Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana penuh kekhidmatan sekaligus meriah mewarnai kegiatan Lailatul Ishari dan Ngaji Budaya Seni Hadrah yang digelar di Desa Kedungturi, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Acara kolaboratif yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, PC ISHARI Sidoarjo dan PC IKAPMII Sidoarjo ini, menjadi momentum penting dalam memperkuat syiar seni budaya Islami. Khususnya, tradisi shalawat Ishari.
Lailatul ISHARI, sebuah tradisi mulia yang tidak hanya melestarikan syiar shalawat saja. Akan tetapi, juga menjaga warisan budaya religius yang diwariskan para ulama. ISHARI bagian penting dari identitas Nahdliyyin perpaduan antara kecintaan kepada Rasulullah SAW dan tradisi spiritual yang menenteramkan hati.
Dalam kesempatan itu, Muh Zakaria Dimas Pratama hadir memberikan dukungan nyata bagi perkembangan seni hadrah di Sidoarjo. Bentuk support itu, diwujudkan melalui penyerahan satu set lengkap alat hadrah untuk 18 PAC ISHARI se-Kabupaten Sidoarjo. Bantuan ini, diharapkan mampu menambah semangat para jamaah dan generasi muda ISHARI dalam menyebarkan kecintaan terhadap shalawat dan budaya Islam ke desa-desa, musala, hingga masjid-masjid di seluruh wilayah Sidoarjo.
"Semoga bantuan ini, dapat menjadi penyemangat baru bagi seluruh PAC ISHARI untuk terus menghidupkan tradisi bershalawat. Hadrah bukan sekadar seni, tetapi juga warisan spiritual yang menguatkan karakter, persaudaraan dan kecintaan kita pada Rasulullah SAW," ujar Muh Zakaria Dimas Pratama, Sabtu (29/11/2025) malam usai prosesi penyerahan bantuan set Hadrah.
Kepala Bagian Kesra Pemkab Sidoarjo, M Khudori mengapresiasi atas semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan itu. Pihaknya berjanji, Pemkab Sidoarjo terus mendorong penguatan seni budaya religius di tengah masyarakat Sidoarjo.
"Kegiatan seperti Lailatul Ishari ini bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga membangun harmoni sosial dan spiritual. Kami bangga bisa berkolaborasi dengan ISHARI dan IKAPMII," ungkapnya.
Ketua PC ISHARI Sidoarjo, KH Mukhayat menegaskan ISHARI menjadi bagian penting dari tradisi keagamaan di Jawa Timur.
"Syiar sholawat ini harus terus hidup. Kami berterima kasih atas perhatian serta dukungan alat hadrah untuk PAC-PAC ISHARI. Ini energi baru untuk kader-kader muda Ishari agar tetap istikomah menjaga tradisi para masyayikh," pintanya.
Sementara Ketua IKAPMII Sidoarjo, Kang Taufik, menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi dalam merawat budaya keagamaan. Baginya, Ngaji Budaya dan Lailatul Ishari menjadi bentuk nyata tradisi bisa berjalan seiring dengan gerakan intelektual pesantren.
"IKAPMII siap berkolaborasi untuk menguatkan peran pemuda dalam menjaga tradisi shalawat," paparnya.
Sementara acara yang berlangsung hingga larut malam itu ditutup dengan pembacaan shalawat Ishari secara bersama-sama. Bahkan, menghadirkan suasana syahdu yang menggetarkan hati seluruh jamaah.
"Melalui kegiatan kolaboratif ini, diharapkan seni hadrah dan syiar Ishari semakin mengakar kuat di seluruh penjuru Kabupaten Sidoarjo," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi