Pamit Sarapan ke Warung, Sepekan Tidak Pulang Pria di Ponorogo Ditemukan Tewas Membusuk Gantung Diri

republikjatim.com
EVAKUASI - Setelah sepekan tidak pulang akhirnya mayat Miswan ditemukan dalam kondisi gantung diri di pohon bambu dan sudah membusuk dievakuasi petugas ke rumah duka, Sabtu (01/10/2022).

Ponorogo (republikjatim.com) - Warga Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Ponorogo digemparkan penemuan mayat yang sudah membusuk dalam kondisi menggantung atau leher terikat di pohon bambu, Sabtu (01/10/2022). Mayat yang ditemukan membusuk dan tergantung di pohon Bambu di Gunung Cilik, Dusun Kalisobo, Desa Grogol, Kecamatan Sawoo itu mayat Miswan (57) warga Dusun/Desa Kecamatan Sawoo yang pergi dari rumahnya dan tidak kunjung pulang sejak tanggal 23 September 2022 lalu.

Sebelumnya, pihak keluarga juga sudah menyebarkan foto korban yang awalnya pamit hendak cari sarapan ke warung. Namun tidak kunjung pulang hingga mayatnya ditemukan tewas membusuk dan menghitam itu.

Baca juga: Sudah Jadi BB Mabes Polri, Somasi Bupati Sidoarjo Soal Pengembalian 3 Sertifikat Langsung Ditanggapi Rahmat Muhajirin

"Setelah adanya laporan orang hilang petugas Polsek Sawoo bersama tim SAR BPBD dan relawan melakukan pencarian. Tapi, belum menemukan hingga hari ini ternyata korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia itu," ujar Kapolsek Sawoo AKP Joko Suseno kepada republikjatim.com, Sabtu (01/10/2022).

Joko menjelaskan jenazah korban ditemukan sekitar pukul 07.10 WIB bersamaan apel persiapan pencarian orang hilang di halaman Masjid Desa Tugurejo, Kecamatan Sawoo. Saat itu pencarian dibagi menjadi 8 tim. Mereka langsung mencari korban sesuai daerah persiapan masing-masing yang telah dibagi. Kemudian sekitar pukul 08.00 WIB, anggota tim 6 atas nama Robiyatul Adcha (BPBD) yang didampingi warga setempat mendapati korban menggantung di Pohon Bambu di Gunung Cilik dalam kondisi meninggal dunia.

Baca juga: APH Sidoarjo Kecolongan, Gudang Penadah Motor Curian Digrebek Petugas Polrestabes Surabaya di Jumputrejo Sukodono

"Pencarian dilakukan tim gabungan baik TNI, Polri, BPBD, Pemdes setempat, warga serta melibatkan beberapa ormas seperti relawan MTA, relawan Muhammadiyah, LPBI NU, Banser, TRC PBBPBD, RAFI dan masih banyak tim gabungan lainnya," imbuhnya.

Baca juga: Diduga Korban Tabrak Lari, Pria Pengendara Motor Asal Bakung Pringgodani Balongbendo Tewas di TKP

Usai ditemukan, petugas kata Joko yang juga mantan Kasubag Humas Polres Madiun ini mengevakuasi jenazah korban dari TKP. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RSUD Ponorogo untuk dimintakan Visum. Hal ini untuk memastikan penyebab kematian korban.

"Berdasarkan hasil visum RSUD dr Hardjono Ponorogo tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan di tubuh korban. Artinya, korban meninggal murni gantung diri. Bahkan mayat sudah membusuk dengan bau menyengat dan bola matanya sudah tidak ada, mulut robek dan lidah sudah dimakan belatung. Karena pihak keluarga sudah menerima kejadian itu, akhirnya jenazah diserahkan ke pihak keluarga untuk di makamkan," pungkasnya. Mal/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru