Dewan Sidoarjo Sesalkan Rumah Sakit di Waru Tak Hadiri Hearing Dugaan Keterlambatan Layanan Pasien Berdampak Kematian

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SESALKAN - Pimpinan dan anggota Komisi D DPRD Sidoarjo menyayangkan salah satu rumah sakit yang beroperasi di Kecamatan Waru, Sidoarjo tak menghadiri hearing soal keluhan pasien terkait pelayanan di ruang rapat DPRD Sidoarjo, Rabu (12/04/2023) sore.
SESALKAN - Pimpinan dan anggota Komisi D DPRD Sidoarjo menyayangkan salah satu rumah sakit yang beroperasi di Kecamatan Waru, Sidoarjo tak menghadiri hearing soal keluhan pasien terkait pelayanan di ruang rapat DPRD Sidoarjo, Rabu (12/04/2023) sore.

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sejumlah pimpinan dan anggota Komisi D DPRD Sidoarjo menyesalkan ketidakhadiran pihak salah satu rumah sakit yang beroperasi di wilayah Kecamatan Waru, Sidoarjo. Ini menyusul, pihak rumah sakit itu tidak menghadiri acara hearing atau rapat dengar pendapat yang melibatkan keluarga pasien, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), pemerintah desa serta sejumlah anggota dan pimpinan Komisi D DPRD Sidoarjo dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo.

Apalagi hearing kali ini soal kematian pasien yang diduga disebabkan lambannya penanganan pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit swasta di Waru itu.

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih menyesalkan ketikdakhadiran pihak rumah sakit di Waru itu. Menurutnya, Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau hearing ini sebenarnya pihak rumah sakit itu harus hadir. Karena harus memberikan klarifikasi soal pelayanan penanganan pasien yang diduga meninggal dunia itu.

"Tapi, sayangnya hingga hearing selesai tidak ada satu pun yang hadir dari pihak manajemen rumah sakit. Kami akan memberikan kesempatan pertemuan kembali dan pihak rumah sakit akan dipanggil ulang untuk memberikan klarifikasi," ujar Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih kepada republikjatim.com, Rabu (12/04/2023) sore.

Bagi Nasih yang juga menjabat Ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo ini, pembahasan dalam hearing kali ini sangat penting. Alasannya, karena mengenai dugaan keterlambatan penanganan pasien yang menyebabkan kematian seseorang.

"Harapan kami semua pihak harus terbuka. Kalau memang terkait dengan kesalahan dalam pelayanan, maka konsekuensinya harus diterima. Tapi saya berharap pihak rumah sakit harus bisa membangun komunikasi yang baik dengan pihak keluarga pasien. Kalau bisa sowan (berkunjung) dan melakukan komunikasi yang baik dengan pihak keluarga pasien yang meninggal itu," pintah Sekretaris DPC PKB Sidoarjo ini.

Hearing ini bermula karena adanya pelayanan rumah sakit swasta di Waru yang dinilai buruk oleh keluarga pasien dari Sri Sutami warga Desa Pranti, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Keluhan itu soal dugaan keterlambatan pelayanan yang menyebabkan pasien meninggal dunia.

"Kami dari keluarga mengadukan soal pelayanan rumah sakit yang kurang baik. Saat orang tua saya atas nama Teguh (67) yang mengalami sakit tidak dilayani dengan baik. Saat datang di rumah sakit kita tidak boleh masuk ke ruang UGD dan disuruh menunggu diluar. Katanya harus diluar dulu dan daftar dulu. Saya juga tidak tanya alasannya kenapa? Saya pikir saat saya daftarkan pasien bapak saya diberi tindakan, ternyata tidak?," jelas Sri Sutami saat berada di ruang pertemuan DPRD Sidoarjo mewakili keluarga pasien yang meninggal dunia.

Hal yang sama disampaikan Kepala Desa (Kades) Pranti, Eko Purnomo dalam pertemuan itu. Menurutnya, saat peristiwa itu terjadi dirinya ditelepon pihak keluarga korban karena orang tuanya meninggal di rumah sakit itu.

"Setelah saya datang ke rumah sakit bertemu dengan dokter dan bertanya ke dokter soal pasien meninggal karena sakit apa? Tapi dijawab dokter pasien meninggal karena sakit jantung. Disitu saya mulai marah. Karena orang yang meninggal pasti sakit jantung. Padahal yang dikeluhkan keluarga proses penanganan dari awal," ungkap Kades Pranti.

Bagi Eko Purnomo seharusnya, pihak rumah sakit itu mengetahui tindakan medis apa yang harus dilakukan kepada pasien. Pertama penunjang medis (hasil cek laboratorium) dan itu tidak di ada cek laboratorium. Kemudian tidak ada infus maupun oksigen agar pasien tenang.

"Tapi kenyataannya semua itu tidak ada. Itu yang disayangkan pihak keluarga pasien yang meninggal itu," urainya.

Karena itu, Kades Pranti membantah alasan yang disampaikan pihak rumah sakit melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo. Yakni permasalahan muncul ketika jenazah sudah diantarkan ke rumah duka. Lalu ada petugas bagian kasir melakukan penagihan sisa uang pembayaran.

"Kita ini menanyakan tindakan medis dari rumah sakit terhadap pasien? Mana rekam medis pasien dan hasil lab pasien? Kok malah pihak rumah sakit menyampaikan permasalahan adanya petugas bagian kasir melakukan penagihan uang sisa pembayaran," pungkasnya. Hel/Waw

Berita Terbaru

Genjot Transparansi Pajak Tidak Bocor, Pemkab Sidoarjo Pasang 361 Alat Perekam Transaksi Digital di Berbagai Usaha

Genjot Transparansi Pajak Tidak Bocor, Pemkab Sidoarjo Pasang 361 Alat Perekam Transaksi Digital di Berbagai Usaha

Rabu, 17 Jun 2026 14:24 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 14:24 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus menancapkan gas dalam melakukan digitalisasi tata kelola keuangan daerah. Langkah…

Tatap Masa Depan, PKB Sidoarjo Bidik Gen Z Sekaligus Perkuat dan Dongkrak Akar Rumput NU

Tatap Masa Depan, PKB Sidoarjo Bidik Gen Z Sekaligus Perkuat dan Dongkrak Akar Rumput NU

Rabu, 17 Jun 2026 09:52 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 09:52 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Estafet kepemimpinan DPC PKB Kabupaten Sidoarjo di bawah komando H Rizza Ali Faizin, M PdI langsung bergerak cepat merajut…

Isi Libur 1 Muharram 1448 Hijriah, Bupati Sidoarjo Salurkan Bantuan Pangan untuk 934 Warga Sukodono

Isi Libur 1 Muharram 1448 Hijriah, Bupati Sidoarjo Salurkan Bantuan Pangan untuk 934 Warga Sukodono

Rabu, 17 Jun 2026 09:19 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 09:19 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Mengisi hari libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Bupati Sidoarjo, Subandi memilih turun langsung ke masyarakat.…

Genjot Ekonomi Desa, Bupati Subandi Wajibkan ASN hingga RT dan RW Gabung Koperasi Merah Putih

Genjot Ekonomi Desa, Bupati Subandi Wajibkan ASN hingga RT dan RW Gabung Koperasi Merah Putih

Selasa, 16 Jun 2026 21:54 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 21:54 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Langkah besar diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk memperkuat fondasi ekonomi dari lini paling bawah. Bupati…

Hadiri Wisuda SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo, Wabup Mimik Idayana Titip 4 Resep Sukses Bagi Generasi Muda

Hadiri Wisuda SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo, Wabup Mimik Idayana Titip 4 Resep Sukses Bagi Generasi Muda

Selasa, 16 Jun 2026 21:12 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 21:12 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana memberikan pembekalan spiritual dan mental yang mendalam bagi generasi muda…

Momentum 1 Muharram 1448 H, Bupati Subandi Resmikan Menara Masjid At Taqwa Kalanganyar Bawa Kabar Baik Warga Pesisir

Momentum 1 Muharram 1448 H, Bupati Subandi Resmikan Menara Masjid At Taqwa Kalanganyar Bawa Kabar Baik Warga Pesisir

Selasa, 16 Jun 2026 19:40 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:40 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah menjadi momen yang sangat bersejarah bagi warga Desa Kalanganyar, Kecamatan…