Minta TAPD Ekstra Hati-Hati, Fraksi Demokrat - NasDem Sidoarjo Kritisi Struktur APBD 2026 Belum Jadi Obat Masyarakat

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
KRITISI - Ketua Fraksi Partai Demokrat - NasDem DPRD Sidoarjo, Muh Zakaria Dimas Pratama sekaligus jubir Fraksi membacakan Pandangan Umum Fraksi Demokrat - NasDem saat Paripurna di DPRD Sidoarjo, Sabtu (01/11/2025) kemarin.
KRITISI - Ketua Fraksi Partai Demokrat - NasDem DPRD Sidoarjo, Muh Zakaria Dimas Pratama sekaligus jubir Fraksi membacakan Pandangan Umum Fraksi Demokrat - NasDem saat Paripurna di DPRD Sidoarjo, Sabtu (01/11/2025) kemarin.

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sidoarjo Tahun Anggaran 2026 menuai kritik tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sidoarjo. Setelah Fraksi Partai Golkar, kini giliran Fraksi Partai Demokrat - NasDem yang secara terbuka menyoroti struktur APBD yang dinilai tidak optimis dan masih menunjukkan ketergantungan tinggi terhadap Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA). Kondisi ini, menjadi cermin lemahnya manajemen keuangan daerah.

Juru Bicara Fraksi Partai Demokrat - NasDem DPRD Sidoarjo, Muh Zakaria Dimas Pratama mengatakan APBD Tahun 2026 masih belum mencerminkan semangat kemandirian fiskal (keuangan). Sorotan itu, terutama tertuju pada alokasi pembiayaan yang masih mengandalkan SiLPA.

"Penerimaan pembiayaan tahun 2026 masih bergantung pada SiLPA yang mencapai ratusan miliar rupiah. Meskipun, secara nominal ada penurunan, SiLPA seharusnya bersifat insidental, bukan menjadi sumber utama pembiayaan daerah," ujar Muh Zakaria Dimas Pratama kepada republikjatim.com, Minggu (02/11/2025).

Menurut Zakaria Dimas, angka SiLPA yang tinggi menjadi indikasi gagalnya disiplin fiskal dan buruknya manajemen kas daerah serta minimnya penyerapan anggaran.

"SiLPA yang terus-menerus tinggi, menunjukkan kita punya sumber daya keuangan, tetapi sulit untuk melaksanakan atau merealisasikannya. Dampaknya, APBD kita menjadi instrumen fiskal yang tidak produktif," ungkapnya.

Kondisi ini, lanjut Zakaria, patut dikaitkan dengan sorotan publik mengenai keterlambatan dan ketidakselesaian proyek-proyek strategis (proyek mercusuar) di Sidoarjo.

"Anggaran yang mengendap karena SiLPA yang besar berarti pembangunan untuk rakyat tertunda," sindirnya.

Bagi Dimas rendahnya optimisme Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi sorotan. Hal ini, karena adanya penurunan pendapatan transfer dari pemerintah pusat. Kondisi ini, alih-alih direspons dengan upaya keras, justru terlihat diimbangi dengan proyeksi APBD yang pesimistis.

"Penurunan Transfer Pusat harus menjadi momentum pengingat agar kita lebih efektif mendorong kemandirian fiskal. Sebagai daerah penyangga Surabaya, potensi PAD kita seharusnya bisa dioptimalkan jauh lebih besar dari yang sudah ditetapkan saat ini," pinta politisi muda Partai NasDem asal Dapil V wilayah Kecamatan Taman dan Kecamatan Sukodono ini.

Karena itu, lanjut Dimas Fraksi Demokrat - NasDem mendesak Pemkab Sidoarjo atau Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk segera mengambil langkah konkret. Termasuk, memperbarui database perpajakan, meningkatkan kemudahan sistem pembayaran serta membangun modal sosial dengan Wajib Pajak (WP).

"Kita tidak bisa berharap wajib pajak mau taat secara sukarela, kalau pengelolaan keuangan daerah masih amburadul. Kepercayaan publik itu menjadi kunci utamanya," tegas Zakaria Dimas.

Saat ini, kata Dimas APBD harus menjadi 'obat' bagi kebutuhan masyarakat Sidoarjo. Karena itu, Fraksi Partai Demokrat - NasDem mengingatkan kebijakan dalam penyusunan struktur APBD 2026 harus mampu menggugah optimisme masyarakat dengan desain kebijakan yang benar-benar menjadi 'obat' untuk kebutuhan mendasar rakyat Sidoarjo. Bahkan, Fraksi Partai Demokrat - NasDem berharap Pemkab Sidoarjo melalui TAPD dapat lebih optimis dan prudent (berhati-hati) dalam merancang alokasi belanja yang tepat sasaran, efisien dan efektif sesuai skala prioritas pembangunan daerah.

"Ketika masyarakat merasakan manfaat langsung dari APBD, kesadaran untuk berkontribusi (taat pajak) akan tumbuh dengan sendirinya. Kami, mendesak (TAPD) Pemkab Sidoarjo memperbaiki track record SiLPA ini demi pembangunan yang lebih cepat yang dapat dirasakan langsung masyarakat Sidoarjo," pungkas anggota Komisi C DPRD Sidoarjo ini. Ary/Waw

Berita Terbaru

Wabup Mimik Idayana Tantang Guk Yuk Cilik Jadi Agen Spesial Promosi Wisata Sidoarjo dari Lontong Kupang hingga Tas Kulit

Wabup Mimik Idayana Tantang Guk Yuk Cilik Jadi Agen Spesial Promosi Wisata Sidoarjo dari Lontong Kupang hingga Tas Kulit

Senin, 08 Jun 2026 11:08 WIB

Senin, 08 Jun 2026 11:08 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo mendadak riuh dan penuh warna, Minggu (07/06/2026). Puluhan anak-anak berbakat unjuk gigi dalam…

Heboh! Dugaan Kunci Jawaban di Kaki Kiri Peserta Seleksi Direksi Perumda Delta Tirta, Dewan Sidoarjo Siap Panggil Ketua

Heboh! Dugaan Kunci Jawaban di Kaki Kiri Peserta Seleksi Direksi Perumda Delta Tirta, Dewan Sidoarjo Siap Panggil Ketua

Minggu, 07 Jun 2026 15:31 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:31 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Proses seleksi calon anggota Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Delta Tirta Sidoarjo kembali diterpa isu tak sedap.…

Skandal Pungli Perangkat Desa Ratusan Juta, Empat Kades Asal Tulangan Sidoarjo Divonis 4 Tahun Penjara Denda Rp 50 Juta

Skandal Pungli Perangkat Desa Ratusan Juta, Empat Kades Asal Tulangan Sidoarjo Divonis 4 Tahun Penjara Denda Rp 50 Juta

Sabtu, 06 Jun 2026 20:35 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 20:35 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Menjual jabatan demi keuntungan pribadi harus dibayar mahal oleh empat Kepala Desa (Kades) nonaktif di Kecamatan Tulangan,…

Sidoarjo Di Bawah Rata-Rata Nasional, SE KPK Jadi Momentum 'Bersih-Bersih' Sengkarut Penerimaan Siswa Baru di Kota Delta

Sidoarjo Di Bawah Rata-Rata Nasional, SE KPK Jadi Momentum 'Bersih-Bersih' Sengkarut Penerimaan Siswa Baru di Kota Delta

Sabtu, 06 Jun 2026 09:32 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 09:32 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sektor pendidikan di Kabupaten Sidoarjo tengah diguncang sorotan tajam. Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan yang…

Kasus Alih Fungsi TKD Damarsi Jadi Kos Elit Seharga Ratusan Juta, Pidsus Kejari Sidoarjo Periksa Mantan Kades dan LPMD

Kasus Alih Fungsi TKD Damarsi Jadi Kos Elit Seharga Ratusan Juta, Pidsus Kejari Sidoarjo Periksa Mantan Kades dan LPMD

Jumat, 05 Jun 2026 13:26 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 13:26 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo terus mendalami kasus dugaan alih fungsi Tanah Kas Desa (TKD) Damarsi, Kecamatan Buduran,…

Diiringi Hadiah Bunga untuk Bunda, Pelepasan TK Cahaya Kita Magersari Sidoarjo Penuh Berkah dan Makna

Diiringi Hadiah Bunga untuk Bunda, Pelepasan TK Cahaya Kita Magersari Sidoarjo Penuh Berkah dan Makna

Kamis, 04 Jun 2026 18:26 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 18:26 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kelulusan siswa dan siswi Taman Kanak-kanak (TK) Cahaya Kita Magersari, Kecamatan Sidoarjo angkatan ke 24 mulai menjadi lentera…