Sukses Turun 2,07 Persen Angka TPT, Kinerja Penanganan Pengangguran Bupati Sidoarjo Terbaik se Jatim

republikjatim.com
TABEL - Tabel prosentase penanganan pengangguran di Jatim berdasarkan prosentase penangananya.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Upaya Pemkab Sidoarjo menggerakkan perekonomian lokal untuk memperluas penciptaan lapangan kerja terus dikerjakan. Hasilnya, secara bertahap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sidoarjo menurun dari 10,87 persen per Agustus Tahu 2021 menjadi 8,80 persen per Agustus Tahun 2022.

Data ini berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim. Hal ini menunjukkan terdapat penurunan TPT di Sidoarjo sebesar 2,08 persen. Persentase penurunan itu tercatat yang tertinggi di Jatim. Hal itu menunjukkan progresivitas kinerja Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali dalam penanganan pengangguran di Sidoarjo cukup baik.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

"Penurunan TPT ini tentu berkat gotong royong semuanya. Ada stimulus dari Pemkab Sidoarjo untuk menumbuhkan dunia usaha, ada gerak usaha BUMN dan swasta yang tumbuh positif. Iklim ini kita jaga betul sebagai iklim investasi. Semuanya berperan memperluas lapangan kerja dan muaranya menurunkan pengangguran," ujar Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali kepada republikjatim.com, Selasa (06/12/2022) malam.

Selain itu, Bupati muda yang akrab disapa Gus Muhdlor ini membeberkan sejumlah strategi sektor ekonomi yang dipacu Pemkab Sidoarjo untuk mempercepat pemulihannya dari imbas pandemi Covid-19. Pertama, optimalisasi APBD sebagai stimulus penggerak ekonomi rakyat. APBD dialokasikan untuk berbagai program yang menggerakkan ekonomi lokal. Diantaranya, berbagai pembangunan infrastruktur jalan yang memudahkan mobilitas orang dan barang. Dengan begitu maka dengan sendirinya menggerakkan ekonomi.

"Ada pula program Kartu Usaha Perempuan Mandiri (KURMA) yang memberikan modal usaha untuk ribuan kelompok, yang otomatis turut membuka lapangan kerja baru," imbuhnya.

Di dalam APBD juga dialokasikan beragam program yang mendorong tumbuhnya kewirausahaan seperti fasilitasi anak muda di setiap kecamatan untuk memulai usaha dengan pelatihan keterampilan teknis dunia bisnis. Belanja APBD Sidoarjo juga dialokasikan besar untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Sebenarnya APBD itu milik rakyat. Hasilnya, harus optimal untuk rakyat. Tidak boleh programnya elitis dan tidak boleh dibuat main-main. Maka kita optimalkan APBD untuk menggerakkan ekonomi rakyat, khususnya UMKM," tegas Bupati muda alumni Fisip Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Melalui BUMD BPR Delta Artha, kata Gus Muhdlor juga dikucurkan Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) dengan bunga hanya 3 persen per tahun. Program ini telah dinikmati ribuan UMKM di Sidoarjo. Dampaknya bantuan modal ini semakin memperkuat bisnis UMKM untuk menumbuhkan lapangan kerja baru.

"Strategi kedua adalah meningkatkan kemudahan berinvestasi melalui pelayanan yang cepat dan tanpa pungutan liar (pungli). Para pelaku usaha justru menolong pemerintah untuk ikut bersama-sama menggerakkan ekonomi lokal. Jadi bodoh kalau justru Pemkab Sidoarjo mempersulit investasi," tandas Gus Muhdlor.

Sedangkan strategi ketiga yakni kolaborasi antara Pemkab Sidoarjo dan dunia usaha. Pemkab Sidoarjo mendukung penuh berbagai ekspansi dunia usaha yang bisa membuka lapangan kerja baru. Misalnya, Pemkab Sidoarjo mendukung pelaku usaha Sidoarjo untuk go international, termasuk sejumlah UMKM yang mampu mengekspor produknya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

"Semua itu kita dukung dan kita permudah segala macam proses yang dibutuhkan agar bisa menguasai pasar internasional," jelas Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.

Sementara Gus Muhdlor mengingatkan kendati TPT Sidoarjo terus menurun, Pemkab Sidoarjo tidak ingin berpuas diri. Berbagai program inovatif akan terus digeber pada Tahun 2023 mendatang.

"Termasuk kita perkuat sektor ekonomi kreatif untuk anak-anak muda melalui berbagai program serta memperkuat posisi ekonomi kaum perempuan sebagai salah satu pilar perekonomian. Kita semua optimistis situasi perekonomian Sidoarjo tetap tumbuh dan tetap tangguh di tengah ketidakpastian ekonomi global," pungkas putra Pengasuh Pesantren Bumi Shalawat Lebo, Sidoarjo KH Agus Ali Masyhuri ini. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru