrim, Polda Jatim. Hal ini, setelah oknum perangkat desa ini, diduga melakukan pungutan liar (Pungli) atau pemotongan kepada puluhan warga yang menerima BLTS Kesra. Nilai potongan itu beragam mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 600.000 per penerima dari bangunan sebesar Rp 900.000 per penerima. Hel/Waw

Berita Terbaru

Komitmen Lindungi UMKM, Bupati Serahkan Santunan Rp 136 Juta ke Ahli Waris Pedagang Alami Kecelakaan Kerja di Tulangan

Komitmen Lindungi UMKM, Bupati Serahkan Santunan Rp 136 Juta ke Ahli Waris Pedagang Alami Kecelakaan Kerja di Tulangan

Sabtu, 18 Jul 2026 18:31 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 18:31 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Duka mendalam yang menyelimuti keluarga almarhum Ferry Kurniawan, seorang pedagang dan peternak bebek asal Desa/Kecamatan…

Catat Waktunya, Pemkab Sidoarjo Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 di Alun-Alun Berhadiah 4 Tiket Umrah

Catat Waktunya, Pemkab Sidoarjo Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 di Alun-Alun Berhadiah 4 Tiket Umrah

Sabtu, 18 Jul 2026 16:16 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 16:16 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kabar gembira bagi seluruh pencinta sepak bola di Kota Delta! Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersiap menggelar acara…

Investasi Generasi Qur’ani, Bupati Subandi Resmi Buka MTQ XXXII Sidoarjo 2026, Siapkan Hadiah Umrah

Investasi Generasi Qur’ani, Bupati Subandi Resmi Buka MTQ XXXII Sidoarjo 2026, Siapkan Hadiah Umrah

Sabtu, 18 Jul 2026 14:57 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 14:57 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Lantunan ayat suci Al-Qur'an resmi menggema di Pendopo Delta Wibawa. Bupati Sidoarjo, Subandi bersama Jajaran Forum Koordinasi…

Wadul Fraksi PKB Sidoarjo, Tokoh Agama dan Pendidikan Sarirogo Desak Penutupan Toko Miras Meski Kantongi Izin

Wadul Fraksi PKB Sidoarjo, Tokoh Agama dan Pendidikan Sarirogo Desak Penutupan Toko Miras Meski Kantongi Izin

Jumat, 17 Jul 2026 19:27 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 19:27 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Keresahan mendalam melanda warga Desa Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo. Ini menyusul, kehadiran outlet yang secara bebas menjual…

Kalah di PTUN, Bupati Sidoarjo Diperintah Bangun Lagi Tembok Pembatas Perum Mutiara Regency

Kalah di PTUN, Bupati Sidoarjo Diperintah Bangun Lagi Tembok Pembatas Perum Mutiara Regency

Jumat, 17 Jul 2026 18:12 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 18:12 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kebijakan Pemkab Sidoarjo terkait integrasi jalan antarperumahan berujung kekalahan di meja hijau. Pengadilan Tata Usaha Negara…

Gelorakan Sidoarjo ASRI, Wabup Mimik Idayana dan Arumi Bachsin Ajak Warga Budayakan Tanam Pohon

Gelorakan Sidoarjo ASRI, Wabup Mimik Idayana dan Arumi Bachsin Ajak Warga Budayakan Tanam Pohon

Jumat, 17 Jul 2026 12:48 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 12:48 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo terus berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dan menekan polusi udara. Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana…