Sidoarjo (republikjatim.com) - Khidmat dan sakral tergambar saat Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) di Taman Makam Pahlawan (TMP) Sidoarjo, Rabu (16/08/2023) malam. Upacara ini digelar tepat pukul 24.00 WIB. Suasana sunyi menambah kekhidmatan peserta yang mengikutinya.
Salah satunya Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali. Selain itu upacara juga diikuti Forkopimda Sidoarjo. Diantaranya, Ketua DPRD Sidoarjo Usman, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Guntung Dwi Prasetyo serta Ketua Pengadilan Negeri Sidoarjo Winarno.
Upacara itu untuk memperingati jasa-jasa para pahlawan yang gugur memperjuangkan kemerdekaan. Apel dipimpin Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro.
Keheningan mengiringi pelaksanaan upacara itu. Apalagi, saat lampu makam dimatikan. Diganti dua obor yang dinyalakan. Lantas obor itu dibawa dua prajurit TNI. Obor-obor itu didekatkan pimpinan apel yang akan membacakan teks AKRS.
Mewakili peserta AKRS, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keikhlasan dan kesucian pengorbanan para pahlawan terhadap perjuangan kepada bangsa dan negara ini. Ia berjanji perjuangan itu akan menjadi jalan bagi dirinya dan seluruh lapisan masyarakat untuk meneruskannya. Di akhir teks AKRS, doa dipanjatkan bagi para pahlawan yang telah gugur agar mendapat tempat yang sewajarnya di sisi tuhan.
"Doa kami menyertai untuk seluruh pahlawan yang telah gugur memperjuangkan Kemerdekaan NKRI," ujar Kusumo.
Di TMP Sidoarjo terdapat ratusan pahlawan yang disemayamkan. Tidak hanya anggota TNI dan Polri saja. Namun juga beberapa pegawai sipil. Bahkan, ratusan nama pahlawan tidak dikenal ikut disemayamkan di TMP Sidoarjo.
Berdasarkan datanya, ada sejumlah pahlawan yang gugur mempertahankan kemerdekaan RI dimakamkan di TMP Sidoarjo. rinciannya, sebanyak 793 anggota TNI, 127 anggota Polri serta 5 orang pegawai sipil dan 270 orang pahlawan tak dikenal.
Sementara Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali mengajak seluruh komponen masyarakat untuk selalu mengingat jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia. Jejak semangat mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia itu yang harus terus diikuti dan diperjuangkan.
"Rasa syukur paling dasar adalah mengingat jasa beliau semua. Kini saatnya semangat para pahlawan dapat kita teruskan sampai kapanpun. Yakni dengan semangat menjaga persatuan dan kesatuan yang harus selalu tumbuh di dalam jiwa raga kita semua," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi