Hanya Dijelaskan Lisan, Temukan Kekurangan Pekerjaan 2 Persen, Dewan Sidoarjo Kecewa Rekanan Proyek Alun-Alun Rp 24,6 M

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
KECEWA - Sejumlah pimpinan dan anggota Komisi C DPRD Sidoarjo merasa kecewa dengan rekanan pelaksana proyek Alun-Alun Sidoarjo yang mencapai Rp 24,6 miliar karena kekurangan pekerjaan 2 persen dari target dan hanya diberi penjelasan lisan tanpa tulisan.
KECEWA - Sejumlah pimpinan dan anggota Komisi C DPRD Sidoarjo merasa kecewa dengan rekanan pelaksana proyek Alun-Alun Sidoarjo yang mencapai Rp 24,6 miliar karena kekurangan pekerjaan 2 persen dari target dan hanya diberi penjelasan lisan tanpa tulisan.

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sejumlah pimpinan dan anggota Komisi C DPRD Sidoarjo merasa kecewa berat atas kinerja rekanan pelaksana proyek pembangunan Alun-Alun Sidoarjo. Ini menyusul, para wakil rakyat saat Inspeksi Mendadak (Sidak) di proyek rehab Alun-Alun senilai Rp 24,6 miliar itu menemukan adanya keterlambatan pekerjaan 2 persen dari target dan skedul yang sudah ditetapkan.

Selain itu, para pimpinan dan anggota Komisi C DPRD Sidoarjo ini, semakin kecewa lantaran di lokasi hanya disuguhi penjelasan lisan saja oleh rekanan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani proyek Alun-Alun Sidoarjo itu. Saat diminta bukti tertulis sebagai bukti atas penjelasan rekanan tidak diberikan sama sekali.

Padahal, saat Sidak yang dipimpin Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Choirul Hidayat itu juga dilengkapi dengan beberapa pimpinan dan anggota Komisi C DPRD Sidoarjo lainnya. Diantaranya ada Dr Emir Firdaus, Abud Asyrofi, M Zakaria Dimas Pratama, Ainun Jariyah, Anang Widianto dan beberapa anggota Komisi C DPRD Sidoarjo lainnya.

"Sebenarnya, kami (Komisi C DPRD Sidoarjo) kecewa setelah sidak proyek Alun-Alun Sidoarjo. Karena baik dinas atau OPD maupun kontraktor pelaksana proyek tidak memberikan dokumen yang kami minta. Di lapangan, kami hanya diberi penjelasan secara lisan tanpa ada bukti tertulisnya sama sekali," ujar Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Choirul Hidayat usai Sidak di lokasi proyek Alun-Alun Sidoarjo.

Lebih jauh, politisi senior PDI Perjuangan yang akrab disapa Cak Dayat ini mengungkapkan atas kekecewaan itu, maka Komisi C DPRD Sidoarjo semakin serius menyoroti proyek Alun-Alun Sidoarjo itu. Apalagi, dalam pekerjaannya, proyek pembangunan Alun - Alun Sidoarjo senilai Rp24,6 miliar itu, pihaknya saat sidak lapangan, menemukan progres pekerjaan baru terealisasi 31 persen. Padahal, seharunya sudah mencapai 33 persen.

"Kami juga menemukan di lapangan ada keterlambatan pekerjaan sekitar 2 persen dari target yang ditetap 33 persen sesuai jadwal pekerjaan," ungkapnya.

Seharusnya, lanjut Dayat Dinas terkait maupun rekanan pelaksana proyek menyiapkan dokumen resmi pekerjaan. Apalagi, sebelumnya Komisi C DPRD Sidoarjo sudah memintanya diberikan secara tertulis dan diminta melalui surat resmi.

"Pembangunan Alun - Alun Sidoarjo yang dikerjakan PT Samudra Anugrah Indah Permai itu, masih minus 2 persen dari target yang ditetapkan. Meski ada penurunan (deviasi) 2 persen itu dianggap kecil, tetapi dewan meminta harus ada langkah percepatan sebagai upaya mempercepat pekerjaan dan menutup ketertinggalan pekerjaan itu. Makanya, Minggu depan kami akan sidak lagi sekaligus ikut rapat evaluasi bersama dinas, kontraktor dan konsultan pengawas. Kami ingin pembangunan Alun-Alun Sidoarjo itu, selesai tepat waktu dengan kualitas terbaik untuk warga Sidoarjo," tegas politisi PDI Perjuangan dari Dapil I Sidoarjo meliputi Kecamatan Sidoarjo, Buduran dan Kecamatan Sedati ini.

Hal yang sama disampaikan anggota Komisi C DPRD Sidoarjo lainnya, M Zakaria Dimas Pratama. Menurut polisi muda yang akrab disapa Dimas sekaligus Ketua Fraksi Partai Nasdem - Demokrat DPRD Sidoarjo ini, adanya kekurangan pekerjaan 2 persen, dinilai sebagai pekerjaan yang masih dalam batas toleransi dan bisa ditolerir. Namun, proyek Alun-Alun Sidoarjo itu, sebagai proyek prestisius yang masuk kategori Proyek Prioritas Strategis Kabupaten Sidoarjo. Karena itu, percepatan ketertinggalan pekerjaan harus segera dilakukan secepatnya.

"Kami minta kontraktor pelaksana proyek segera meningkatkan ritme kerja, menambah tenaga pekerja dan menambah peralatan kerja kalau diperlukan. Harapannya, agar pelaksanaan pembangunan Alun-Alun Sidoarjo ini, tidak terjadi keterlambatan seperti pada pekerjaan proyek lainnya di Sidoarjo misalnya seperti di RSUD Sedati senilai Rp 51,7 miliar itu," ungkap polisi muda Partai Nasdem Sidoarjo ini.

Selain itu, Dimas menyebutkan terdapat beberapa alasan dan l sejumlah kendala yang dihadapi kontraktor saat mengerjakan proyek Alun-Alun Sidoarjo. Diantaranya mulai dari kondisi cuaca yang tidak menentu, adanya perubahan desain minor hingga keterlambatan distribusi material tertentu hingga menyebabkan pekerjaannya terlambat 2 persen itu.

"Saat kami Sidak, rekanan berjanji dan optimis kekurangan pekerjaan itu bisa segera dikejar. Katanya sudah disiapkan skema percepatannya. Termasuk, penambahan tenaga kerja dan jam lembur, agar sisa pekerjaan sesuai timeline yang sudah ditetapkan," paparnya.

Sedangkan anggota Komisi C lainnya, Abud Asyrofi menegaskan Komis C DPRD Sidoarjo memberikan sejumlah rekomendasi untuk bisa mencapai target yang tela ditentukan. Salah satunya, percepatan progres fisik melalui penambahan tenaga kerja, alat berat dan jam kerja lembur itu. Kendati demikian, jaminan kualitas pekerjaan tetap harus menjadi prioritaskan.

"Tidak hanya mengejar target waktu saja, tetapi juga hasilnya yang sesuai standar teknis serta evaluasi berkala menjelang batas waktu kontrak agar tidak menumpuk pekerjaan di akhir masa pelaksanaan. Untuk tim pengawas dan konsultan harus selalu mengupdate terkait hasil pekerjaan serta mengevaluasi seluruh hasil pekerjaan agar sesuai yang diharapkan," pungkas politisi muda PKB ini. Ary/Waw

Berita Terbaru

Wabup Mimik Idayana Tantang Guk Yuk Cilik Jadi Agen Spesial Promosi Wisata Sidoarjo dari Lontong Kupang hingga Tas Kulit

Wabup Mimik Idayana Tantang Guk Yuk Cilik Jadi Agen Spesial Promosi Wisata Sidoarjo dari Lontong Kupang hingga Tas Kulit

Senin, 08 Jun 2026 11:08 WIB

Senin, 08 Jun 2026 11:08 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo mendadak riuh dan penuh warna, Minggu (07/06/2026). Puluhan anak-anak berbakat unjuk gigi dalam…

Heboh! Dugaan Kunci Jawaban di Kaki Kiri Peserta Seleksi Direksi Perumda Delta Tirta, Dewan Sidoarjo Siap Panggil Ketua

Heboh! Dugaan Kunci Jawaban di Kaki Kiri Peserta Seleksi Direksi Perumda Delta Tirta, Dewan Sidoarjo Siap Panggil Ketua

Minggu, 07 Jun 2026 15:31 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:31 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Proses seleksi calon anggota Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Delta Tirta Sidoarjo kembali diterpa isu tak sedap.…

Skandal Pungli Perangkat Desa Ratusan Juta, Empat Kades Asal Tulangan Sidoarjo Divonis 4 Tahun Penjara Denda Rp 50 Juta

Skandal Pungli Perangkat Desa Ratusan Juta, Empat Kades Asal Tulangan Sidoarjo Divonis 4 Tahun Penjara Denda Rp 50 Juta

Sabtu, 06 Jun 2026 20:35 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 20:35 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Menjual jabatan demi keuntungan pribadi harus dibayar mahal oleh empat Kepala Desa (Kades) nonaktif di Kecamatan Tulangan,…

Sidoarjo Di Bawah Rata-Rata Nasional, SE KPK Jadi Momentum 'Bersih-Bersih' Sengkarut Penerimaan Siswa Baru di Kota Delta

Sidoarjo Di Bawah Rata-Rata Nasional, SE KPK Jadi Momentum 'Bersih-Bersih' Sengkarut Penerimaan Siswa Baru di Kota Delta

Sabtu, 06 Jun 2026 09:32 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 09:32 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sektor pendidikan di Kabupaten Sidoarjo tengah diguncang sorotan tajam. Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan yang…

Kasus Alih Fungsi TKD Damarsi Jadi Kos Elit Seharga Ratusan Juta, Pidsus Kejari Sidoarjo Periksa Mantan Kades dan LPMD

Kasus Alih Fungsi TKD Damarsi Jadi Kos Elit Seharga Ratusan Juta, Pidsus Kejari Sidoarjo Periksa Mantan Kades dan LPMD

Jumat, 05 Jun 2026 13:26 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 13:26 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo terus mendalami kasus dugaan alih fungsi Tanah Kas Desa (TKD) Damarsi, Kecamatan Buduran,…

Diiringi Hadiah Bunga untuk Bunda, Pelepasan TK Cahaya Kita Magersari Sidoarjo Penuh Berkah dan Makna

Diiringi Hadiah Bunga untuk Bunda, Pelepasan TK Cahaya Kita Magersari Sidoarjo Penuh Berkah dan Makna

Kamis, 04 Jun 2026 18:26 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 18:26 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kelulusan siswa dan siswi Taman Kanak-kanak (TK) Cahaya Kita Magersari, Kecamatan Sidoarjo angkatan ke 24 mulai menjadi lentera…