Sidoarjo (republikjatim.com) - Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati, Achmad Amir Aslichin (Mas Iin) dan Edy Widodo (Abah Edi) yang kerap disebut SAE memiliki lima catatan penting soal pelaksanaan Pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo 2024 kemarin. Kelima poin itu, disampaikan di akhir acara Silahturahmi dengan seluruh relawan di Resto Handayani di JL Raya Kahuripan Nirvana Village (KNV) Sidoarjo, Minggu (15/12/2024).
Dalam acara itu, kelima catatan Pilkada Sidoarjo 2024 itu, dibacakan Ketua Tim Pemenangan Paslon SAE, H Usman M Kes didampingi Cabup Mas Iin beserta para Ketua Partai pendukung Paslon Nomor urut 2 itu.
Kelima catatan yang ditandatangani Ketua Tim Pemenangan Paslon SAE, H Usman M Kes dan Sekretaris Tim Pemenangan Paslon SAE, Samsul Hadi SE MM itu diantaranya Gelaran Pilkada Tahun 2024 telah dibarengi sebaran kampanye hitam. Kemudian soal netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) penyelenggara pemerintahan ditingkat desa/kelurahan dan Pemerintahan Kabupaten Sidoarjo tidak terjaga optimal.
"Urusan menang dan kalah menurut kami sudah merupakan suatu keniscayaan yang memang harus kami terima sebagai sebuah konsekuensi dari setiap kontestasi Pilkada. Tentunya kami harus menerimanya dengan lapang dada. Namun demikian kami tidak menitik beratkan pada hasil Pilkadanya," ujar Ketua Tim Pemenangan Paslon SAE, H Usman M Kes saat membacakan kelima catatan itu.
Selain itu, lanjut Usman meski pihaknya memiliki banyak bukti adanya tindakan yang mencederai nilai proses demokrasi di Sidoarjo. Bahkan hal itu, diduga dilakukan secara Terstruktur, Sistematik dan Masif (TSM). Karena adanya indikasi penetrasi sosial (intimidasi)
secara psikologis kepada aparatur desa/kelurahan, ASN hingga tokoh masyarakat dan Tokoh Ormas agar berpihak kepada paslon lain.
"Praktik kecurangan semacam ini perlu perhatian serius. Kalau prinsip kejujuran dan keadilan diabaikan, potensi kerugian akan dirasakan berbagai pihak dan ini catatan penting agar praktik semacam ini tidak terus berulang di masa mendatang. Mengingat, dampaknya tidak hanya merugikan terhadap paslon SAE, tetapi juga
masyarakat yang menginginkan Pemilu bersih, jujur dan adil. Sekaligus referensi penting bagi KPUD Sidoarjo, Bawaslu, Panwas, Aparatur Sipil Negara, Aparatur Penegak Hukum, Tokoh Masyarakat serta warga Sidoarjo secara umum," ungkap Usman yang juga politisi senior PKB Sidoarjo ini.
Sedangkan terakhir, tim Pemenangan SAE tetap menghormati hasil Pilkada Serentak 2024. Pihaknya, mengucapkan selamat kepada pasangan H Subandi dan Hj Mimik Idayana sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Periode 2025- 2030. Sesuai catatan rekapitulasi
penghitungan KPUD Sidoarjo, H Subandi - Mimik Idayana unggul 155.879 dukungan suara dari paslon nomor 2 H Achmad Amir Aslichin - H Edy Widodo.
"Atas nama seluruh Tim Pemenangan dan Paslon, kami mengucapkan terima kasih kepada pengurus parpol pengusung PKB, PDI Perjuangan, PAN, PKS, Nasdem, PPP, PSI, Partai Gelora, PBB dan Partai Ummat serta Tim Pemenangan serta para relawan SAE. Begitu juga kami ucapkan terima kasih kepada seluruh warga Sidoarjo yang turut bekerjasama memperjuangkan Sidoarjo Bangkit dan Bermartabat," tegas politisi PKB Dapil 1 Kecamatan Sidoarjo, Buduran dan Kecamatan Sedati ini.
Sementara Cabup Sidoarjo Achmad Amir Aslichin yang akrab disapa Mas Iin memberikan apresiasi tertinggi atas kinerja Tim Pemenangan SAE serta seluruh relawan yang telah mendukungnya selama pesta demokrasi Pilbup Sidoarjo Tahun 2024 kemarin.
"Bagi kami para relawan ini sangat luar biasa. Bahkan kerja kerasnya sampai larut malam dan pagi untuk sosialisasikan. Bahkan sebagian pakai uangnya sendiri. Terima kasih semuanya, kami sangat mengapresiasi semangat kebersamaan ini," ungkapnya.
Selain itu, Mas Iin yang juga alumni Australia ini menilai meski gagal di Pilkada Sidoarjo Tahun 2024, akan tetapi masih banyak cara yang bisa ditempuh sarjana lulusan sebuah universitas di Australia ini.
"Terutama untuk mengabdikan diri pada daerah dan warga Sidoarjo. Semua perjuangan kami tidak harus melalui jalur politik praktis akan tetapi masih banyak jalur lainnya demi pembangunan masyarakat Sidoarjo semakin bangkit dan bermartabat," pungkas mantan anggota DPRD Sidoarjo dua periode dan DPRD Provinsi Jatim sekali periode itu. Ary/Waw
Editor : Redaksi