Sidoarjo (republikjatim.com) - Nasib tragis dialami Januar Wahyu Baskoro. Pria kelahiran Lumajang 13 Januari 1985 ini tewas di samping rel Kereta Api (KA) di utara perlintasan KA Pasar Larangan, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Sabtu (08/05/2021) dini hari. Diduga, korban tertabrak KA BBM itu saat dalam kondisi mabuk berat.
Kini, jenazah warga Dusun Krajan, Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Lumajang ini langsung dilarikan ke RSUD Sidoarjo.
"Kasus pria meninggal dunia tertabrak KA itu langsung ditangani petugas Polsek Candi dan Polresta Sidoarjo," ujar Kanit Laka, Satuan Lantas, Polresta Sidoarjo, AKP Sugeng Sulistyono kepada republikjatim.com, Sabtu (08/05/2021).
Kecelakaan itu dilaporkan petugas Palang Pintu KA Larangan, Miftahul Huda (35). Sedangkan saksinya Masinis KA BBM, Agus Ariyanto dan Asisten Masinis, Rahmad Nasrullah.
"Berdasarkan hasil olah TKP petugas menemukan satu botol miras jenis arak dan kunci kontak motor Honda Beat bernopol W 3164 SL," ungkapnya.
Sugeng menceritakan sekitar pukul 24.00 WIB, petugas SPKT Polsek Candi mendapat laporan petugas palang pintu perlintasan KA di sebelah utara perlintasan KA Pasar Larangan ada laki-laki korban tertabrak KA. Seketika petugas Reskrim Polsek Candi bersama petugas Patroli menuju ke TKP. Hasilnya petugas mendapati ada seorang laki-laki tergeletak di samping rel KA dengan sebagian badannya hancur.
"Tubuh korban sebagian hancur karena tertabrak KA BBM itu," tegasnya.
Sugeng menjelaskan korban tidak hanya tertabrak, akan tetapi juga sempat terlindas Koko KA BBM rangkaian 2643F yang dimasinisi Agus Ariyanto itu. Berdasarkan keterangan saksi, korban berjalan dari arah selatan menuju utara melewati rel KA dalam keadaan sempoyongan (mabuk).
Baca juga: Diduga Korban Tabrak Lari, Pria Pengendara Motor Asal Bakung Pringgodani Balongbendo Tewas di TKP
"Dugaan korban saat itu mabuk. Ini diperkuat dari di dalam jaket korban ditemukan 1 botol miras jenis arak milik korban. Atas kejadian itu korban dibawa ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan lebih lanjut," urainya.
Sementara petugas Reskrim dan Identifikasi yang datang ke lokasi langsung melaksanakan olah TKP. Kemudian mengevakuasi korban ke RSUD Sidoarjo untuk dimintakan visum sekalian.
"Selain itu mencari keterangan para saksi, mencari dan menyita barang bukti serta menghubungi keluarga korban," tandasnya. Zak/Yan/Waw
Editor : Redaksi