Sidoarjo (republikjatim.com) - Seorang perempuan yang diperkirakan berusia 50 tahun tewas tertabrak Kereta Api (KA) Jenggala jurusan Sidoarjo - Surabaya, Rabu (06/08/2025). Korban tewas tidak jauh dari lokasi awal tertabrak KA di depan PT Maspion III Desa Tebel, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo.
Saat ditemukan warga, kondisi korban sudah tergeletak sekitar 50 meter dari lokasi awal korban tertabrak KA Jenggala. Tubuh korban dalam posisi tertelungkup dan didekatnya terdapat sepasang sandal jepit merah yang tergeletak. Dugaan sementara korban lengah saat melintasi rel KA di depan p
Pabrik Maspion hingga tertabrak KA itu.
Saat jenazah korban ditemukan tidak ada identitasnya sama sekali. Bahkan dari pihak keluarga sampai jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Porong tidak ada pihak keluarga yang mengakuinya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan ciri - ciri korban memiliki tubuh agak gemuk, usainya sekitar 50 tahun dan berambut lurus. Saat tertabrak KA, korban menggunakan pakaian atasan hitam dan bawahan hitam.
"Saat petugas datang ke lokasi kejadian, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Saat dievakuasi jenazah korban berusia sekitar 50 tahun ini, tidak membawa identitas dan belum ada keluarga yang datang ke lokasi kejadian," ujar Kapolsek Gedangan, Kompol Ari Priambodo di lokasi kejadian.
Ari memastikan jika KA yang menabrak korban adalah KA Jenggala. Kronologinya, diperkirakan saat kejadian korban menyeberang dari arah timur menuju barat melintasi rel KA. Diduga korban tidak konsentrasi sehingga tertabrak KA Jenggala itu.
"Korban kurang konsentrasi saat melintasi rel KA itu. Petugas mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong. Untuk proses identifikasi dan pencarian keluarga masih terus dilakukan. Petugas mengimbau warga yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera menghubungi Polsek Gedangan atau rumah sakit terdekat," tegasnya.
Sementara salah seorang saksi di lokasi kejadian, Liman warga setempat yang beraktivitas tidak jauh dari lokasi kejadian mengaku mendengar suara bel peringatan KA Jenggala beberapa saat sebelum kecelakaan itu terjadi.
"Sebelum kecelakaan, saat saya masih di warung membuat klepon untuk dijual mendengar bel kereta yang bunyi terus-menerus. Saya merasa tidak. Kemudian, saya berdiri melihat ada seseorang yang tertabrak kereta itu," urainya.
Pria 51 tahun ini menguraikan tidak ada satu pun warga sekitar yang mengenali korban.
"Tidak tahu siapa wanita itu, warga sekitar juga tidak ada yang tahu atau mengenalinya," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi