Bangunan Ponpes Al Khoziny Buduran Ambruk

Delapan Jenazah Berhasil Dievakuasi Langsung Dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim, Total Kini 13 Korban Meninggal

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
EVAKUASI - Petugas gabungan tanpa henti melaksanakan pencarian dan mengevaluasi jenazah korban ambruknya bangunan Musala Putra Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo dalam sehari berhasil mengevakuasi 8 jenazah, Jumat (03/10/2025).
EVAKUASI - Petugas gabungan tanpa henti melaksanakan pencarian dan mengevaluasi jenazah korban ambruknya bangunan Musala Putra Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo dalam sehari berhasil mengevakuasi 8 jenazah, Jumat (03/10/2025).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Tim gabungan evakuasi pencarian jenazah korban ambruknya bangunan Musala Putra Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran, Sidoarjo terus mengupayakan maksimal prosesi evakuasi dibantu beberapa alat berat (Crane). Hasilnya, sebanyak delapan jenazah santri berhasil dievakuasi mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 18.30 WIB di hari kelima masa pencarian dan evakuasi para korban itu.

Meksi di lapangan petugas mengalami beberapa kendala cukup berat. Akan tetapi tugas kemanusiaan itu, terus dikerjakan petugas gabungan tanpa henti dan tanpa merasa lelah.

SAR Mission Coordinator (SMC), Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan proses evakuasi di lapangan berlangsung sangat sulit dan mengalami beberapa kendala. Salah satunya, tim harus lebih dulu menghancurkan dinding beton dan memotong besi tulangan di lokasi kejadian.

"Kalau besi tulangan beton berhasil dihancurkan, selanjutnya baru jenazah para korban bisa dikeluarkan dari reruntuhan bangunan itu," ujar Yudhi Bramantyo, Jumat (03/10/2025) petang.

Yudhi menguraikan para korban itu tiga diantaranya berada di tempat wudlu, seorang di bagian sektor timur, dua orang lainnya di posisi sektor lainnya dan dua orang lainnya diposisi sektor utama bangunan musala.

"Seluruh jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk proses identifikasi oleh tim DVI. Hingga hari ini, total korban mencapai 116 orang, terdiri dari 103 selamat dan 13 meninggal dunia. Dari jumlah korban meninggal, empat diantaranya sudah teridentifikasi," papar Yudhi.

Proses pembersihan puing - puing bangunan itu, kini difokuskan di sisi utara bangunan yang dinilai lebih aman untuk diangkat menggunakan alat berat.

"Sedangkan mobil ambulan juga terus disiagakan di lokasi untuk mempercepat penanganan jika ditemukan korban tambahan berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan," tegasnya.

Atas proses evakuasi kedelapan jenazah itu, Kepala Kantor Basarnas Surabaya, Nanang Sigit menguraikan
proses evakuasi di hari kelima ini, berlangsung cukup sulit. Tim gabungan harus lebih dulu menghancurkan dinding beton dan memotong besi tulangan sebelum akhirnya jenazah korban bisa kami keluarkan.

Apalagi, proses evakuasi ini sudah menggunakan alat berat seperti ekskavator dan crane. Jika terlihat korban, alat berat langsung dihentikan dilanjutkan proses evakuasi secara manual.

"Untuk empat jenazah yang berhasil diidentifikasi langsung dikoordinasikan dengan keluarganya secepatnya," paparnya.

Sementara suasana haru masih menyelimuti di area sekitar proses evakuasi. Puluhan keluarga santri terus menunggu di sekitar reruntuhan bangunan sambil berdoa dan berzikir agar anak-anak mereka segera ditemukan. Selain itu, tangis dan kesedihan mendalam serta doa terus mengiringi setiap jenazah yang berhasil dievakuasi dan diangkat dari puing-puing reruntuhan bangunan musala itu.

Sementara Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes M Khusnan Marzuki menegaskan Pos Mortem Polda Jawa Timur total sementara menerima sebanyak 13 jenazah santri yang berhasil ditemukan dan dievakuasi hingga hari kelima operasi pencarian. Menurut Khusnan Marzuki, setiap jenazah yang masuk ke RS Bhayangkara Polda Jatim langsung menjalani prosedur pemeriksaan post mortem. Proses itu, meliputi pembersihan, pencatatan kondisi medis maupun ciri-ciri fisik serta pendataan detail yang akan dicocokkan data ante mortem dari keluarga korban.

"Setelah tubuh korban dibersihkan, jenazah kembali dimasukkan ke kantong dan ditempatkan dalam freezer yang disiapkan. Selanjutnya, data post mortem dicocokkan dengan data ante mortem milik keluarganya," tandasnya.

Bagi Khusnan partisipasi keluarga sangat penting dalam proses identifikasi. Data ante mortem yang diperlukan antara lain sidik jari yang bisa ditemukan di dokumen resmi seperti ijazah atau paspor serta rekam medis berupa pemeriksaan gigi. Terutama, rekaman panoramic gigi yang bisa digunakan sebagai diagnosis primer.

"Untuk sidik jari menjadi data identifikasi pasti. Kalau tidak tersedia, bisa digunakan identifikasi sekunder seperti tanda lahir, pakaian terakhir yang dikenakan, foto terbaru atau barang pribadi korban. Kalau semua opsi itu tidak memungkinkan, maka identifikasi terakhir melalui uji DNA," pungkasnya. Ary/Waw

Berita Terbaru

Tolak Kepentingan Korporasi, Warga Mutiara Regency Siap Patahkan Banding Bupati Sidoarjo Lewat Kontra Memori

Tolak Kepentingan Korporasi, Warga Mutiara Regency Siap Patahkan Banding Bupati Sidoarjo Lewat Kontra Memori

Minggu, 19 Jul 2026 18:10 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 18:10 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Warga Perumahan Mutiara Regency menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi langkah banding yang diajukan oleh Bupati Sidoarjo.…

Peringati Haul Mbah Kyai Kalam ke 69, Wabup Mimik Idayana Ajak Warga Juwetkenongo Pegang Teguh Ajaran Ulama

Peringati Haul Mbah Kyai Kalam ke 69, Wabup Mimik Idayana Ajak Warga Juwetkenongo Pegang Teguh Ajaran Ulama

Minggu, 19 Jul 2026 14:14 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 14:14 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ribuan warga Kelurahan Juwetkenongo, Kecamatan Porong, Sidoarjo, larut dalam kekhusyukan saat memperingati Haul Al-Maghfurlah ke…

Keren! Guru KB TK Al Muslim dan Lasiyam Kini Jago Bikin Animasi Berbasis AI untuk Mengajar

Keren! Guru KB TK Al Muslim dan Lasiyam Kini Jago Bikin Animasi Berbasis AI untuk Mengajar

Sabtu, 18 Jul 2026 20:29 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 20:29 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dunia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kini semakin canggih dan adaptif. Komitmen ini, dibuktikan secara nyata oleh KB TK Al…

Blusukan Akhir Pekan, Bupati Sidoarjo Eksekusi Bantuan Alkes di Tulangan hingga Bedah RTLH di Wonoayu

Blusukan Akhir Pekan, Bupati Sidoarjo Eksekusi Bantuan Alkes di Tulangan hingga Bedah RTLH di Wonoayu

Sabtu, 18 Jul 2026 19:58 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 19:58 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Akhir pekan tidak menyurutkan langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk hadir di tengah masyarakat. Bupati Sidoarjo,…

Komitmen Lindungi UMKM, Bupati Serahkan Santunan Rp 136 Juta ke Ahli Waris Pedagang Alami Kecelakaan Kerja di Tulangan

Komitmen Lindungi UMKM, Bupati Serahkan Santunan Rp 136 Juta ke Ahli Waris Pedagang Alami Kecelakaan Kerja di Tulangan

Sabtu, 18 Jul 2026 18:31 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 18:31 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Duka mendalam yang menyelimuti keluarga almarhum Ferry Kurniawan, seorang pedagang dan peternak bebek asal Desa/Kecamatan…

Catat Waktunya, Pemkab Sidoarjo Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 di Alun-Alun Berhadiah 4 Tiket Umrah

Catat Waktunya, Pemkab Sidoarjo Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 di Alun-Alun Berhadiah 4 Tiket Umrah

Sabtu, 18 Jul 2026 16:16 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 16:16 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kabar gembira bagi seluruh pencinta sepak bola di Kota Delta! Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersiap menggelar acara…