Tumbuhkan Budaya Kompetitif, MKKS SMA Negeri Sidoarjo Desak Pengurangan Kouta Jalur Zonasi di PPDB 2025

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sekretaris MKKS SMA Negeri Kabupaten Sidoarjo, Dr Karyanto
Sekretaris MKKS SMA Negeri Kabupaten Sidoarjo, Dr Karyanto

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Sidoarjo mendesak pemerintah pusat untuk mengurangi kuota jalur zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2025 mendatang. Bahkan berdasarkan hasil kajian MKKS Kabupaten/Kota dan Provinsi Jawa Timur, selayaknya kuota zonasi dalam PPDB Tahun 2025 hanya sekitar 5 persen atau setara jalur afirmasi.


"Sudah sejak lama teman-teman MKKS baik Provinsi Jatim maupun kabupaten/kota ada perubahan pada kuota jalur zonasi saat PPDB. Karena zonasinya terlalu besar sekitar 50 persen dari total siswa yang diterima di sekolah negeri," ujar Sekretaris MKKS SMA Negeri Sidoarjo, Dr Karyanto kepada republikjatim.com, Sabtu (21/12/2024).


Menurut Karyanto yang juga pengurus MKKS SMA Negeri Provisi Jatim ini, dampak dari adanya penerapan sistem zonasi dengan kuota besar dapat melahirkan mentalitas anak (peserta) didik tidak kompetitif. Hal ini, lantaran para calon siswa peserta didik rata-rata tidak mengandalkan prestasi akademik dan non-akademik saat hendak masuk ke sekolah favorite yang diharapkan. Akan tetapi sudah terpatri dipikiran para calon peserta didik untuk mengandalkan jarak rumah dengan sekolah.


"Termasuk orangtua siswa akan kesulitan memotivasi anak-anaknya. Karena anaknya tahu kalau mau masuk ke sekolah idaman (yang diharapkan) cukup dengan mengandalkan jarak. Jadi, tidak ada lagi semangat atau cara meraih prestasi. Akhirnya, motivasi belajar anak didik rendah dan kemampuan orangtua memotivasi anaknya berkurang. Karena stigma jarak yang menjadi andalan itu," ungkap doktor yang ahli dalam penyusunan sistem dan desain pendidikan ini.


Tidak hanya itu, lanjut Karyanto yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 4 Sidoarjo ini, dampak lainnya sistem zonasi adalah tidak tumbuh kembangnya kemampuan akademik yang kompetitif. Bagi Karyanto saat para pelajar tidak memiliki budaya belajar yang maksimal dan kemampuan berkompetisi secara akademik dan non-akademik, maka ke depan generasi muda di Indonesia akan berkembang bukan dari generasi yang kompetisi dengan baik.


"Idealnya berdasarkan kajian teman-teman MKKS saat ini kuota jalur zonasi selayaknya dibawa 10 persen. Bila perlu kuotanya tinggal 5 persen atau setara jalur afirmasi di proses PPDB Tahun 2025 besok. Sedangkan kuota anak-anak dari jalur prestasi akademik dan non-akademik ini bisa bertambah. Agar budaya berkompetisi dan belajar maksimal hidup lagi diantara para pelajar kita," tegas Karyanto yang juga pernah menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 1 Krian ini.


Selain itu, lanjut Karyanto dampak terburuk lainnya adalah adanya dugaan proses pemindahan Kartu Keluarga (KK) agar mendapatkan jarak terdekat dari sekolah. Sedangkan proses pemindahan KK ini diduga melibatkan banyak lembaga mulai setingkat RT, RW, Kades/Lurah hingga Camat dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).


"Kalau kuota zonasi dikurangi kami yakin sebagai pendidik proses dugaan titip nama siswa di KK akan berkurang. Kami berharap keluhan kami sebagai tenaga pendidik di daerah ini didengarkan dan disetujui pemerintah pusat (Kementerian Pendidikan)," pintanya.


Apalagi, saat ini hampir seluruh pengurus MKKS baik setingkat kabupaten/kota maupun Provinsi Jawa Timur merasa sangat siap dengan pengurangan kuota zonasi dalam PPDB tahun depan. Alasannya, SMA Negeri sebagai lembaga akademik, harus memiliki ukuran (nilai) akademik.


"Artinya yang layak masuk SMA Negeri itu memang anak-anak (peserta) didik yang punya prestasi baik akademik maupun non-akademik. Makanya setiap ada evaluasi PPDB kami selalu berharap agar kuota zonasi selalu dikurangi. Karena kalau lebih banyak siswa berprestasi di sekolah tertentu maka akan tumbuh lagi semangat berkompetisi dan bersaing diantara para siswa kita," jelasnya.


Sementara salah seorang pengamat pendidikan yang juga konsen di dalam dunia pendidikan di Sidoarjo, S Makin Rahmat menegaskan meski kuota zonasi dikurangi tetap harus ada proses mixing dalam PPDB di Tahun 2025 mendatang. Misalnya dari kuota 30 siswa jalur zonasi yang bakal diterima di sekolah tertentu, sedangkan pendaftarnya mencapai 90 calon siswa. Maka dibutuhkan tes akademik agar masuk dalam rangking 30 kuota itu.


"Artinya biar di jalur zonasi itu tidak semata-mata hanya mengandalkan jarak rumah dengan sekolah saja. Tapi tetap harus ada kemampuan akademiknya agar bisa bersaing dengan siswa lainnya saat masuk di sekolah yang diharapkan itu," paparnya.


Sementara acara terpisah Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka mengakui sistem PPDB jalur zonasi sudah banyak dikeluhkan di beberapa daerah. Karena itu, akan menjadi bahan evaluasi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk formulasi dan kuota PPDB di Tahun 2025 mendatang.


"Tidak dihapus semua jalur zonasi. Hanya kemungkinan besar kuotanya dikurangi dan yang jalur prestasi diperbesar kuotanya," tandasnya. Ary/Onl/Waw

Berita Terbaru

Lima Tahun Dibangun, Bupati Sidoarjo Resmikan Masjid Al Ikhlas di Perumahan Pabean Asri Sedati

Lima Tahun Dibangun, Bupati Sidoarjo Resmikan Masjid Al Ikhlas di Perumahan Pabean Asri Sedati

Minggu, 01 Feb 2026 13:15 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 13:15 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi meresmikan Masjid Al Ikhlas di Perumahan Pabean Asri, Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Sabtu…

Tiru Jejak Surabaya, Perumda Delta Tirta Sidoarjo Targetkan Cakupan Layanan Pelanggan Hingga 100 Persen

Tiru Jejak Surabaya, Perumda Delta Tirta Sidoarjo Targetkan Cakupan Layanan Pelanggan Hingga 100 Persen

Sabtu, 31 Jan 2026 18:52 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 18:52 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Delta Tirta Sidoarjo tengah memacu akselerasi layanan air bersih bagi masyarakat Sidoarjo.…

Revitalisasi Alun-Alun Rp 24,6 Miliar Jadi Kado Spesial Saat Sidoarjo Masuki Usia ke 167

Revitalisasi Alun-Alun Rp 24,6 Miliar Jadi Kado Spesial Saat Sidoarjo Masuki Usia ke 167

Sabtu, 31 Jan 2026 16:30 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 16:30 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke 167 Tahun 2026 menjadi momentum refleksi sekaligus afirmasi atas berbagai…

Milad Emas ke 50, Smamda Sidoarjo Bertransformasi Menuju Outstanding School Sekaligus Siapkan Kelas Unggulan

Milad Emas ke 50, Smamda Sidoarjo Bertransformasi Menuju Outstanding School Sekaligus Siapkan Kelas Unggulan

Sabtu, 31 Jan 2026 15:16 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 15:16 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dalam merayakan usia setengah abad, SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo menggelar rangkaian Milad ke 50 dengan mengusung…

Harjasda ke 167, KB TK Al Muslim Gelar Perayaan Edukatif Tumbuhkan Rasa Percaya Diri dan Cinta Kota Delta

Harjasda ke 167, KB TK Al Muslim Gelar Perayaan Edukatif Tumbuhkan Rasa Percaya Diri dan Cinta Kota Delta

Sabtu, 31 Jan 2026 11:15 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 11:15 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - KB TK Al Muslim menggelar perayaan bertema Bangga Sidoarjo yang diikuti sekitar 170 siswa dari jenjang Kelompok Bermain (KB) dan…

Syukuran Harjasda ke 167, Bupati Ajak Seluruh Masyarakat Jadikan Momen Refleksi dan Penguatan Nilai Kebersamaan

Syukuran Harjasda ke 167, Bupati Ajak Seluruh Masyarakat Jadikan Momen Refleksi dan Penguatan Nilai Kebersamaan

Sabtu, 31 Jan 2026 08:57 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 08:57 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kabupaten Sidoarjo memperingati Hari Jadinya yang ke-167. Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ini, sebagai tonggak…