Serapan Anggaran Pengadaan Hanya 41,2 Persen, Bupati Sidoarjo Janji Evaluasi Beberapa OPD Berkinerja Lemot

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Sidoarjo, Subandi
Bupati Sidoarjo, Subandi

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi berjanji bakal segera mengevaluasi sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sidoarjo yang dinilai berkinerja lambat atau lemot. Evaluasi itu, berdasarkan hasil serapan anggaran di sejumlah OPD di lingkungan Pemkab Sidoarjo yang tergolong masih sangat rendah.

Bahkan berdasarkan data total anggaran Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun 2025 terdapat total anggaran Rp 2,3 triliun lebih. Namun, hingga Minggu kedua September 2025, anggaran yang terealisasi baru sekitar Rp 950 miliar atau sekitar 41,24 persen saja. Padahal, jika mengaca pada maksimalisasi pelayanan di sejumlah OPD seharusnya anggaran yang terserap sekitar 60 sampai 70 persen.

Berdasarkan data pengadaan barang dan jasa (Barjas) di lingkungan Pemkab Sidoarjo ter tanggal 11 September 2025, tercatat masih ada sekira Rp 1,3 triliun lebih anggaran yang belum terserap. Kondisinya mengisyaratkan bakal terpadat Selisih Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) Tahun 2025 sekitar Rp 1 triliun lebih.

"Soal serapan anggaran yang masih 41 persen di beberapa OPD bakal segera kita evaluasi dan kita koreksi. Kan masih ada waktu sekira empat bulan sampai akhir tahun. Koreksi itu, Kita di OPD mana saja yang masih rendah serapannya. Nanti, kita akan dorong untuk segera merealisasikan program -programnya yang sudah disiapkan sebelumnya dalam APBD 2025," ujar Bupati Sidoarjo, Subandi, Jumat (12/09/2025) sore.

Subandi mengaku sudah mengetahui minimnya serapan anggaran di sejumlah OPD di lingkungan Pemkab Sidoarjo itu. Menurutnya, terbanyak pada OPD uang menangani masalah pembangunan atau proyek fisik.

"Kemungkinan, semua masih dalam proses pembangunan dan sampai sekarang berjalan. Sehingga belum terserap semua anggarannya," katanya.

Kendati demikian, lanjut Subandi yang juga mantan Kades Pabean, Kecamatan Sedati ini, saat proyek pembangunan fisik selesai, maka anggaran yang dialokasikan sudah terserap secara maksimal.

"Tapi tetap semua akan kita koreksi dan evaluasi. Agar bisa diketahui secara pasti penyebab lambannya penyerapan anggaran di sejumlah OPD itu," tegasnya.

Salah seorang pemerhati kebijakan publik di Sidoarjo, M Badrus Zaman menilai sejumlah anggaran di OPD yang nilai serapannya sangat minim adalah RSUD RT Notopuro Sidoarjo. Rumah sakit milik Pemkab Sidoarjo ini, sampai saat ini nilai realisasi penggunaan anggarannya baru di sekitar 19,32 persen. Selain itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) realisasinya hanya sebesar 5,68 persen dan Kelurahan Sidokumpul realisasi anggarannya 6,46 persen dan tercatat sebagai OPD dengan serapan anggaran paling rendah.

"Sedangkan untuk OPD yang nilai serapan anggarannya cukup maksimal diantaranya Dinas Kominfo dengan realisasi anggaran sekitar 92,52 persen, disusul Dinas Kesehatan 86,43 persen, dan Kelurahan Wonocolo, Kecamatan Taman sebesar 78,69 persen," ungkap pengamat yang akrab disapa Cak Badrus ini.

Karena itu, Badrus yang juga merupakan aktivis 1998 ini berharap Pemkab Sidoarjo segera mengambil tindakan kongkrit untuk memaksimalkan pemanfaatan dan penggunaan anggaran yang sudah ditetapkan dan direncanakan itu. Diantaranya dengan meningkatkan kinerja dan menjalankan program - program yang sudah dianggarkan.

"Kalau kondisi seperti ini dibiarkan dan berlangsung terus - menerus sampai akhir tahun, yang dirugikan masyarakat Sidoarjo. Sebut saja, untuk pembangunan jalan, karena tidak terealisasi akibatnya masyarakat belum bisa menikmati jalan yang baik. Begitu pula di bidang kesehatan dan pendidikan. Layanan kesehatan yang lamban maupun bangunan sekolah rusak yang tidak diprioritaskan bakal dirasakan warga Sidoarjo," papar Badrus.

Bagi Badrus kondisi keuangan daerah yang serapannya masih minim itu, menjadi alarm (peringatan). Apalagi, kondisi itu sengaja dibiarkan dan setiap OPD hanya bekerja normatif dan standar seperti di awal tahun anggaran 2025.

"Dampaknya angka SILPA bisa tinggi sekitar Rp 1 triliun lebih. Karena alokasi dana APBD tidak terserap dengan baik. Kalau sisa empat bulan ini Pemkab Sidoarjo benar-benar ngebut untuk menghabiskan anggaran yang tersisa sekira Rp 1,35 triliun, justru berpotensi terjadi dugaan penyimpangan anggaran dan tidak ada proses efisiensi. Kami
mendorong setiap OPD lebih baik menjalankan program dan disiapkan pengawasan yang super ketat. Jangan sampai hanya sekadar menggelontorkan APBD tanpa mempertimbangkan hasil akhir maupun dampaknya," tandas Cak Badrus. Hel/Waw

Berita Terbaru

Ketahuan Akali Petugas Pakai Izin Distributor, Bupati Ancam Tutup 3 Toko Miras di Kahuripan Nirvana Village Sidoarjo

Ketahuan Akali Petugas Pakai Izin Distributor, Bupati Ancam Tutup 3 Toko Miras di Kahuripan Nirvana Village Sidoarjo

Sabtu, 01 Agu 2026 07:41 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 07:41 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo mengambil langkah tegas terhadap peredaran Minuman Keras (Miras) ilegal di wilayahnya. Bupati Sidoarjo, Subandi…

Sempat Diproyeksi Defisit, APBD Pemkab Sidoarjo Tahun 2025 Malah Surplus Rp 61,7 Miliar dan Raih WTP Ke 13

Sempat Diproyeksi Defisit, APBD Pemkab Sidoarjo Tahun 2025 Malah Surplus Rp 61,7 Miliar dan Raih WTP Ke 13

Jumat, 31 Jul 2026 17:08 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 17:08 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kinerja pengelolaan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo pada Tahun Anggaran 2025 menorehkan kejutan positif. Sempat…

Ketuk Hati Pengusaha Lain, MPC Pemuda Pancasila Sidoarjo Bagi-Bagi BBM Pertamax Gratis untuk Ratusan Ojol di Candi

Ketuk Hati Pengusaha Lain, MPC Pemuda Pancasila Sidoarjo Bagi-Bagi BBM Pertamax Gratis untuk Ratusan Ojol di Candi

Jumat, 31 Jul 2026 10:05 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 10:05 WIB

​Sidoarjo (republikjatim.com) - Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Sidoarjo menghadirkan inovasi menarik dalam aksi sosial rutinnya. Ji…

Satpol PP Gerak Sendiri Gedor Warkop Remang-Remang di GOR dan Candi Amankan Miras dan Pemandu Lagu

Satpol PP Gerak Sendiri Gedor Warkop Remang-Remang di GOR dan Candi Amankan Miras dan Pemandu Lagu

Kamis, 30 Jul 2026 13:41 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 13:41 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Sidoarjo menggelar razia mendadak menyasar warung kopi (warkop) remang-remang di…

Serap Aspirasi Warga Jabon, Anggota DPRD Jatim Hari Yulianto Dorong Penguatan Ekonomi Lokal dan Sarana Kesehatan

Serap Aspirasi Warga Jabon, Anggota DPRD Jatim Hari Yulianto Dorong Penguatan Ekonomi Lokal dan Sarana Kesehatan

Kamis, 30 Jul 2026 12:25 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 12:25 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kehadiran anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto dalam agenda reses di Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon,…

Darurat Miras dan Pergaulan Bebas, Bupati Subandi Bersama PCNU dan PKB Sidoarjo Siap Tutup Tempat Usaha Ilegal

Darurat Miras dan Pergaulan Bebas, Bupati Subandi Bersama PCNU dan PKB Sidoarjo Siap Tutup Tempat Usaha Ilegal

Rabu, 29 Jul 2026 21:51 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 21:51 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menunjukkan sikap tak main-main dalam memerangi maraknya Penyakit Masyarakat (Pekat).…