Sidoarjo (republikjatim.com) - Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mendampingi laporan keuangan salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sidoarjo. Salah satunya adalah pendampingan laporan keuangan Presiden Fried Chicken (PFC) yang ada di JL Raya Suko - Sidodadi, Sidoarjo.
Pendampingan ini, menjadi salah satu kewajiban dosen Umsida. Hal ini sesuai amanatkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni melakukan pengabdian kepada masyarakat. Dalam pendampingan PFC itu, tim Abdimas Umsida menggunakan aplikasi Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (Si APIK).
Hal ini, untuk memudahkan laporan keuangan bagi PFC itu. Apalagi, pendampingan ini diberikan dalam bentuk pemahaman dan pencatatan akuntansi serta pelatihan rancangan sistem keuangan.
"Kalau selama ini PFC setiap membuat laporan awalnya dilaksanakan secara manual, maka sejak pendampingan Abdimas ini diganti menggunakan aplikasi SI APIK," ujar Ketua Tim Abdimas Umsida, Eny Maryanti kepada republikjatim.com, Selasa (22/03/2022).
Lebih jauh, Eny menjelaskan kontribusi dasar bidang ilmu akuntansi dan teknik informatika itu yang akan ditransfer kepada pemilik usaha PFC itu. Transfer pengetahuan ini melalui teori-teori dasar yang mudah dipahami dan disesuaikan dengan kondisi keuangan PFC sebagai mitra Abdimas Umsida.
"Aplikasi Si APIK adalah aplikasi yang berfungsi dalam pencatatan informasi keuangan. Aplikasi ini membantu pembuatan, penyusunan pembukuan dan pencatatan atas setiap transaksi keuangan. Aplikasi Si APIK dapat mencatat transaksi sederhana bagi usaha perorangan atau usaha mikro. Bahkan standar pencatatnya mengacu standar yang disusun Bank Indonesia.(BI) bersama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)," papar dosen Akuntansi yang akrab dipanggil Eny ini.
Tidak hanya itu, aplikasi Si APIK kata Eny juga menjadi aplikasi yang sudah baku. Selain itu, sudah diterima dan diakui oleh berbagai lembaga keuangan resmi yang ada di Indonesia.
"Aplikasinya juga sangat mudah dan memudahkan. Usaha apa pun bisa menjalankan dan memanfaatkan aplikasi ini," tegas Managing Editor Journal of Accounting Science di Prodi Akuntansi ini.
Salah seorang anggota tim Abdimas Umsida, Ruci Arizanda Rahayu menilai aplikasi ini dipilih untuk pendampingan UMKM karena menganut sistem Input Single Entry. Dalam pelaksanaanya, aplikasi ini tidak akan rumit.
"Termasuk ketika menginput semua transaksi laporan keuangan. Ini akan mempermudah penggunaan aplikasi bagi pelaku usaha untuk menghasilkan laporan keuangan. Karena aplikasi Si APIK mudah dipahami, meski pun bagi pelaku usaha yang tidak memiliki dasar akuntansi. Karena pengguna aplikasi ini hanya butuh mengkategorikan sebuah transaksi. Yakni transaksi itu masuk transaksi penerimaan atau transaksi pengeluaran," jelasnya.
Sementara pemilik PFC, Vicky mengakui aplikasi Si APIK memang sangat mudah. Bahkan sebagai pelaku UMKM dirinya tidak perlu berfikir memilih transaksi debit dan memilih lawan transaksi kreditnya.
"Cukup hanya memasukan apakah transaksi itu berupa penerimaan atau pengeluaran saja," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi