Harga Kedelai Meroket, Produsen Tempe di Sidoarjo Tak Bisa Naikkan Harga

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
PENGUSAHA TEMPE - Suwiliyat (29) produsen tempe asal Desa Wonokasian, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo sibuk meniriskan produksi tempenya yang terdampak kenaikan harga kedelai akan tetapi tak bisa menaikkan harga jual tempenya, Selasa (18/09/2018).
PENGUSAHA TEMPE - Suwiliyat (29) produsen tempe asal Desa Wonokasian, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo sibuk meniriskan produksi tempenya yang terdampak kenaikan harga kedelai akan tetapi tak bisa menaikkan harga jual tempenya, Selasa (18/09/2018).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kenaikan harga kedelai beberapa pekan terakhir dirasakan para produsen tempe asal Sidoarjo. Kendati harga bahan baku utama tempe ini terus mengalami kenaikan Rp 1.300 per kilogram, akan tetapi para produsen tempe di Sidoarjo tetap tak bisa menaikkan tempe hasil produksinya. Hal ini disebabkan karena takut ditinggal para pelanggannya (konsumen).

Keluhan ini dirasakan produsen tempe, Suwiliyat warga Desa Wonokasian, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. Pria 29 tahun ini terpaksa mengurangi takaran kedelai untuk tempenya. Hal ini karena tak bisa menaikkan harga tempe hasil produksinya sejak kenaikan harga bahan baku kedelai sejak kenaikan harga dollar itu.

"Memang naiknya bertahap antara Rp 100 sampai Rp 150 per kilogram. Tapi sekarang kenaikannya sudah mencapai Tp 1.300 per kilogram. Dari awal harga kedelai Rp 6.300 menjadi Rp 7.600 per kilogram," terang bapak satu anak ini kepada republikjatim.com, Selasa (18/09/2018).

Pria yang merintis usahanya sejak masih duduk dibangku kuliah ini memaparkan awalnya harga kedelai Rp 6.300 per kilogram, kini menjadi Rp 7.600 per kilogram. Kenaikan harga ink cukup meresahkan dirinya sebagai pengusaha tempe rumahan. Untuk menyiasati tingginya harga bahan baku ini, dirinya mengaku terpaksa mengurangi takaran kemasam tempenya.

"Karena kalau dinaikkan harga tempenya, pelanggan saya ngambek. Selain ngambek tidak mau ambil banyak. Ada juga pelanggan yang komplain," imbuhnya.

Selama ini, bapak satu anak ini melayani pedagang tempe yang ada di sejumlah pasar tradisional di Sidoarjo. Menurutnya, pihaknya terpaksa mengurangi takaran tetapi harga tempe tetap seperti semula. Yakni perbungkus Rp 2.000.

"Biasanya, tempe dibungku plastik berisi 160 gram kedelai olahan per bungkus, kini terpaksa menguranginya menjadi 130 gram per bungkus. Kalau tidak begiti saya merugi. Semua pelanggan sudah saya kasih tau kalau takarannya dikurangi," tegasnya.

Sementara dalam menjalankan usahanya, Suwiliyat setiap hari mampu menghabiskan 150 kilogram kedelai. Hal ini mampu mengurangi pengangguran dengan mempekerjakan tujuh orang untuk membantu mengelola usaha tempenya itu. Dua orang membantu mengolah kedelai, dua orang mengemas dam tiga orang lainnya membantu berjualan mengirim ke sejumlah pasar.

"Kami berharap pemerintah bisa mencari solusi agar harga kedelai tidak terlalu lama kenaikannya. Pengusaha tempe dan tahu berharap harga kedelai bisa normal lagi. Karena saat saya mengurangi takaran, membuat pembeli banyak komplain," pungkasnya. Waw

Tag :

Berita Terbaru

Hadapi Musim Kemarau, Dinas Perkim Ngawi Tingkatkan Layanan Air Bersih di Wilayah Sulit Air

Hadapi Musim Kemarau, Dinas Perkim Ngawi Tingkatkan Layanan Air Bersih di Wilayah Sulit Air

Selasa, 26 Mei 2026 10:02 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 10:02 WIB

Ngawi (republikjatim.com) — Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,3 m…

Pertahankan WTP, Pemkab Sidoarjo Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Aset Bersama BPK RI

Pertahankan WTP, Pemkab Sidoarjo Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Aset Bersama BPK RI

Senin, 25 Mei 2026 22:02 WIB

Senin, 25 Mei 2026 22:02 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo terus memperkuat tata kelola keuangan daerah dan penatausahaan aset. Berbagai upaya itu dilakukan sebagai bagian …

Dewan Direksi dan Karyawan Perumda Delta Tirta Sidoarjo Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah

Dewan Direksi dan Karyawan Perumda Delta Tirta Sidoarjo Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah

Senin, 25 Mei 2026 15:33 WIB

Senin, 25 Mei 2026 15:33 WIB

Dewan Direksi dan Karyawan Perumda Delta Tirta Sidoarjo Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447…

Pilkades Serentak Digelar, Bupati Sidoarjo Minta Cakades dan Relawan Jaga Kondusifitas Pesta Demokrasi di Desa

Pilkades Serentak Digelar, Bupati Sidoarjo Minta Cakades dan Relawan Jaga Kondusifitas Pesta Demokrasi di Desa

Minggu, 24 Mei 2026 14:52 WIB

Minggu, 24 Mei 2026 14:52 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak diSidoarjo berlangsung hari ini, Minggu (24/5/2026). Ada 80 desa dengan 230 Calon…

Bupati Sidoarjo Pastikan Kesiapan Seluruh TPS untuk Pilkades Serentak di 80 Desa

Bupati Sidoarjo Pastikan Kesiapan Seluruh TPS untuk Pilkades Serentak di 80 Desa

Minggu, 24 Mei 2026 11:54 WIB

Minggu, 24 Mei 2026 11:54 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Menjelang pelaksanaan Pilkades Serentak 2026, Minggu 24 Mei 2026, Bupati Sidoarjo, Subandi didampingi Wakapolresta Sidoarjo AKBP …

Lampaui Target, 33 Persen Lulusan SMK YPM 8 Sidoarjo Langsung Diserap di Dunia Kerja Sebelum Pelepasan 2026

Lampaui Target, 33 Persen Lulusan SMK YPM 8 Sidoarjo Langsung Diserap di Dunia Kerja Sebelum Pelepasan 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 13:09 WIB

Sabtu, 23 Mei 2026 13:09 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kebahagiaan dan rasa bangga tengah menyelimuti keluarga besar SMK YPM 8 Sidoarjo, Sabtu (23/05/2026). Dalam momen pelepasan 464…