Sidoarjo (republikjatim.com) - Prosesi penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026 di SMK YPM 8 Sidoarjo berbeda dengan sejumlah sekolah setingkat lainnya di Sidoarjo. Ratusan guru serta 686 siswa dan siswi baru SMK YPM 8 Sidoarjo diajak bersih-bersih sungai sepanjang Desa Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo hingga Desa Anggaswangi, Kecamatan Sukodono, Jumat (18/07/2025) pagi.
Tidak hanya membersihkan sungai dari rerumputan, pohon dan sampah, akan tetapi para siswa dan siswi baru ini juga diajak terjun langsung untuk menaburkan benih ikan 17.750 ekor ke sungai yang baru dibersihkan itu. Mereka juga diminta mengumpulkan sampah, rerumputan dan ranting pohon untuk dinaikkan ke bak truk sampah dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo untuk dikirim ke Tempat Penampungan Akhir (TPA) di Kecamatan Jabon.
Sejak pagi, usai apel para siswa dan siswi baru yang membawa peralatan bersih-bersih mulai sapu ijuk, sabit, cangkul dan pisau ini langsung diarahkan menuju sungai yang berada di utara bangunan SMK YPM 8 Sidoarjo. Selanjutnya, mereka langsung membersihkan area dalam sungai dengan masuk sungai dan membersihkan dinding serta pembatas kanan kiri sungai.
Ketua Yayasan YPM, Achmad Makki yang hadir dalam acara penutupan MPLS ini, meminta kegiatan bersih - bersih sekitar lingkungan sekolah ini dilaksanakan secara istiqomah. Hal ini, lantaran pihaknya yakin kegiatan positif itu bakal memberi inspirasi bagi masyarakat umum untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, kantor dan sekolah.
"Kegiatan positif ini harus dilaksanakan istiqomah karena bisa memberi inspirasi masyarakat. Membudayakan kebiasaan harus terus menerus. Bahkan bisa mengedukasi masyarakat agar cinta dan peduli terhadap lingkungan masing-masing," ujar Gus Achmad Makki kepada republikjatim.com, Jumat (18/07/2025).
Lebih jauh, Gus Makki menguraikan selama ini kondisi sungai di Sidoarjo dibiarkan kotor, kumuh dan dipenuhi sampah. Namun, dalam beberapa bulan terakhir baru ada perhatian dari Pemkab Sidoarjo untuk membersihkan sungai sekaligus memberikan himbauan dan larangan membuang sampah di sungai.
"Alhamdulilah sekarang sudah ada perhatian pemerintah daerah. Mulai ada gerakan bersih-bersih sungai dan larangan membuang sampah sembarangan termasuk larangan membuang sampah ke sungai sebagai tindakan preventif (pencegahan). Kalau
permasalah sungai belum menjadi ditangani serius maka banjir dimana-mana. Karena sungai melewati berbagai daerah. Kalau tidak dikerjakan serentak tidak akan selesai masalah banjir," paparnya.
Hal yang hampir sama disampaikan Waka Kurikulum SMK YPM 8 Sidoarjo, Dr Afthoni ST MM. Menurutnya, pihak sekolah mengajak para siswa dan siswi baru untuk menjaga dan mencintai lingkungan sekitarnya. Termasuk soal mencintai lingkungan sungai.
"Kegiatan rutin ini akan mulai dengan mengajak para siswa baru cinta dan peduli terhadap lingkungan sekitar dan sungai. Hal ini sesuai dengan tema MPLS Tahun 2025 di YPM 8 Sidoarjo," tegasnya.
Selain itu, Afthoni mengungkapkan para siswa dan guru tidak hanya membersihkan sungai. Akan tetapi juga menebar benih ikan 17.750 ekor. Jumlah ini disesuaikan dengan jumlah siswa, guru dan karyawan di SMK YPM 8 Sidoarjo ada 1.175 orang.
"Artinya menabur benih ikan ini disedahkan per individu 10 ekor ikan. Totalnya menjadi 17.750 ekor itu. Jadi total ikan lele dan mujahir itu disebarkan di Sungai Sarirogo dan Sungai Anggaswangi yang berdekatan dengan lingkungan sekolah ini. Bahkan setiap tahun juga bisa menabur benih ikan secara bergiliran di kedua desa itu," urainya.
Sementara salah seorang siswa baru, M Ali mengakui ajaran yang diberikan para guru di SMK YPM 8 Sidoarjo harus dipraktekkan dan direalisasikan langsung. Karena itu, dirinya dan teman-temanya rela terjun untuk membersihkan sungai di Anggaswangi itu.
"Meksi basah-basahan dan terlihat kotor tapi kami menikmati semua. Karena diajak langsung praktik mencintai lingkungan alam dan sungai," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 686 peserta didik baru yang disebut sebagai Ksatria Muda SMK YPM 8 Sidoarjo mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026, Sabtu (12/07/2025). Ratusan siswa dan siswi baru ini, saat pembukaan dimasukkan Kompi Kavaleri Panser III/TSC yang ada di JL Raya Desa Sumput, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo.
Di komplek militer ini, mereka akan digembleng soal kedisiplinan, karakter dan rasa cinta sekaligus nilai-nilai kebangsaan sekaligus bela negara. Selain itu, mereka juga bakal digembleng menjadi pribadi yang percaya diri dan kompak bersama teman-temannya.
Program kerjasama antara SMK YPM 8 Sidoarjo dan Kompi Kavaleri Panser III/TSC Sidoarjo ini sudah berjalan selama lima tahun terakhir. Hal ini dibuktikan setiap pembukaan MPLS setiap tahun para siswa dan siswi baru harus mengikuti pendidikan di komplek militer ini selama tiga hari berturut-turut.
Mulai pagi ratusan siswa dan siswi baru ini, memakai seragam abu-abu dan putih. Mereka dikirab yang diawali grup drum band SMK YPM 8 Sidoarjo berjalan kaki, jaraknya sekitar 2 kilometer dari sekolah yang ada di JL Raya Desa Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo menuju Barak Militer Kompi Kavaleri Panser III/TSC Desa Sumput, Kecamatan Sidoarjo.
Memasuki komplek militer ini, ratusan siswa langsung disambut petugas Kompi Kavaleri Panser III menuju lapangan untuk menjalani prosesi upacara pembukaan MPLS SMK YPM 8 Sidoarjo. Pembukaan MPLS ini dipimpin langsung Waka Kurikulum Dr Afthoni ST MM.
Sedangkan untuk pelaksanaan pembinaan kedisiplinan dan bela negara dipimpin langsung Wakil Komandan (Wadan) Kompi Kavaleri Panser III Sumput, Letda Kav Puthut Ananta Wibowo bersama tim petugas pendamping siswa lainnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi