Sidoarjo (republikjatim.com) - Tim ekstrakurikuler (ekskul) siswa dan siswi SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) Sidoarjo, khususnya bidang sinema sukses membuat dua film sekaligus dalam setahun. Kedua film itu dikerjakan para siswa dengan mengambil lokasi shooting (pengambilan gambar) di lingkungan sekolah dan beberapa lokasi lain di luar sekolah swasta favorit di wilayah Sidoarjo utara itu.
Di dalam satu grup ekstrakurikuler ini terdapat 15 pelajar dari kelas sepuluh. Untuk satu film, dikerjakan para siswa dan siswi Smamita Sidoarjo ini dalam waktu dua bulan.
Salah seorang siswi kelas X Smamita Sidoarjo yang turut ekstrakurikuler sinema, Zidna Aisy Syareefah. Menurut Zidna proses pembuatan film hanya menggunakan kamera DSLR (kamera pemotretan). Kendati demikian, seluruh susunan kru pembuatan film lengkap layaknya memproduksi film professional.
"Yang kami gunakan hanya kamera yang biasa digunakan untuk memotret. Tapi, krunya lengkap saat membuat film. Mulai dari produser, sutradara, kameramen, penulis naskah film hingga tim lighting. Lengkap semuanya," ujar Zidna kepada republikjatim.com, Rabu (10/05/2023).
Selama ini, Zidna memilih ekstrakurikuler sinema karena dia hobi menonton film. Akhirnya dia berkeinginan memproduksi karya film yang memiliki pesan moral positif bagi kalangan anak muda dan pelajar.
"Saya bercita-cita karya saya dan teman-teman memiliki pesan moral positif bagi penonton. Film produksi kami tidak hanya sebagai tontonan yang menarik saja. Tetapi juga bisa dijadikan tuntunan. Terutama bagi kalangan anak muda dan para pelajar," pintahnya.
Setiap memproduksi film, para siswa ini mengaku mengalami beberapa kesulitan. Yakni mulai dari mencari pemeran (bintang), menentukan lokasi shooting (pengambilan gambar) hingga proses editingnya. Kendati demikian, kedua film hasil karya para siswa dan siswi Smamita Sidoarjo ini diikutkan beberapa perlombaan. Salah satunya, lomba yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
"Alhamdulillah, karya kami menjadi salah satu karya terfavorit. Yakni Film dengan judul Udun Udin yang sudah kami ikutkan dalam lomba film pelajar yang digelar Umsida. Kami tidak menyangka karya kami bisa menyabet Karya Film Pelajar Terfavorit," tegasnya.
Bagi Zidna usai karya filmnya masuk kategori terfavorit dirinya dan teman-temannya berkeinginan hasil karya film itu, tidak hanya dikenal, di internal sekolah saja. Namun, juga karya film itu dapat dilombakan dalam festival tingkat nasional dan internasional.
"Sekarang kami juga berkeinginan, karya film ini diikutkan dalam festival tingkat dunia (internasional) dan film produksi kami tidak hanya menjadi tontonan tapi juga menjadi tuntunan," urainya.
Sementara salah satu tim Kesiswaan Smamita Sidoarjo, Istia Hajar Al Farisy menegaskan pihak sekolah selalu mendukung sepenuhnya seluruh kegiatan ekstrakurikuler para siswa. Dukungan itu, bukan hanya sekedar pada anggaran. Akan tetapi, juga mendatangkan beberapa mentor yang berkompeten sesuai bidang masing-masing ekstrakurikuler.
"Kami (pihak Smamita) selalu membantu pelajar dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler dengan membantu memberikan anggaran, peminjaman peralatan, tempat dan mendatangkan mentor untuk membimbing siswa dan siswi sesuai kompetensinya," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi