Sidoarjo (republikjatim.com) - Para guru dan staf SMK YPM 8 Sidoarjo mengejar acara Doa Bersama di Ruang Hira Gen Z Library SMK YPM 8 Sidoarjo, Senin (01/09/2025). Acara yang diikuti para guru, Wakil Kepala (Waka) dan para staf sekolah itu, untuk keamanan, keselamatan, perdamaian dan kondusifitas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kegiatan dilaksanakan sebelum menjalan tugas mengajar secara daring (on line).
Acara Doa Bersama ini, diawali dengan membaca Surat Yasin, Surat Al Ikhlas, Surat Al Falaq dan Surat An Naas secara bersama-sama. Kemudian, acara dilanjut Doa Bersama.
Seluruh guru terlihat sangat menghayati dan penuh khidmat menjalani acara itu. Acara ditutup tausiyah Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo Dr Kisyanto SM SE MM di Ruang Hira Gen Z Library SMK YPM 8 Sidoarjo.
Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo, Dr Kisyanto mengatakan terdapat beberapa cerita usai adanya beberapa demo, pembukaan dan kerusuhan di beberapa wilayah mulai dari Jakarta hingga beberapa kota/kabupaten di Indonesia kemarin. Bahkan ada beberapa teman seprofesinya yakni kalangan guru, memandang dari berbagai aspek soal kondisi negara ini dalam sepekan terkahir ini.
"Kami melihat ada beragam jawaban kalangan guru menilai peristiwa politik dalam beberapa pekan terakhir ini. Sebagian mereka ada yang peduli dan berempati. Namun ada juga yang tidak peduli alias cuek. Bagi kami, beragam pemikiran itu, menurut saya tidak ada yang standar," ujar Dr Kisyanto usai acara Doa Bersama untuk NKRI.
Menurut Kisyanto yang juga menjabat sebagai Ketua MKKS SMK Swasta Jawa Timur ini, dalam kehidupan sehari-hari semua perbuatan dan tingkah laku harus bisa dipertanggungjawabkan. Terutama, terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan kepercayaannya masing-masing.
"Kalau umat Islam ya kepada Allah SWT, itu pertanggung jawaban yang nomor satu. Artinya secara religi (agama) kita tetap terus belajar dan berani terus memperbaiki diri," ungkapnya.
Kemudian, lanjut Kisyanto kedua harus bisa dipertanggungjawabkan untuk bangsa dan negara. Karena apa pun profesinya semua tetap menjadi warga NKRI.
"Nah, hal ini jangan sampai hilang dan jangan sampai luntur. Walaupun Kiai ngalim dan khusuk sekalipun dalam beribadah, tapi kalau negaranya tidak damai, tidak tenang dan tidak kondusif ya tidak akan bisa beribadah dengan khusuk. Itu urusan ibadah," ungkap guru penggerak yang akrab disapa Pak Kis ini.
Begitu pula saat masalah urusan cari uang, kata Kisyanto tidak akan bisa tenang dan damai ketika negara dalam kondisi tidak aman dan kondusif. Karena itu, sebagai warga negeri NKRI, kata Kisyanto semua pihak harus ikut berfikir, ikut peduli dan ikut tanggung jawab terhadap keamanan bangsa dan negara ini.
"Kita semua tidak boleh cuek (acuh tak acuh) terhadap keberlangsungan negara ini. Apalagi seorang guru dan kepala sekolah kalau cuek-cuekan akan berbahaya bagi para generasi penerus bangsa," tegasnya.
Karena itu, kata Kisyanto melalui Doa Bersama untuk negara dan bangsa di SMK YPM 8 Sidoarjo ini, para guru diajak untuk membiasakan diri peduli dengan situasi dan kondisi bangsa dan negara ini.
"Kegiatan ini, sekaligus What Can I Do (apa yang bisa saya kerjakan). Hal itu yang harus kita lakukan," jelasnya.
Saat ini, Kisyanto bersama para guru SMK YPM 8 Sidoarjo berharap agar NKRI tetap aman dan damai. Kemudian juga dipercepat perbaikannya seperti semula. Artinya semua butuh kondisi negara ini kondusif, nyaman, damai dan masyarakatnya tetap berbahagia serta bukan hidup dalam kondisi tekanan dan serba ketakutan.
"Semoga para pimpinan kita diberikan hidayah, diberi petunjuk dan diberi kekuatan agar kita kembali lagi sesuai dengan cita-cita luhur para pendiri bangsa dan NKRI ini," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi