Sidoarjo (republikjatim.com) - Anggota MPRI RI, Syaikhul Islam Ali menampung aspirasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Minggu (15/10/2023) malam. Acara ini, digelar setelah anggota Fraksi PKB DPR RI ini membagikan sekitar 130 mesin pompa air konversi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) dialihkan menggunakan gas alias elpiji.
Ratusan mesin pompa air hasil konversi itu dibagikan kepada ratusan Gapoktan se Kecamatan Tarik. Tujuannya agar saat memasuki musim kemarau, para petani tetap bisa menanam padi.
Acara ini dikemas dengan Penyerapan Aspirasi Masyarakat bertema Hubungan Pusat dan Daerah. Kegiatan ini diikuti hampir seluruh pengurus dan anggota Gapoktan se Kecamatan Tarik.
Acara itu dipusatkan di salah satu rumah pengurus Gapoktan Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Suherno Widyanto yang akrab disapa Kang Wid. Selain sesi dialog dalam acara itu, politisi PKB dari Dapil I Jatim (Surabaya dan Sidoarjo) ini juga menampung berbagai keluhan para petani.
"Kami berharap setelah ada bangunan ratusan mesin pompa air ini tidak ada keluhan lagi soal kekeringan lahan pertanian karena tidak mendapatkan pasokan air atau lahan pertanian kekeringan di musim kemarau," ujar Syaikhul Islam Ali.
Selain itu, pengurus DPP PKB yang akrab disapa Gus Syaikhul ini memberikan jika mesin pompa air yang diberikan seluruh Gapoktan di Kecamatan Tarik ini merupakan mesin pompa air hasil konversi ke elpiji. Bantuan itu merupakan inisiasinya bersama timnya. Tujuannya agar bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian (sawah) tadah hujan.
"Bantuan mesin pompa air ini sifatnya sangat penting dan urgent. Apalagi, saat musim kemarau. Tujuannya agar petani tetap selalu dapat bercocok tanam di musim kemarau usai mendapatkan bantuan mesin pompa air itu. Semoga bantuan mesin pompa air bisa bisa dimanfaatkan para petani secara maksimal dalam mengolah lahan pertaniannya," ungkap anggota Komisi VII DPR RI ini.
Selain itu, Gus Syaikhul menjelaskan soal program pemerintahan soal konversi Bahan Bakar Minyak (BBM). Yakni saat ini pemerintah membuat program konversi bahan bakar diesel untuk mesin pompa air dari bahan bakar minyak menjadi bahan bakar gas alias elpiji. Hal itu selain untuk memudahkan petani juga dinilai lebih hemat.
"Apalagi saat ini ada program pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (diesel) berupa bio solar. Konversi menggunakan elpiji ini sesuai dengan program pemerintah yang saat ini tengah menggalakkan program konversi ke bahan bakar gas atau elpiji melon," tegas Gus Syaikhul yang juga kakak kandung Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali ini.
Sementara salah seorang pengurus Gapoktan Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Suherno Widyanto mewakili pengurus Gapoktan lainnya mengucapkan rasa terima kasih atas bantuan mesin pompa air konverter kit itu. Selama ini kekurangan pasokan air menjadi kendati para petani di Kecamatan Tarik.
"Kami dan kelompok tani (Gapoktan) lainnya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan mesin pompa air ini. Kami berharap bisa menanam padi setahun tiga setelah mendapatkan bantuan mesin pompa air ini," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi