Gegara Buka Aplikasi Undangan Nikah, Penipuan Lewat WA Mengatasnamakan Kades Candinegoro Picu Teman Merugi Rp 67 Juta

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
KORBAN - Kepala Desa (Kades) Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Semaun (68) yang nomor telepon pribadinya dihack atau diretas dan disusupi secara ilegal oleh pihak lain menyebabkan kerugian bagi rekan kerjanya hingga Rp 67 juta, Sabtu (12/07/2025).
KORBAN - Kepala Desa (Kades) Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Semaun (68) yang nomor telepon pribadinya dihack atau diretas dan disusupi secara ilegal oleh pihak lain menyebabkan kerugian bagi rekan kerjanya hingga Rp 67 juta, Sabtu (12/07/2025).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Modus penipuan melalui proses peretasan atau phising dengan trik menyebarkan malware melalui file APK (Android Package) surat undangan pernikahan tengah marak melalui pesan WhatsApp (WA). Kali ini modus penipuan itu, kembali terjadi dan membawa korban dengan kerugian materiil mencapai Rp 67 juta.

Kondisi ini terjadi dan dialami Kepala Desa (Kades) Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Semaun. Pria 68 tahun ini mengaku Handphone (HP) atau nomor telepon pribadinya di-hack atau diretas dan disusupi secara ilegal oleh pihak lain.

"Benar HP saya jadi korban penipuan kena hacker lewat WhatsApp (WA). Pada Kamis (10/07/2025) siang, nama-nama rekan kerja dan semua nomor telepon di HP saya hilang semua. Terus saya minta tolong ke anak saya, kata anak saya ditunggu 11 jam HP akan aktif lagi," ujar Kades Candinegoro Semaun, Sabtu (12/07/2025) saat dikonfirmasi.

Selain itu, Semaun menguraikan awalnya dirinya tidak mengerti tiba-tiba HP miliknya mengalami troubel (bermasalah). Hal itu, kemungkinan gara-gara membuka pesan APK undangan pernikahan yang dikirim lewat WhatsApp (WA). Kemudian, keesokan harinya Jumat (11/07/2025) ada rekan kerja ke rumah mengantarkan obat mata sembari bilang ke Pak Kades bahwa sudah mentransfer uang sebesar Rp 30 Juta.

"Ke Rumah ada Kaji Djapi setelah HP saya trouble, mengaku sudah transfer Rp 30 juta. Kemudian Kaji Sholeh rekan kerja dari Desa Sambungrejo mengaku juga sudah transfer Rp 37 juta," ungkap Kades ini.

Padahal, sebenarnya para korban yang sudah transfer uang itu awalnya curiga. Karena Kades Candinegoro saat ini matanya sedang sakit. Sehingga tidak bisa SMS atau WhatsApp. Kemungkinan hanya bisa komunikasi melalui via telepon GSM.

"Saya menghimbau kepada masyarakat setelah HP saya diretas, agar segera memblokir nomor telepon pribadi saya. Karena yang menjadi korban rekan-rekan kerja saya. Akibatnya, saya merasa kasihan ini. Saya akan berupaya mencari jalan solusinya," tegas Kades Semaun yang berencana melaporkan peristiwa yang dialaminya ini ke Polresta Sidoarjo.

Sementara salah seorang korban penipuan Tri warga Krian mewakili kerabatnya Kaji Yapi yang menjadi salah satu korban mengaku sudah mentransfer sebesar Rp 30 juta ke rekening BRI atas nama Dzikry Hariadi dengan nomor rekening 1748 0100 4732 505.

"Kerabat saya Kaji Djapi (55) wara Desa Cadinegoro mendapatkan WA dari nomornya Pak Kades, tanpa konfirmasi karena ketika di telepon tidak bisa. Akhirnya, keluarga saya langsung mentransfer Rp 30 juta itu. Karena waktu itu, kerabat saya sedang ada kerjasama sama hubungan kerja dengan Pak Kades Candinegoro," ungkapnya.

Kini Tri berharap dalam peristiwa ini yang terpenting masyarakat lain atau masyarakat Candinegoro dan sekitarnya tidak mengalami kerugian akibat kejahatan atau penipuan melalui pesan WhatsApp itu.

"Sudah cukup dua korbannya saja Kaji Djapi dan Kaji Sholeh. Semoga tidak ada orang lain mengalami kerugian dan nama baik Pak Kades dapat baik kembali. Kita jangan pernah membuka dan mendownload link yang dikirim penipu dan sebaiknya langsung hapus saja," tandasnya.

Diketahui aplikasi pesan WhatsApp hampir digunakan untuk berbagai kebutuhan khususnya di Indonesia. Namun, para pengguna aplikasi WhatsApp tampaknya masih perlu berhati-hati lantaran banyak modus penipuan yang memakan korban melalui aplikasi pesan itu.

Kebanyakan penipuan lewat WhatsApp memanfaatkan file APK yang dikirim acak ke nomor HP orang lain. Tujuannya, agar penerima chat mengklik dan mendownload file kemudian tanpa sadar menginstal aplikasi jahat di HP nya itu.

Cara pembobolan yang disebut sebagai phising ini serupa dengan kejahatan mengirim link lewat email. Penipu online berharap agar penerima email atau WhatsApp memberikan akses secara tanpa sadar hingga HP atau akun finansial bisa diambil alih atau dibajak. Hel/Waw

Berita Terbaru

Survei Anjlok, Anas Urbaningrum Sentil Pemerintahan Prabowo, Layangkan 5 Resep Cerdas Raih Kepercayaan Publik

Survei Anjlok, Anas Urbaningrum Sentil Pemerintahan Prabowo, Layangkan 5 Resep Cerdas Raih Kepercayaan Publik

Sabtu, 01 Agu 2026 21:51 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 21:51 WIB

Jakarta (republikjatim.com) - Belum genap dua tahun menahkodai Indonesia, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diterpa angin kencang. Hal itu, ditandai…

Ketahuan Akali Petugas Pakai Izin Distributor, Bupati Ancam Tutup 3 Toko Miras di Kahuripan Nirvana Village Sidoarjo

Ketahuan Akali Petugas Pakai Izin Distributor, Bupati Ancam Tutup 3 Toko Miras di Kahuripan Nirvana Village Sidoarjo

Sabtu, 01 Agu 2026 07:41 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 07:41 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo mengambil langkah tegas terhadap peredaran Minuman Keras (Miras) ilegal di wilayahnya. Bupati Sidoarjo, Subandi…

Sempat Diproyeksi Defisit, APBD Pemkab Sidoarjo Tahun 2025 Malah Surplus Rp 61,7 Miliar dan Raih WTP Ke 13

Sempat Diproyeksi Defisit, APBD Pemkab Sidoarjo Tahun 2025 Malah Surplus Rp 61,7 Miliar dan Raih WTP Ke 13

Jumat, 31 Jul 2026 17:08 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 17:08 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kinerja pengelolaan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo pada Tahun Anggaran 2025 menorehkan kejutan positif. Sempat…

Ketuk Hati Pengusaha Lain, MPC Pemuda Pancasila Sidoarjo Bagi-Bagi BBM Pertamax Gratis untuk Ratusan Ojol di Candi

Ketuk Hati Pengusaha Lain, MPC Pemuda Pancasila Sidoarjo Bagi-Bagi BBM Pertamax Gratis untuk Ratusan Ojol di Candi

Jumat, 31 Jul 2026 10:05 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 10:05 WIB

​Sidoarjo (republikjatim.com) - Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Sidoarjo menghadirkan inovasi menarik dalam aksi sosial rutinnya. Ji…

Satpol PP Gerak Sendiri Gedor Warkop Remang-Remang di GOR dan Candi Amankan Miras dan Pemandu Lagu

Satpol PP Gerak Sendiri Gedor Warkop Remang-Remang di GOR dan Candi Amankan Miras dan Pemandu Lagu

Kamis, 30 Jul 2026 13:41 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 13:41 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Sidoarjo menggelar razia mendadak menyasar warung kopi (warkop) remang-remang di…

Serap Aspirasi Warga Jabon, Anggota DPRD Jatim Hari Yulianto Dorong Penguatan Ekonomi Lokal dan Sarana Kesehatan

Serap Aspirasi Warga Jabon, Anggota DPRD Jatim Hari Yulianto Dorong Penguatan Ekonomi Lokal dan Sarana Kesehatan

Kamis, 30 Jul 2026 12:25 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 12:25 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kehadiran anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto dalam agenda reses di Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon,…