Jeritan Hati Puluhan Wali Santri, Mulai Tak Makan Selama 3 Hari hingga Minta Bantuan Presiden untuk Percepatan Evakuasi

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
EVAKUASI - Tim Basarnas dibantu tim gabungan dan para relawan berhasil mengevakuasi beberapa korban dan terus berupaya mengevakuasi para santri yang sudah tertimbun bangunan Musala Putri Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo beberapa hari, Rabu (01/10/2025)
EVAKUASI - Tim Basarnas dibantu tim gabungan dan para relawan berhasil mengevakuasi beberapa korban dan terus berupaya mengevakuasi para santri yang sudah tertimbun bangunan Musala Putri Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo beberapa hari, Rabu (01/10/2025)

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Puluhan santri diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan Musala Putra Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran, Sidoarjo. Bahkan, di lokasi kejadian sudah tercium bau busuk menyengat hidung.

Karena itu, tidak salah jika puluhan orang tua (wali santri) mendesak petugas Basarnas dan tim gabungan serta para pihak berwenang untuk mempercepat proses evakuasi anak-anak mereka itu. Apalagi, mereka sudah tertimbun di bawah reruntuhan bangunan itu lebih dari tiga hari terakhir.

Apalagi, para wali santri ini juga khawatir anak-anak mereka dalam kondisi semakin memprihatinkan di bawah reruntuhan bangunan itu.

Salah seorang wali santri, M Sholeh mengatakan hingga hari ketiga pasca kejadian, belum ada kepastian tentang nasib anaknya, Ahmad Suhaepi (15), yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan musala Ponpes itu. Menurut Sholeh, sejumlah alat berat yang sudah disiagakan belum digerakkan meskipun sudah lama menunggu di lokasi kejadian.

"Alasan petugas dan tim SAR khawatir akan terjadi runtuhan baru dan agar lokasi tidak semakin ambrol kalau alat berat digunakan mengevakuasi. Padahal, saat ini sudah tiga hari dari hari Senin kami menunggu. Ya katanya takut roboh atau tambah ambles lagi. Tapi sekarang kan sudah ada bau menyengat, tolong segera dieksekusi," ujar M Sholeh, Rabu (01/10/2025) sore.

Lebih jauh, Soleh dan para wali santri lainnya menuntut transparansi dan jawaban dari Basarnas serta instansi terkait berwenang lainnya. Mereka sangat berharap dan ingin tahu nasib anak-anak mereka itu.

"Kalau memang sudah tidak bisa diselamatkan, mereka hanya ingin agar tubuh anak-anak kami bisa segera dikeluarkan dari reruntuhan bangunan. Karena kami sendiri selama tiga hari disini merasa cemas dan tidak bisa makan dengan tenang," ungkap pria 43 tahun ini.

Soleh mengakui jika putranya itu, baru tiga bulan terakhir mondok di Ponpes Al Khoziny Buduran. Dia teringat terakhir berkomunikasi dengan anaknya itu sekitar satu minggu lalu.

"Hingga kini, saya dan keluarga masih menunggu berita mengenai kondisi anak saya itu dengan penuh kecemasan, kegelisahan dan kesedihan. Kami minta proses evakuasi bisa dipercepat," tegasnya.

Hal yang sama disampaikan wali santri lainnya, Ny Tutik. Warga asal Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura ini mengungkapkan beberapa alat besar sudah stand by di lokasi kejadian. Namun kenapa, tidak bisa segera digerakkan (difungsikan).

"Kita ini dari pihak keluarga sudah pasrah dan sudah ikhlas. Tiga hari menunggu disini tanpa ada perkembangan. Sedangkan di tempat kejadian sudah bau menyengat dan sudah nggak enak baunya. Kenapa ada alat berat tidak digerakkan (difungsikan)," pintanya.

Karena itu, perempuan 47 tahun ini berteriak minta bantuan Presiden RI (Prabowo Subianto) untuk segera menolong para wali santri dengan segera memerintahkan Basarnas dan petugas yang berwenang lainnya untuk segera dieksekusi. Apalagi, sudah memasuki hari ketiga.

"Tolong Pak Presiden agar segera dieksekusi. Di lokasi kejadian sudah bau tidak enak. Minta tolong banget.
Jangan hanya kami datang ke lokasi hanya difoto-foto untuk dokumentasi saja. Itu buat apa gituloh.Minta tolong Pak Presiden dan Basarnas semua yang ada disini anak-anak kami harus bisa dikeluarkan. Walaupun keluarnya tidak selamat tidak apa-apa. Sekarang ini, yang penting bisa dikeluarkan soalnya baunya sudah menyengat banget. Minta tolong sekali lagi ekskusi harus segera," pungkasnya.

Sementara saat ini, mulai Kamis (02/10/2025) para petugas dan tim gabungan bakal segera mengerahkan sejumlah alat berat untuk proses evakuasi. Alasannya, karena setelah berhasil mengevakuasi 7 santri hingga Rabu (01/10/2025) malam kemarin dengan kondisi 5 selamat dan terluka serta 2 santri lainnya dalam kondisi meningal dunia, disinyalir sudah tidak ada korban selamat lagi di bawah reruntuhan bangunan Musala Putra Ponpes Al Khoziny Buduran itu. Ary/Waw

Berita Terbaru

Lima Tahun Dibangun, Bupati Sidoarjo Resmikan Masjid Al Ikhlas di Perumahan Pabean Asri Sedati

Lima Tahun Dibangun, Bupati Sidoarjo Resmikan Masjid Al Ikhlas di Perumahan Pabean Asri Sedati

Minggu, 01 Feb 2026 13:15 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 13:15 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi meresmikan Masjid Al Ikhlas di Perumahan Pabean Asri, Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Sabtu…

Tiru Jejak Surabaya, Perumda Delta Tirta Sidoarjo Targetkan Cakupan Layanan Pelanggan Hingga 100 Persen

Tiru Jejak Surabaya, Perumda Delta Tirta Sidoarjo Targetkan Cakupan Layanan Pelanggan Hingga 100 Persen

Sabtu, 31 Jan 2026 18:52 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 18:52 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Delta Tirta Sidoarjo tengah memacu akselerasi layanan air bersih bagi masyarakat Sidoarjo.…

Revitalisasi Alun-Alun Rp 24,6 Miliar Jadi Kado Spesial Saat Sidoarjo Masuki Usia ke 167

Revitalisasi Alun-Alun Rp 24,6 Miliar Jadi Kado Spesial Saat Sidoarjo Masuki Usia ke 167

Sabtu, 31 Jan 2026 16:30 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 16:30 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke 167 Tahun 2026 menjadi momentum refleksi sekaligus afirmasi atas berbagai…

Milad Emas ke 50, Smamda Sidoarjo Bertransformasi Menuju Outstanding School Sekaligus Siapkan Kelas Unggulan

Milad Emas ke 50, Smamda Sidoarjo Bertransformasi Menuju Outstanding School Sekaligus Siapkan Kelas Unggulan

Sabtu, 31 Jan 2026 15:16 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 15:16 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dalam merayakan usia setengah abad, SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo menggelar rangkaian Milad ke 50 dengan mengusung…

Harjasda ke 167, KB TK Al Muslim Gelar Perayaan Edukatif Tumbuhkan Rasa Percaya Diri dan Cinta Kota Delta

Harjasda ke 167, KB TK Al Muslim Gelar Perayaan Edukatif Tumbuhkan Rasa Percaya Diri dan Cinta Kota Delta

Sabtu, 31 Jan 2026 11:15 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 11:15 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - KB TK Al Muslim menggelar perayaan bertema Bangga Sidoarjo yang diikuti sekitar 170 siswa dari jenjang Kelompok Bermain (KB) dan…

Syukuran Harjasda ke 167, Bupati Ajak Seluruh Masyarakat Jadikan Momen Refleksi dan Penguatan Nilai Kebersamaan

Syukuran Harjasda ke 167, Bupati Ajak Seluruh Masyarakat Jadikan Momen Refleksi dan Penguatan Nilai Kebersamaan

Sabtu, 31 Jan 2026 08:57 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 08:57 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kabupaten Sidoarjo memperingati Hari Jadinya yang ke-167. Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ini, sebagai tonggak…