Sidoarjo (republikjatim.com) - Ambruknya bangunan Musala santri Putra di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Kecamatan Buduran, Sidoarjo masih meninggalkan duka yang mendalam bagi warga Sidoarjo, kalangan santri, orangtua maupun wali santri. Begitu pula dengan para pengurus dan pengasuh salah satu Ponpes tertua di wilayah Kabupaten Sidoarjo itu.
Apalagi, saat ini tercatat sudah ada sekitar 85 santri yang dirujuk secara silih berganti menggunakan puluhan ambulans menuju dua rumah sakit terbesar di Kota Delta itu. Yakni sekitar 49 santri dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar dan 36 santri dirawat di RSUD RT Notopuro Sidoarjo.
Sebanyak 49 santri yang dirawat di RSI Siti Hajar itu dibagi dalam empat zona. Diantaranya zona hijau ada sebanyak 21 santri, kuning sebanyak 26 santri, merah seorang santri dan zona hitam seorang santri.
Kemudian yang dirawat di RSUD RT Notopuro Sidoarjo sebanyak 36 santri. Puluhan santri yang dirawat di RSUD milik Pemkab Sidoarjo ini, tergolong sebagai pasien dengan kondisi luka ringan dan luka sedang.
"Sampai pukul 21.30 WIB di RSUD Sidoarjo ada sekitar 36 pasien (santri) yang dirawat. Mereka masuk kategori pasien luka ringan dan luka sedang. Saat ini, puluhan santri itu masih dalam proses perawatan," ujar Kordinator IGD RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Suherman, Senin (29/09/2025) malam.
Sementara daftar santri yang dirawat di RSI Siti Hajar Sidoarjo. Dari puluhan pasien itu usai mendapatkan perawatan tim medis sebagian besar sudah dipulangkan bersama orangtua mereka. Dikabarkan seorang santri atas nama Maulana Alfan Ibrahim warga asal Kalianyar Kulon meninggal dunia di RSI Siti Hajar.
"Untuk pasien dari kalangan santri sudah banyak yang diperbolehkan pulang. Sampai menjelang tengah malam ini, hanya tinggal 2 santri masih menjalani perawatan di IGD dan 9 santri lainnya masih menjalani perawatan tim medis RSI Siti Hajar," tandas seorang tim medis RSI Siti Hajar Sidoarjo.
Diberitakan sebelumnya, sebuah bangunan Musala berlantai empat yang ada di komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran, Sidoarjo ambruk, Senin (29/09/2025) sore. Hingga kini, belum bisa diketahui pasti penyebab ambruknya bangunan di salah satu Ponpes Salafiyah tertua di wilayah Kabupaten Sidoarjo ini.
Namun, dalam peristiwa nahas itu dipastikan terdapat ratusan santri yang tertimpa ambruknya bangunan itu. Sejumlah petugas kesehatan dan puluhan mobil ambulance milik Puskesmas Buduran, RSUD RT Notopuro Sidoarjo dan sejumlah ambulance milik relawan dikerahkan di lokasi kejadian.
Puluhan petugas dan ambulance yang disiagakan di lokasi kejadian itu, untuk mengevakuasi para santri yang terluka akibat peristiwa nahas itu. Hel/Waw
Editor : Redaksi