Ponorogo (republikjatim.com) - Sedikitnya empat proyek pembangunan dan pelebaran jembatan di wilayah Kabupaten Ponorogo diputus kontrak oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) pada akhir Tahun 2021 kemarin. Keempat proyek pembangunan dan pelebaran jembatan ini sampai akhir progres yang telah ditentukan dalam kontrak ternyata pelaksana (rekanan) tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya.
Berdasarkan datanya, keempat proyek pembangunan dan pelebaran jembatan yang diputus kontrak oleh DPUPKP Pemkab Ponorogo itu adalah Proyek Pembangunan Jembatan Doplang di Desa Bajang, Kecamatan Balong, Proyek Pembangunan Jembatan Broto, di Desa Broto, Kecamatan Slahung, Proyek Pelebaran Jembatan Ngadirojo di Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko dan Proyek Pembangunan Jembatan Mijil, di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Ponorogo.
Baca juga: Kafe Jaka Sambung di Lereng Kota Batu Tawarkan Spot Wisata Alternatif Baru Bagi Wisatawan di Jatim
Dari keempat proyek Pembangunan dan Pelebaran Jembatan ini dianggarkan Rp 4 M lebih dan melalui tender lelang. Menariknya, dari ke empat proyek yang diputus kontrak ini, semua dikerjakan oleh pelaksanan (CV) dari luar Ponorogo. Untuk proyek pembangunan Jembatan Doplang di Desa Bajang, Kecamatan Balong dikerjakan CV Sekar Taji alamat Desa Janggan, Kecamatan Poncol, Magetan. Untuk jembatan Doplang dari harga Pagu Rp 600 juta dan harga HPS Rp 599,4 juta dan harga penawaran CV Sekar Taji senilai Rp 459,8 juta.
Sedangkan pembangunan jembatan Broto harga Pagu Rp 2,2 miliar harga HPS Rp 2,19 miliar dengan pemenang tender CV Dwi Tunggal Sejati alamat JL Ponoroto KM 18 Desa Glonggong, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun dengan harga penawaran Rp 1,73 miliar. Proyek Pelebaran Jembatan Ngadirojo harga Pagu Rp 1,6 miliar dan harga HPS Rp 1,59 miliar dengan pemenang tender CV Agung Gumilang alamat Dusun Cemandi, Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar dengan harga penawaran Rp 1,19 miliar.
Selanjutnya untuk pembangunan jembatan Mijil di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo harga Pagu Rp 1,1 miliar dan HPS Rp 1,09 miliar untuk pemenang tender CV Mutiara Jaya Kabupaten Trenggalek dengan harga penawaran Rp 835 juta.
"Kondisi proyek sampai akhir tahun belum selesai pekerjaannya. Seperti Jembatan Doplang tidak bisa dilewati karena dipasang besi di atasnya. Karena sejak hujan deras itu dan banjir sudah tidak ada pekerjanya sampai sekarang," ujar Bejo warga sekitar jembatan kepada republikjatim.com, Selasa (04/01/2022).
Baca juga: Sugiri Sancoko dan Tiga Rekannya Ditahan KPK, Lisdyarita Jabat Plt Bupati Ponorogo
Sementara Kepala Dinas PUPKP Pemkab Ponorogo, Henry Indrawardhana ketika dikonfirmasi soal beberapa proyek jembatan Tahun 2021 yang terpaksa diputus kontrak karena pelaksana tidak bisa menyelesaikan sesuai progres dalam kontrak membenarkan keempat jembatan itu diputus kontrak.
"Yang putus kontrak proyek jembatan Doplang, Mijil, Ngadirojo dan pembangunan Jembatan Broto. Mereka dibayar sesuai progres yang diselesaikan," tegasnya.
Menurut Henry untuk keempat jembatan yang putus kontrak ini kelanjutan pembangunannya masih menunggu penganggaran dari Tim Anggaran. Pasalnya jika untuk APBD Tahun 2022 sudah selesai.
"Untuk Tahun 2022 belum karena APBD Tahun 2022 sudah selesai. Yang berwenang penganggaran dari Tim Anggaran, dinas teknis nanti yang mengusulkan," tandas Henry Indrawardhana.
Saat disinggung untuk tahun-tahun ke depan agar tidak terulang seperti Tahun 2021 pihaknya akan melakukan evaluasi.
"Untuk ke depan nanti dicoba evaluasi secara komprehensip kejadian tahun lalu. Untuk membuat atau menentukan kebijakan agar tidak terulang seperti tahun ini. Tentu juga mohon dukungan dan doa semua pihak," pungkasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi