Sidoarjo (republikjatim.com) - Sekitar 1.700 siswa dan siswi SMK YPM 8 Sidoarjo menggelar Upacara Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 di Lapangan Kompi Kavaleri 3 Sumput, Kecamatan Sidoarjo dengan inspektur upacara Dr Afthoni dan Komandan Upacara Yasin dari Banser, Rabu (22/10/2025).
Dalam upacara peringatan Hari Santi Nasional itu, juga dilengkapi atraksi dan teatrikal santri di Pondok Pesantren, juga dilengkapi dengan atraksi 30 jurus dasar IPSI yang diperagakan sekitar 600 lebih siswa kelas X SMK YPM 8 Sidoarjo.
Tidak hanya itu, dalam upacara ini juga diikuti para santri asal Kecamatan Sidoarjo yang diantaranya melibatkan Muslimat, Ansor, Banser, MWC NU Kecamatan Sidoarjo serta sejumlah pendekar Pagar Nusa.
"Alhamdulillah hari ini kita SMK YPM 8 Sidoarjo melaksanakan upacara Hari Santri 2025. Kebetulan bersama dengan MWC NU Kota Sidoarjo. Alhamdulillah, seperti tema pada peringatan Hari Santri kali ini, kita menguatkan bagaimana mengawal kemerdekaan Indonesia. Terlebih, untuk mewujudkan peradaban dunia. Hal itu yang memang kami rintis. Ini dibuktikan, setelah upacara ini nanti kami akan soft launch untuk Green Techno Park SMK YPM 8 Sidoarjo," ujar Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo, Dr Kisyanto kepada republikjatim.com, Rabu (22/10/2025).
Selain itu, Dr Kisyanto menguraikan tema Hari Santri Nasional 2025 adalah Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia. Bagi Kisyanto jika berbicara peradaban dunia, semua bisa dimulai dari diri sendiri. Begitu juga anak-anak (didik) SMK YPM 8 Sidoarjo.
"Sekarang ini, ya bagaimana dunia ini kondisinya memang tidak sedang baik-baik saja. Khususnya, untuk iklim sekaligus untuk lingkungan hidup. Hal itu, yang kita tanamkan kepada anak-anak (didik), untuk mengisi Kemerdekaan NKRI ini dalam konteks kita berbuat sesuatu untuk kebaikan dunia itu," ungkap guru senior yang akrab disapa Dr Kis ini.
Apalagi, lanjut Kisyanto yang juga menjabat sebagai Ketua MKKS SMK Swasta Jatim ini, selama ini sekolahnya tidak lagi memberikan himbauan kepada ribuan siswanya. Akan tetapi selalu mengajak dan menanamkan nilai-nilai budaya kepada siswa sebagai ciri khas santri di Indonesia.
"Sejak dahulu kita tidak pernah menghimbau, tetapi kita biasakan dan kita budayakan anak-anak (didik) itu mencintai lingkungannya, mencintai bangsa dan negaranya. Termasuk, mencintai para tokoh-tokoh agama serta para pejuang revolusi kemerdekaan Indonesia. Jadi, sekarang ini, kami bukan lagi himbauan, tetapi bersama-sama kita wujudkan itu semua cita-cita pendidikan karakter, yang itu nanti akan menjadi karakter anak-anak (didik) saat lulus dari SMK YPM 8 Sidoarjo," tegasnya.
Sedangkan soal fenomena soal santri beberapa pekan belakangan ini, kata Kisyanto orang tidak paham dan mengerti dunia santri, tidak selayaknya berbicara soal santri. Karena santri selalu dididik menjadi karakter yang kuat untuk menjadi pribadi yang mandiri dan kompeten di bidangnya masing-masing.
"Ingat, disertasi saya itu terkait pendidikan karakter di pesantren. Artinya pendidikan karakter untuk para santri, yang kami beri judul dari hasil kajian itu, "Praktik Belajar Hidup Beragama." Itu bukan hanya belajar ilmu agama, tetapi belajar praktik hidup beragama. Makanya, di sana (dibentuk) dan dibangun karakter seorang santri itu. Kalau misalnya, mungkin kelihatannya cuma ngangkat-ngangkat atau ikut ngecor, tetapi di situ ada nilai kerja keras, tanggung jawab dan team work dan lain sebagainya. Hal itu dibina di pesantren. Kalau mereka-mereka yang tidak tahu soal nilai itu, ya lumrah mereka tidak tahu ngomong apapun," paparnya.
Sementara usai upacara Hari Santri Nasional 2025 l, SMK YPM 8 Sidoarjo melaksanakan soft launching Eco Techno Park di lingkungan sekolah Islam ini. Ary/Waw
Editor : Redaksi