JPU Kejari Sidoarjo Pastikan Tambahan 5 Tersangka Kasus OTT Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Tulangan

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
KETERANGAN - Kasi Pidsus Kejari Sidoarjo Jhon Franky Yanafia Ariandi didampingi dua staf Pidsus Kejari Sidoarjo memberi keterangan pers soal tambahan lima tersangka kasus OTT jual beli jabatan perangkat desa di Kecamatan Tulangan.
KETERANGAN - Kasi Pidsus Kejari Sidoarjo Jhon Franky Yanafia Ariandi didampingi dua staf Pidsus Kejari Sidoarjo memberi keterangan pers soal tambahan lima tersangka kasus OTT jual beli jabatan perangkat desa di Kecamatan Tulangan.

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo memastikan jumlah tambahan tersangka kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan korupsi jual beli jabatan perangkat desa di Kecamatan Tulangan. Tim JPU Kejari Sidoarjo memastikan jumlah tambahan tersangka dalam kasus ini, ada lima orang.

Kelima tersangka itu, salah seorang diantaranya merupakan pihak swasta yang menyambungkan tiga tersangka sebelumnya yang sudah ditahan sejak penyidikan di Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo sebagai koordinator yang menyambungkan dengan sejumlah oknum panitia seleksi di tingkatan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provisi Jatim. Sedangkan empat tersangka lainnya berstatus sebagai Kepala Desa (Kades) aktif di wilayah Kecamatan Tulangan.

"Sekarang tambahan tersangka kasus OTT dugaan jual beli jabatan perangkat desa di Kecamatan Tulangan bertambah lima orang tersangka. Seorang perempuan pihak swasta dan empat Kades yang masih aktif menjabat di Kecamatan Tulangan. Itulah hasil pengembangan penyidikan dengan tambahan lima tersangka baru diluar tiga tersangka lainnya yang sudah ditahan di Polresta Sidoarjo sejak penyidikan," ujarKepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Sidoarjo Jhon Franky Yanafia Ariandi kepada republikjatim.com, Senin (20/10/2025) malam didampingi dua staf Pidsus Kejari Sidoarjo.

Franky menjelaskan kelima tersangka yang baru ditetapkan penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo itu diantaranya pihak swasta berinisial SP atau TW. Tugasnya diduga sebagai penghubung sekaligus koordinator para tersangka untuk disambungkan dengan oknum Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim sebagai panitia pelaksana tes perangkat desa.

Sedangkan empat tersangka baru lainnya merupakan Kades yang masih aktif menjabat di desanya masing-masing. Keempat tersangka baru ini yakni SA, ZA, K dan S.

"Tambahan kelima tersangka ini, semakin memperbanyak dan melengkapi berkas perkara penuntutan. Untuk Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kelima tersangka baru kami terima tadi dari penyidik Unit Tipikor, Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo," ungkapnya.

Sedangkan saat ditanya media kenapa kelima tersangka baru tidak ditahan, Franky mengaku bukan kewenangannya. Alasannya, perkara itu awalnya ditangani tim penyidik Unit Tipikor, Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo.

"Kalau soal kenapa kelima tersangka baru ini tidak ditahan seperti tiga tersangka di awal perkara ini yang berkasnya dinyatakan lengkap alias P21, silahkan tanyakan ke penyidik kepolisian. Kenapa ada perlakuan berbeda dari total delapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi jual beli jabatan perangkat desa di Kecamatan Tulangan ini," tegasnya.

Apalagi, lanjut Franky proses hukum kasus dugaan Tipikor dalam proses penjaringan perangkat desa di Kecamatan Tulangan ini sudah memasuki babak baru. Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo sudah melimpahkan berkas perkara ketiga tersangka itu ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya Jawa Timur di JL Raya Juanda Sidoarjo.
Ketiga tersangka yang berkasnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor itu yakni Adin Santoso (40) Kades Sudimoro, Santoso (54) Kades Medalem dan Sochibul Yanto (55) mantan Kepala Desa Banjarsari, Kecamatan Buduran.

 


"Untuk ketiga tersangka itu, baik AS, S dan SY itu tersangka dan barang buktinya sudah kami (JPU) limpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya. Persidangan pertama dijadwalkan akan dilaksanakan Kamis, 24 Oktober 2025 besok. Sekalian harus dipantau persidangan itu," ungkapnya.

Saat ini, kata Franky pihaknya menunggu pengembangan penyidikan dalam kasus dugaan korupsi perkara ini. Meski berkas tahap 1 (pelimpahan) untuk kelima tersangka baru itu, belum dinyatakan lengkap.

"Kami  masih menunggu berkas kelima tersangka baru ini, agar nantinya dapat disidangkan bersama-sama dengan ketiga tersangka lainnya yang sudah ditetapkan tersangka dan ditahan sebelumnya," pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya, pada Rabu, 27 Mei 2025 lalu, tim Unit Tipikor, Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo melakukan OTT di sebuah rumah makan di kawasan Puri Surya Jaya Gedangan, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo. Dari OTT itu, polisi berhasil mengamankan uang tunai sejumlah Rp 185 juta yang disembunyikan dalam bungkusan plastik warna hitam dan tiga tersangka yang berkasnya dinyatakan lengkap atau P21 itu.

Selain itu, barang bukti lain yang ditemukan dalam pemeriksaan lebih lanjut adalah uang tunai senilai Rp 1 miliar lebih, satu unit mobil minibus, satu sepeda motor, tiga buah ATM, dua buku tabungan, tiga ponsel dan enam lembar bukti transfer. Hel/Waw

Berita Terbaru

Survei Anjlok, Anas Urbaningrum Sentil Pemerintahan Prabowo, Layangkan 5 Resep Cerdas Raih Kepercayaan Publik

Survei Anjlok, Anas Urbaningrum Sentil Pemerintahan Prabowo, Layangkan 5 Resep Cerdas Raih Kepercayaan Publik

Sabtu, 01 Agu 2026 21:51 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 21:51 WIB

Jakarta (republikjatim.com) - Belum genap dua tahun menahkodai Indonesia, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diterpa angin kencang. Hal itu, ditandai…

Sempat Diproyeksi Defisit, APBD Pemkab Sidoarjo Tahun 2025 Malah Surplus Rp 61,7 Miliar dan Raih WTP Ke 13

Sempat Diproyeksi Defisit, APBD Pemkab Sidoarjo Tahun 2025 Malah Surplus Rp 61,7 Miliar dan Raih WTP Ke 13

Jumat, 31 Jul 2026 17:08 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 17:08 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kinerja pengelolaan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo pada Tahun Anggaran 2025 menorehkan kejutan positif. Sempat…

Ketuk Hati Pengusaha Lain, MPC Pemuda Pancasila Sidoarjo Bagi-Bagi BBM Pertamax Gratis untuk Ratusan Ojol di Candi

Ketuk Hati Pengusaha Lain, MPC Pemuda Pancasila Sidoarjo Bagi-Bagi BBM Pertamax Gratis untuk Ratusan Ojol di Candi

Jumat, 31 Jul 2026 10:05 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 10:05 WIB

​Sidoarjo (republikjatim.com) - Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Sidoarjo menghadirkan inovasi menarik dalam aksi sosial rutinnya. Ji…

Satpol PP Gerak Sendiri Gedor Warkop Remang-Remang di GOR dan Candi Amankan Miras dan Pemandu Lagu

Satpol PP Gerak Sendiri Gedor Warkop Remang-Remang di GOR dan Candi Amankan Miras dan Pemandu Lagu

Kamis, 30 Jul 2026 13:41 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 13:41 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Sidoarjo menggelar razia mendadak menyasar warung kopi (warkop) remang-remang di…

Serap Aspirasi Warga Jabon, Anggota DPRD Jatim Hari Yulianto Dorong Penguatan Ekonomi Lokal dan Sarana Kesehatan

Serap Aspirasi Warga Jabon, Anggota DPRD Jatim Hari Yulianto Dorong Penguatan Ekonomi Lokal dan Sarana Kesehatan

Kamis, 30 Jul 2026 12:25 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 12:25 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kehadiran anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto dalam agenda reses di Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon,…

Darurat Miras dan Pergaulan Bebas, Bupati Subandi Bersama PCNU dan PKB Sidoarjo Siap Tutup Tempat Usaha Ilegal

Darurat Miras dan Pergaulan Bebas, Bupati Subandi Bersama PCNU dan PKB Sidoarjo Siap Tutup Tempat Usaha Ilegal

Rabu, 29 Jul 2026 21:51 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 21:51 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menunjukkan sikap tak main-main dalam memerangi maraknya Penyakit Masyarakat (Pekat).…