Sidoarjo (republikjatim.com) - Tembok batas di ujung Perumahan Mutiara Regency akhirnya dibongkar paksa petugas Satpol PP Pemkab Sidoarjo dibantu satu alat berat (Bekho) dan dua dump truk, Kamis (29/01/2026). Pembongkaran paksa itu, menyebabkan belasan warga mulai anak muda, ibu-ibu hingga bapak-bapak pemilik rumah di kawasan Perumahan Mutiara Regency mengalami luka-luka mulai memar hingga berdarah.
Warga yang terluka ini, mulai kepalanya bocor, kaki dan tangan lebam serta leher dan bagian pipi warga juga mengalami luka-luka lebam. Usai aksi bentrok itu, kemudian sejumlah petugas Satpol PP membongkar spanduk dan pos pengamanan warga. Selanjutnya, alat berat yang bergerak dari jalan arah Perumahan Mutiara City dikerahkan untuk merobohkan tembok pembatas antar perumahan elit di kawasan Kota Delta itu.
"Saya tidak terima dengan aksi kekerasan yang dilakukan para petugas Satpol PP barusan. Selain menyebabkan saya mengalami luka bocor di kepala leher dan pipi saya juga lebam-lebam. Kami akan segera membuat laporan ke Polresta Sidoarjo dan melaksanakan visum luka bersama warga lainnya," ujar Bagus warga Perumahan Mutiara Regency yang rumahnya berhimpitan langsung dengan tembok pembatas perumahan itu.
Hal yang sama juga dirasakan Ny Dian. Perempuan berjilbab ini, tidak hanya memaki-maki Kepala Satpol PP Pemkab Sidoarjo, Yany Setiawan dan ratusan anak buahnya. Namun, dia meninggal Kasatpol PP segera membenahi taman rumahnya yang rusak akibat diinjak-injak petugas Satpol PP yang melaksanakan pengamanan saat pembongkaran tembok dari sisi Utara dan Selatan itu.
"Ayo sekarang kembali taman dan bunga di depan rumah saya yang rusak semua. CCTV sudah terpasang semua dan banyak yang mengambil gambar di lokasi. Kenapa perbaikan taman rumah saya kok diserahkan ke petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo. Anda (Kasatpol PP) tidak bertanggung jawab atas kerusakan di rumah pribadi saya. Dibayar pakai uang rakyat tapi justru membela kaum kapitalis (pemodal)," bentak Dian di hadapan ratusan petugas Satpol PP dan warga lainya.
Selain itu, Dian meminta jaminan keamanan usai tembok perumahan one gaet system itu dibuka. Namun Kepala Satpol PP hanya terdiam dan tanpa argumen apa pun saat dimaki-maki di depan ibu-ibu warga perumahan itu.
"Kamu mau jaminan keamanan perumahan ini setelah tembok batasya dijebol dengan alat berat," pinta Dian.
Hal yang sama disampaikan warga lainnya Desy Fajarwati (38) warga RT 36 RW 16 Perumahan Mutiara Regency. Menurutnya, aksi pembongkaran yang dilaksanakan Satpol PP seperti orang tidak berpendidikan dan kaum bar-bar. Padahal, semua berisi orang yang berpendidikan dan bisa dilaksanakan dengan cara bernegosiasi. Apalagi, Bupati Sidoarjo tidak pernah meninjau lokasi tembok pembatas itu.
"Warga pasti akan lapor polisi karena yang terluka banyak. Warga yang terluka akibat petugas Satpol PP menerobos ibu-ibu sangat arogan dan bar-bar. Banyak ibu-ibu dan bapak-bapak warga yang terluka. Kita ini orang berpendidikan harusnya menggunakan cara-cara yang baik. Semua Satpol PP laki-laki bukan perempuan arogan memukul dan menginjak-injak warga," tegasnya perempuan berhijab yang sudah 10 tahun tinggal di Perumahan Mutiara Regency ini.
Begitu juga gang disampaikan Ketua RW Perumahan Mutiara Regency, Suhartono. Menurutnya, warga bakal langsung melapor polisi. Karena Satpol PP, Pemerintah Daerah dan Bupati langsung main pukul dan injak-injak warga mulai dari arah Utara dan Selatan tembok.
"Datang dihadang warga langsung bentrok dan merangsek terus melaksanakan pembubaran paksa dan membongkar paksa. Tidak ada surat instruksi bupati maupun surat lainnya. Tapi langsung tembok dibongkar. Kami dan warga lainnya akan langsung lapor ke Polresta Sidoarjo untuk mencari keadilan. Karena Satpol PP, Pemda dan Bupati tidak berpihak ke warga. Bupati harus bertanggung jawab ini," tandasnya.
Sementara Kepala Satpol PP Yang Setiawan mengaku bakal menjamin keamanan dan ketertiban penghuni perumahan Mutiara Regency. Namun, Yany tidak menjelaskan detail proses jaminan keamanan yang diberikan itu.
"Kami jamin nanti pengamanan tetap terjaga," tandasnya di lokasi kejadian. Hel/Waw
Editor : Redaksi