Sidoarjo (republikjatim.com) - Proses pencarian korban runtuhnya bangunan musala Putra Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo terus dikebut. Tiga alat berat dikerahkan 24 jam. Satu alat berat penghancur beton (breaker excavator) dan dua excavator dikerahkan memindahkan puing-puing beton bangunan.
Di hari ketujuh Minggu pukul 00.00 dini hari, tim SAR sudah berhasil menemukan 28 korban dalam keadaan meninggal dunia. Namun satu korban ditemukan tidak utuh.
Sementara dihari keenam atau Sabtu (04/10/2024) kemarin, sebanyak 12 korban ditemukan dalam keadaan meninggal. Korban ke 12 ditemukan pukul 23.29 WIB.
Proses pencarian terus dipantau Bupati Sidoarjo, Subandi. Ia datang langsung melihat sejumlah alat berat itu bekerja menemukan santri yang tertimbun runtuhan bangunan musala yang baru saja selesai dicor itu.
Selain itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing dan Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Czi Shobirin Setio Utomo juga turut bersama Bupati Sidoarjo untuk memastikan proses evakuasi korban berjalan lancar.
Bupati Sidoarjo, Subandi berharap proses evakuasi berjalan lancar. Selain itu, Subandi berharap korbannya tidak sebanyak data korban yang diperkirakan sejak awal sesuai absensi santri yakni mencapai 59 orang.
"Mudah-mudahan yang data kemarin 59 orang itu, korban akhirnya tidak sampai sebanyak itu," harap Subandi.
Sementara sampai Minggu dini hari ini tim SAR sudah menemukan 141 korban. Rinciannya, sebanyak 104 orang korban dan korban yang meninggal dunia sebanyak 37 orang. Dari total korban meninggal dunia itu, sebanyak 32 orang belum teridentifikasi. Ary/Waw
Editor : Redaksi