Sidoarjo (republikjatim.com) - Pengelolaan sampah yang dilakukan Pemkab Sidoarjo menarik Pemkab Bogor. Pj Bupati Bogor, Bachril Bakri beserta rombongan datang ke Kabupaten Sidoarjo, Kamis (31/10/2024). Kunjungan ini bertujuan untuk studi banding membahas pengolahan sampah yang terdapat di Kabupaten Sidoarjo.
Kedatangan Pj Bupati Bogor Bachril Bakri diterima langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, Dr Fenny Apridawati di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo. Sekda Sidoarjo, Dr Fenny Apridawati didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo, M Bahrul Amig menyambut baik kunjungan Pj Bupati Bogor bersama rombongan itu.
Selain berdiskusi mengenai pengolahan sampah, dalam pertemuan itu juga dilakukan kunjungan di Tempat Penampungan Akhir (TPA) Jabon untuk meninjau langsung lokasi pengelolaan sampah.
Sekda Sidoarjo, Dr Fenny Apridawati mengatakan Sidoarjo kini menggencarkan melaksanakan gerakan bersih sungai dengan menggelar lomba Sido Resik. Gerakan ini bertujuan menjaga kualitas air sungai yang merupakan bahan baku dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
"Kita akan rutin bersih-bersih sungai. Karena kalau di sungai masih banyak sampah rumah tangga dan lainnya, maka akan mengganggu kualitas bahan baku air PDAM. Karena itu, kita menggelar lomba Sido Resik untuk membersihkan dan mempercantik sungai yang ada di wilayah Sidoarjo," ujar Fenny Apridawati.
Sementara Kepala DLHK Pemkab Sidoarjo, M Bahrul Amig mengaku pekerjaan yang dijalani saat ini merupakan remisi untuk mengelola sampah di Kabupaten Sidoarjo. Ia berkeinginan kuat untuk mencari solusi terbaik dalam pengelolaan sampah dan lingkungan melalui beberapa penelitian dan inovasi yang telah dan sedang dikembangkan saat ini.
"Sejauh ini hampir di seluruh daerah, penanganan sampah masih dengan metode dipindahkan," katanya.
Akan tetapi di Kabupaten Sidoarjo, pengelolaan sampah diselesaikan di tempat melalui TPST RDF yang telah dibangun di beberapa kawasan. Saat ini DLHK Pemkab Sidoarjo juga mengembangkan eco lindi untuk pupuk tanaman.
"Sampah di TPA Jabon seluas 13 hektar sebagian diolah menjadi bahan bakar alternatif RDF briket. DLHK Sidoarjo gerak cepat dalam membentuk prototipe pengelolaan sampah yang berdaya guna, bukan hanya sekedar memindahkan sampah," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi