Sidoarjo Masih Zona Merah Angka Positif Covid-19 Capai 4.975 Orang, Stok Vaksin Justru Kosong

republikjatim.com
Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo, drg Syaf Satriawarman

Sidoarjo (republikjatim.com) - Hingga pelaksanaan perpanjang PPKM Darurat kali ini, wilayah Sidoarjo masih berada dalam status zona merah penyebaran Covid-19. Berdasarkan datanya terdapat 4.975 kasus aktif per 2 Agustus 2021.

Namun sayangnya, di sisi lain program percepatan vaksinasi di Kota Delta ini masih terhambat. Hal ini dikarenakan stok vaksin Covid-19 di Sidoarjo sampai saat ini masih kosong. Bahkan petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo juga masih menunggu dropping (kiriman) vaksin dari pemerintah pusat.

Baca juga: Cairkan Ketegangan Politik, Tim Bupati Dihajar DPRD Sidoarjo dengan Skor 3 - 1 Saat Berlaga di Stadion Gelora Delta

"Saat ini memang kami masih menunggu kiriman vaksin dari pemerintah pusat. Karena vaksin untuk dosis tahap pertama masih kosong," ujar Kepala Dinkes Pemkab Sidoarjo, drg Syaf Satriawarman, Selasa (02/08/2021).

Selain itu, Syaf memaparkan Pemkab Sidoarjo sebenarnya sudah mengajukan 100.000 dosis vaksin ke pemerintah pusat. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada kepastian pengiriman stok vaksin itu.

Baca juga: Perkuat Peran Kader hingga Akar Rumput, Pemkab Sidoarjo Gelar Jambore PKK Meriah di Alun-Alun

"Ketika kami konfirmasi, infonya dalam Minggu ini jatah vaksin itu akan dikirim. Tapi saat ini belum dikirim. Kami pun terpaksa masih harus menunggu kiriman vaksin itu," imbuhnya.

Kendati demikian, lanjut Syaf pihaknya tengah menyiapkan vaksinasi untuk pelajar yang akan dimulai Rabu, (04/08/2021) di SMAN 2 Sidoarjo dengan 1.000 dosis vaksin tahap pertama.

Baca juga: Semarakkan HUT RI, Pemuda Pancasila Sidoarjo Bagikan BBM Gratis Bagi Ojol dan Warga Kenakan Baju Perjuangan

"Program ini khusus vaksin untuk pelajar. Pelaksanaannya serentak se Jawa Timur. Dosisnya dari provinsi, kami hanya melaksanakan saja. Makanya untuk vaksin kedua untuk masyarakat umum juga sempat ditunda," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru