Sidoarjo (republikjatim.com) - Ribuan siswa dan siswi SMK YPM 8 Sidoarjo menggelar acara Pekan Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 80 (Agustusan) yang dilaksanakan di tiga lokasi berbeda. Selain melaksanakan doa dan dzikir bersama, mereka juga menggelar berbagai pertunjukkan pentas seni. Yakni mulai drama, teatrikal hingga puisi dan musik.
Selain itu, mereka juga menanam 20 pohon Tabebuya di lahan baru yang bakal disiapkan menjadi Green Tecno Park bagi sekolah swasta yang selalu kebanjiran siswa baru ini. Tidak hanya itu, para siswa juga melaksanakan penanaman berbagai jenis sayuran di tepi sungai yang berbatasan langsung antara Desa Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo dan Desa Anggaswangi, Kecamatan Sukodono.
Aksi teatrikal dan drama digelar usai para siswa dan guru melaksanakan pembacaan dzikir dan doa bersama. Teaterikal awal dimulai dari kelompok siswa perwakilan dari Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Mereka membawa tema Kemerdekaan di Masa Kekinian. Kemudian dilanjutkan teatrikal dan drama dari sejumlah perwakilan jurusan lainnya. Rata-rata temannya soal perjuangan kemerdekaan dan semangat nasionalisme serta patriotisme para generasi muda Indonesia.
"Berbagai kegiatan pagi ini merupakan Pekan Agustusan yang dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan ini untuk membangkitkan semangat patriotisme dalan mengisi Kemerdekaan RI. Untuk kegiatannya mulai dari pentas seni, menanam Pohon Tabebuya hingga menanam sayuran tepi sungai. Sebelumnya juga ada berbagai perlombaan yang penyerahan hadiahnya dilaksanakan hari ini," ujar Waka Kurikulum Dr Afthoni ST MM kepada republikjatim.com, Sabtu (16/08/2025).
Penanaman pohon dan sayuran itu, lanjut Afthoni merupakan semangat menjaga lingkungan. Apalagi, saat ini SMK YPM 8 Sidoarjo berencana menyiapkan menjadi sekolah yang dilengkapi dengan Green Tecno Park (mengarah ke sekolah ramah lingkungan dan sekolah dipenuhi penghijauan).
"Program penghijauan ini, sekali lagi kami mengikuti perkembangan global bahwasannya kondisi iklim di dunia saat ini tidak dalam kondisi sedang baik-baik saja. Kami menyiapkan lahan penghijauan ini untuk hidup berkelanjutan (suistainable life style). Jadi sekolah kami sangat menjaga lingkungan sekitar," paparnya.
Berdasarkan perencanaannya, kata Afthoni pihak sekolah menyiapkan lahan kosong di selatan bangunan sekolah. Meski merupakan lahan baru, akan tetapi di lokasi bakal disiapkan menjadi Green Tecno Park SMK YPM 8 Sidoarjo. Didalamnya akan juga dijadikan tempat pameran berbagai hasil produksi dan inovasi siswa dan siswi SMK YPM 8 Sidoarjo.
"Nantinya Green Tecno Park itu menjadi tempat belajar vokasi yang tidak hanya ditujukan untuk siswa SMK/SMA saja. Akan tetapi juga bisa menjadi media pembelajaran bagi siswa SD/MI maupun SMP/MTs. Semua dikembalikan untuk memberikan bekal kreativitas siswa dan tentu siswa kami juga menjiwai rasa patriotisme dalam merebut Kemerdekaan Republik Indonesia di Tahun 1945 itu," tegasnya.
Sementara Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo, Dr Kisyanto SM SE MM mengakui jika kemeriahan dalam puncak kegiatan Peringatan HUT RI ke 80 itu dibuat semeriah mungkin dan sebesar mungkin. Hal ini lantaran saat ini, pihak sekolah sangat prihatin atas rasa nasionalisme yang sudah terus mengalami penurunan dan bahkan drop.
"Drop dan turunnya semangat nasionalisme maupun kecintaan terhadap NKRI ini tidak bisa terus terjadi dan dibiarkan. Karena itu, para siswa dan siswi sebagai calon para pemimpin RI di masa mendatang harus tetap semangat, kuat nasionalismenya dan cinta tanah air. Termasuk kuat daya juang dan daya saingnya untuk kemajuan dan kecintaan terhadap NKRI," jelas Pakar Pendidikan asal Sidoarjo ini.
Kendati demikian, berbagai kegiatan itu juga masih dalam konteks dalam pendidikan karakter siswa. Mulai dari membangkitkan rasa cinta tanah air, nasionalisme, tanggung jawab dan daya juang harus terus diperjuangkan.
"Semua itu konteksnya tetap dalam mencapai tujuan pendirian yakni menyiapkan siswa yang lulus dengan pendidikan karakter (character building) yang kuat," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi