Dinyatakan Sakit Usai Diperiksa 4 Jam, Mantan Plt Kepala Dinas P2CKTR Sidoarjo Sandang Status Tahanan Kota

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
KETERANGAN - Kasi Pidsus Kejari Sidoarjo Jhon Franky Ariandi memberi keterangan pers usai pemeriksaan Heri Soesanto terkait dugaan korupsi Rusunawa Tambaksawah, Kecamatan Waru dengan nilai kerugian Rp 9,7 miliar, Selasa (02/09/2025).
KETERANGAN - Kasi Pidsus Kejari Sidoarjo Jhon Franky Ariandi memberi keterangan pers usai pemeriksaan Heri Soesanto terkait dugaan korupsi Rusunawa Tambaksawah, Kecamatan Waru dengan nilai kerugian Rp 9,7 miliar, Selasa (02/09/2025).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (P2CKTR) Pemkab Sidoarjo, Heri Susanto secara resmi berstatus menjadi tahanan kota. Heri Susanto menyandang status tahanan kota setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo.

Dalam keterangan persnya, Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Kejari Sidoarjo, Jhon Franky Ariandi menyatakan Heri Soesanto diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan Rusunawa Tambaksawah, Kecamatan Waru, Sidoarjo dengan nilai kerugian sekitar Rp 9,7 miliar. Beberapa pejabat lainnya, dalam kasus ini juga sudah ditetapkan tersangka dan ditahan.

Sedangkan beberapa tersangka awal dalam kasus pengelolaan Rusunawa ini, sudah menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jawa Timur di JL Raya Juanda, Sidoarjo.

Kendati sudah ditetapkan sebagai tersangka, akan tetapi tim penyidik Pidsus Kejari Sidoarjo tidak menahan pejabat yang menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkab Sidoarjo ini, layaknya para tersangka lainnya. Heri Soesanto hanya berstatus sebagai tahanan kota lantaran alasan kesehatannya. Disebutkan Heri Soesanto menderita sakit stroke pada pembuluh darahnya. Akibatnya, dia membutuhkan perawatan intensif untuk pemulihan kesehatannya.

"Tersangka HS (Heri Soesanto) kami tetapkan sebagai tahanan kota mulai hari ini yakni tanggal 2 sampai 21 September mendatang. Atau selama 20 hari ke depan. Dia jadi tahanan kota, karena alasan kesehatannya itu," ujar Kasi Pidsus Kejari Sidoarjo, Jhon Franky Ariandi, Selasa (02/09/2025) petang.

Selain itu, Jhon Franky menguraikan pemeriksaan terhadap tersangka Heri Susanto berlangsung kurang lebih selama 4 jam. Selama pemeriksaan itu, tersangka disodori dengan 25 poin pertanyaan.

"Selama pemeriksaan Heri Soesanto didampingi pihak keluarga dan penasehat hukumnya," ungkapnya.

Berdasarkan keterangan rekam medis yang diterima Kejari Sidoarjo, lanjut Jhon Franky, tersangka menderita penyakit stroke pada pembuluh darah dalam otak sisi kanan. Selain itu, terdapat gangguan disfungsi jantung dan patah tulang akibat kecelakaan pada bulan Februari Tahun 2025 lalu.

"Saat ini, kondisi HS (Heri Soesanto), dalam kondisi sakit dan membutuhkan perawatan intensif dari tim medis. Meski demikian, dia masih menjalani rawat jalan hingga beberapa waktu ke depan," katanya.

Diketahui berdasarkan datanya, Heri Soesanto menjabat Plt Kepala Dinas P2CKTR Pemkab Sidoarjo pada Tahun 2022 lalu. Jabatan itu, diembannya bersamaan saat Heri Soesanto menjabat sebagai Kepala Bappeda Pemkab Sidoarjo.

Sementara, untuk tersangka mantan Kepala Dinas P2CKTR Pemkab Sidoarjo lainnya, Agoes Boediono Tjahjono Kejari Sidoarjo sudah melayangkan surat pemanggilan. Bahkan juga sudah berkoordinasi dengan keluarganya. Namun, Agoes Boediono Tjahjono masih tidak bisa memenuhi panggilan pemeriksaan tim penyidik Pidsus, Kejari, Sidoarjo.

"Karena AGS (Agoes Boediono Tjahjono) sedang dalam proses penyembuhan penyakit jantung koroner yang dideritanya. Sehingga AGS tidak dapat menjalani pemeriksaan untuk hari ini," tegas Franky.

Diketahui sebelumnya, dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan Rusunawa Tambaksawah, Kecamatan Waru, Sidoarjo ini, terdapat dua tersangka mantan Kepala Dinas P2CKTR Pemkab Sidoarjo lainnya yang ditetapkan tersangka dan langsung ditahan. Keduanya adalah Ir Sulaksono yang menjabat Kepala Dinas P2CKTR periode pertama (2007–2012) dan periode kedua (2017–2021). Kemudian adalah Dwijo Prawito yang menjabat sebagai Kepala Dinas P2CKTR pada periode (2012–2014). Kini keduanya sudah ditetapkan tersangka dan menjalani proses penahan sejak beberapa pekan lalu.

"Para tersangka dalam kasus ini dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 18 serta Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dalam Undang-Undang tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," pungkasnya. Hel/Waw

Berita Terbaru

Laporan Balik Subandi Kandas di Polda Jatim, Rahmat Muhajirin dan Pengacara Sesalkan Penggiringan Opini Dana Pilkada

Laporan Balik Subandi Kandas di Polda Jatim, Rahmat Muhajirin dan Pengacara Sesalkan Penggiringan Opini Dana Pilkada

Minggu, 12 Apr 2026 19:08 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 19:08 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Upaya hukum "perlawanan" yang dilakukan Bupati Sidoarjo, Subandi terhadap mantan anggota DPR RI, Rahmat Muhajirin (RM) menemui…

Balita Gibran Septian Ditemukan Meninggal di Sungai Kalikajang, Berjarak 13 Kilometer dari Titik Awal Tenggelam

Balita Gibran Septian Ditemukan Meninggal di Sungai Kalikajang, Berjarak 13 Kilometer dari Titik Awal Tenggelam

Minggu, 12 Apr 2026 15:35 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 15:35 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) – Perjuangan tim SAR gabungan selama lima hari membuahkan hasil. Balita berusia 2 tahun bernama Gibran Septian, yang dilaporkan t…

Bupati Sidoarjo Sidak RTLH Sekaligus Serahkan Bantuan Kursi Roda dan BPJS Kesehatan untuk Warga Taman

Bupati Sidoarjo Sidak RTLH Sekaligus Serahkan Bantuan Kursi Roda dan BPJS Kesehatan untuk Warga Taman

Sabtu, 11 Apr 2026 19:51 WIB

Sabtu, 11 Apr 2026 19:51 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi berkunjung ke Kecamatan Taman, Sidoarjo, Sabtu (11/04/2026). Dalam kunjungan itu, Subandi menyempatkan…

Jamin Pendidikan Anaknya, Bupati Sidoarjo Serahkan Santunan untuk Keluarga Driver Ojol Korban Kecelakaan

Jamin Pendidikan Anaknya, Bupati Sidoarjo Serahkan Santunan untuk Keluarga Driver Ojol Korban Kecelakaan

Sabtu, 11 Apr 2026 19:27 WIB

Sabtu, 11 Apr 2026 19:27 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum Ambar Hariyanto seorang driver ojek online yang meninggal…

Sidang Perdana Dugaan Korupsi Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Dkk Mulai Disidangkan, Kerahkan 12 Pengacara Kondang

Sidang Perdana Dugaan Korupsi Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Dkk Mulai Disidangkan, Kerahkan 12 Pengacara Kondang

Sabtu, 11 Apr 2026 10:30 WIB

Sabtu, 11 Apr 2026 10:30 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Ponorogo…

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Pemkab Sidoarjo Kuatkan Kolaborasi Profesi Launching Sido Simpati

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Pemkab Sidoarjo Kuatkan Kolaborasi Profesi Launching Sido Simpati

Jumat, 10 Apr 2026 22:55 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 22:55 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan bayi melalui kolaborasi lintas…