Ponorogo (republikjatim.com) - Anggota Polsek Sooko terpaksa turun ke lapangan. Ini menyusul adanya temuan aroma menyengat dari sungai yang diduga bau bangkai sapi yang dibuang. Pengecekan ke lokasi sumber aroma bangkai itu, Senin (27/06/2022) petang sekira pukul 18.30 WIB hingga pukul 20.30 WIB. Tidak hanya itu, anggota Polsek Sooko mendatangi TKP yang diduga bangkai sapi itu bersama anggota Koramil setempat. .
Sumber bau menyengat yang diduga bangkai sapi ini berada di sungai yang turut aliran Pletuk tepatnya di Winong, Dusun Kranggan, Desa Jurug, Kecamatan Sooko, Ponorogo.
Kapolsek Sooko Iptu M Anwar Fathoni mengatakan pengecekan itu dapat diketahui lokasi tersangkutnya bangkai berada di bawah bambu. Selain itu, posisi di atas aliran sungai yang menandakan bangkai itu, hanyut saat aliran sungai deras atau saat hujan deras beberapa hari lalu.
"Saat ini aliran sungai mengecil sehingga terlihat bangkai berada di atas aliran sungai. Hasil pengecekan, diduga bangkai sapi yang sudah membusuk ini dibuang saat arus sungai besar bersamaan hujan deras beberapa hari lalu. Sekarang karena arusnya kecil bangkai menyangkut di rimbunan bambu," ujar M Anwar Fathoni kepada republikjatim.com, Selasa (28/06/2022).
Selain itu, Anwar Fathoni menjelaskan dari hasil pengecekan di TKP bangkai sapi tersangkut sudah dalam kondisi hancur. Hanya tinggal, di pinggiran aliran sungai Pletuk dalam kondisi tersisa pantat (bokong) saja. Untuk dua kaki belakang saja.
"Kondisi sudah dalam keadaan membusuk dimakan belatung sehingga tercium aroma busuk yang sangat menyengat. Perkiraan bangkai itu dibuang sekitar 5 hari lalu ketika wilayah Sooko diguyur hujan sangat deras," tegas Kapolsek Sooko.
Baca juga: Diduga Korban Tabrak Lari, Pria Pengendara Motor Asal Bakung Pringgodani Balongbendo Tewas di TKP
Sementara petugas menilai bangkai yang diduga ternak sapi perah ini di buang seseorang di aliran sungai Pletuk dan tempat lokasi tersangkutnya bangkai itu. Tepatnya di hilir sungai dari wilayah berbatasan dengan wilayah Kecamatan Sooko dan Kecamatan Pudak.
"Kami menghimbau kepada semua masyarakat peternak sapi kalau ada sapi yang mati karena terjangkit PMK agar bangkai sapi atau kambing dikubur. Hal ini agar tidak dibuang sembarangan," pungkasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi