Sidoarjo (republikjatim.com) - Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Swasta Sidoarjo menggelar rangkaian kegiatan bertajuk "Pekan SMK Swasta Sidoarjo Peduli Lingkungan". Kegiatan itu, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Nasional.
Gebyar kegiatan ini, melibatkan sekitar 79 sekolah swasta yang tersebar di seluruh Kabupaten Sidoarjo untuk melakukan aksi nyata bagi kelestarian bumi ini.
Ketua MKKS SMK Swasta Jawa Timur, Dr Kisyanto mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kepedulian lingkungan kepada siswa sejak dini. Hal ini, dirasa penting (krusial) mengingat Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan lingkungan yang serius, seperti banjir dan tanah longsor.
"Kita ingin anak-anak (didik) kita peka dan peduli dengan lingkungannya. Ini juga sejalan dengan program pemerintah ke depan mengenai green job dan green industry (industri hijau)," ujar Dr Kisyanto di sela acara, Kamis (23/01/2026).
Selain itu, Kisyanto mengungkapkan
aksi nyata dan kompetisi kreatif ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di Tahun 2026 ini Pekan Peduli Lingkungan tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial saja. Akan tetapi, juga dikemas dalam bentuk perlombaan.
"Beberapa poin utama kegiatan perlombaan itu diantaranya aksi bersih-bersih. Diantaranya pembersihan area darat maupun sungai di wilayah masing-masing sekolah," ungkap Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo ini.
Tidak hanya itu, Kasek yang akrab disapa Dr Kis ini penghijauan dan
gerakan menanam pohon untuk menambah ruang terbuka hijau itu juga dilengkapi dengan lomba video pendek. Yakni siswa dan guru ditantang mengunggah video dokumentasi aksi lingkungan mereka ke Media Sosial (Medsos) sebanyak-banyaknya untuk memberikan dampak pendidikan (edukasi) yang lebih luas kepada masyarakat.
"Misalnya kegiatan penyebaran benih ikan. Kegiatan ini, sebagai bagian dari menjaga ekosistem sungai dan ketahanan pangan dan gizi masyarakat bakal tetap terjaga," tegas Kisyanto.
Karena itu, lanjut Kisyanto berharap ada dukungan kegiatan ini menjadi motorik untuk mendapatkan dukungan kebijakan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Hal ini, kata Kisyanto menekankan menjaga lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, melainkan butuh pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.
"Kami berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat terus memberikan dukungan, terutama dari sisi kebijakan, bukan soal dukungan keuangan meluluh. Harapan kami dukungan kebijakan yang solid. Karena kalau semua elemen, mulai dari Camat hingga Lurah atau Kades bisa diberdayakan bersama sekolah-sekolah, saya yakin Sidoarjo akan menjadi luar biasa lingkungan terjaga dan udaranya tetap bersih. Bahkan jauh dari bencana alam seperti langganan banjir yang belum bisa tertangani selama ini," tandasnya.
Sementara melalui kegiatan ini, MKKS SMK Swasta Sidoarjo berharap dapat menjadi motor penggerak bagi perubahan gaya hidup masyarakat baik skala lokal, regional maupun nasional.
"Harapannya, semua lebih menghargai alam atau minimal dengan tidak mengotori sungai atau menebang pohon sembarangan agar dijauhkan dari bencana alam," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi