Sidoarjo (republikjatim.com) - Kepala SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita), Edwin Yogi Laayrananta didampingi Wakil Kepala Sekolah (Wakasek), staf dan beberapa guru bersilaturrahmi menemui Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali di Kantor Bupati Sidoarjo. Kunjungan ini dalam rangka menjalin kerjasama, sinergi dan kolaborasi antara Smamita dan Pemkab Sidoarjo.
Kepala Smamita Sidoarjo, Edwin Yogi Laayrananta beserta rombongan diterima orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sidoarjo secara ramah. Dalam pertemuan itu, Yogi panggilan akrabnya Kasek Smamita mengatakan kunjungan ini dalam rangka bersilaturrahmi sekaligus mengundang Bupati Sidoarjo untuk memberi motivasi kepada siswa dan siswi.
Selain itu, memberi penghargaan atas Karya Ilmiah siswa Smamita yang sudah meraih berbagai penghargaan, baik di tingkat nasional maupun international.
"Termasuk Bupati akan secara khusus meresmikan SmamitaMart. Salah satu market yang dimiliki SMA Muhammadiyah 1 Taman yang bisa difungsikan sebagai sarana pembelajaran di luar kelas bagi para peserta didik," ujar Kepala Smamita Sidoarjo, Edwin Yogi Laayrananta kepada republikjatim.com, Jumat (19/05/2023).
Selain itu, lanjut Yogi selama ini Smamita selalu bergerak, berinovasi dan berkolaborasi dengan Pemkab Sidoarjo. Terutama dalam sejumlah program dan kerjasama yang baik.
"Kolaborasi dan sinergi ini demi mewujudkan peserta didik yang cerdas dan pendidikan yang berkualitas di Sidoarjo," ungkapnya.
Sementara Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali mengapresiasi kunjungan kerja Smita Sidoarjo ini. Bagi Bupati muda yang akrab disapa Gus Muhdlor ini setiap sekolah seharusnya banyak menimbah ilmu tentang pendidikan. Salah satu caranya dengan melaksanakan study (belajar) ke luar negeri.
"Mungkin para guru dan pendidik bisa berkunjung ke beberapa sekolah di Jepang maupun Finlandia. Kunjungan itu untuk mengetahui dan mengenal lebih banyak terutama tentang tata cara dan proses pendidikan di kedua negara itu," pintah Gus Muhdlor yang juga alumni Fisip Unair Surabaya ini.
Gus Muhdlor menguraikan pendidikan di Negara Jepang misalnya, terdapat beberapa sekolah yang unik dan berbeda dari negara-negara lain di dunia dalam proses belajar dan mengajarnya. Menurutnya, pembelajaran di Jepang lebih mengutamakan kualitas pelajaran, bukan kuantitas pelajaran.
"Di Jepang identik mendidik selalu beriringan dengan mengajar. Inovasi dan teknologi terbaru yang diciptakan Jepang dimulai dari mereka memadukan kearifan budaya lokal dan pengetahuan dalam pembelajaran yang mereka dapatkan di sekolah," tegas Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.
Gus Muhdlor mengungkapkan itu, karena dirinya selama menjabat Direktur Pendidikan Pesantren Bumi Shalawat pernah berkunjung dan studi banding ke Jepang. Bahkan dalam beberapa waktu mengamati siswa pembelajaran di negeri Sakura itu.
"Saya berpesan agar Smamita menerapkan nilai kejujuran dan integritas melalui pendidikan. Menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Harapannya, kejujuran dan integritas tertanam dengan baik di hati para penerus (peserta didik) kita agar nantinya bisa sukses semua," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi