Sidoarjo (republikjatim.com) - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo memperingati Hari Lahir (Harlah) PKB ke 27 Tahun 2025 dengan berbagai acara. Setelah menggelar silaturahmi ke beberapa Pondok Pesantren (Ponpes), para pengurus DPC PKB Sidoarjo juga berziarah ke makam para ulama di Sidoarjo, Minggu (20/07/2025).
Kegiatan ziarah kubur para auliya ini dimulai saat rombongan dipimpin Ketua DPC PKB Sidoarjo Abdillah Nasih dan Ketua Dewan Syuro KH Atho’illah berangkat dari kantor DPC PKB di JL Airlangga, Sidoarjo. Para pengurus yang ikut acara itu diantaranya M Dhamroni Chudlori (Ketua Fraksi PKB) serta beberapa anggota DPRD Sidoarjo. Diantaranya H Usman, M Rojik, Rizza Ali Faizin dan Hj Ainun Jariyah serta beberapa fungsionaris maupun kader DPC PKB Sidoarjo lainnya.
Acara berjalan khidmat. Rombongan keluarga besar partai berlambang bola dunia dikeliling sembilan bintang itu, secara maraton berziarah ke makam satu persatu para ulama Nahdlatul Ulama (NU) Sidoarjo. Mereka melakukan tabur bunga, sekaligus berdoa di makam para ulama itu. Diantaranya makam KH Abdy Manaf, KH Badrussholeh, KH Imron Hamzah dan KH Sholeh Qosim. Selain itu, rombongan juga berziarah ke makam KH Faishol Ridwan, KH Usman Bachri, KH Hamim Lukman, KH Anas Al Ayyubi dan KH Nasihuddin.
"Kegiatan ini menjadi penghormatan kami kepada para auliyah. Dalam berziarah ini kita berharap mendapat keberkahan dari para ulama pada momentum Harlah PKB ke 27 ini," ujar Ketua DPC PKB Sidoarjo, Abdillah Nasih kepada republikjatim.com, Minggu (20/07/2025).
Politisi senior PKB yang akrab disapa Cak Nasih ini menjelaskan dalam perspektif Islam maupun Nahdlatul Ulama (NU), berziarah kubur merupakan tradisi yang dianjurkan dan memiliki beberapa hikmah. Yakni baik bagi peziarah maupun orang yang diziarahi. Tujuan utama ziarah ke makam ulama bisa pula sebagai pengingat kematian, mendoakan ahli kubur dan mengambil pelajaran dari kehidupan mereka.
"Ziarah bisa menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mempererat tali silaturahmi dengan ulama terdahulu. Berziarah menjadi sarana untuk mendoakan sekaligus mencari keberkahan dari orang-orang saleh. Terutama, peran dan jasa para ulama dalam membesarkan PKB sangat besar. Jadi kegiatan ziarah ini bentuk takdzim kami untuk selalu mengingat perjuangan para kiai dalam menjaga umat serta turut membesarkan PKB," tebas Cak Nasih yang juga menjabat Ketua DPRD Sidoarjo ini.
Sebelumnya, para pengurus DPC PKB Sidoarjo telah menggelar silaturahmi ke beberapa pondok pesantren di Sidoarjo. Diantara berkunjung ke Ponpes di Junwangi, Tanggulangin, Sukolegok, hingga Pondok Pesantren Al Khozini Buduran.
"Melalui peringatan Harlah ke 27 ini kami berharap dapat menjadi ruang refleksi bagi penguatan konsolidasi organisasi. Sehingga menjadi sebuah momentum yang memberi makna, sekaligus semakin menumbuhkan semangat partai untuk terus berjuang demi kemaslahatan umat, bangsa dan negara yang akar perjuangannya bersumber dari pesantren dan para ulama," pintanya.
Sementara dalam peringatan Harlah ini, DPC PKB Sidoarjo juga mengggelar sejumlah lomba mulai paduan suara Mars PKB dan lagu-lagu daerah, sebagai wujud kepedulian kearifan lokal. Diantaranya lagu daerah yang dilombakan Lontong Kupang, Petis Sidoarjo hingga lagu bertema Gemah Ripah Loh Jinawi.
"Semua kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian partai. Bahkan, sekaligus berkontribusi dalam mengangkat kembali identitas budaya lokal. Jangan sampai lagu-lagu khas Sidoarjo kalah gaungnya dibanding daerah lain," pungkas Nasih seraya menambahkan sebagai puncak acara Harlah bakal digelar Doa Bersama (Istighotsah) pada 22 Juli 2025 besok. Ary/Waw
Editor : Redaksi