Ponorogo (republikjatim.com) - Para petani pemanfaat aliran irigasi Dam Sembung, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Ponorogo akhirnya harus iuran membeli pipa untuk memperbaiki saluran yang runtuh beberapa bulan lalu. Hal ini karena pipa rusak tergerus sungai.
Para petani secara swadaya memasang dua pipa dengan ukuran panjang 4 meter dan diameter 12 itu disambung di atas saluran irigasi yang runtuh sepanjang 8 meter. Iuran para petani pemanfaat aliran irigasi Dam Sembung itu karena mereka cemas dan khawatir lahan persawahan tidak mendapatkan pengairan.
Baca juga: Tekankan Kuatkan Pengawasan Bersama, Wabup Sidoarjo Resmikan Dapur SPPG MBG di Temu Prambon
Apalagi menjelang musim kemarau. Petani setempat menanam palawija dan musim tanam kedua tahun ini.
"Kami terpaksa iuran membeli paralon (pipa besar) ini agar bisa menanam padi lagi dan di musim kemarau bisa menanam palawija. Karena sampai saat ini saluran yang ambrol dulu belum diperbaiki," ujar Jaimun kepada republikjatim.com, Minggu (04/04/2021).
Baca juga: Kafe Jaka Sambung di Lereng Kota Batu Tawarkan Spot Wisata Alternatif Baru Bagi Wisatawan di Jatim
Hal senada disampaikan petani lainnya Gunari. Menurutnya, kerusakan saluran irigasi Dam Sembung yang dimanfaatkan hampir 100 hektar. Bahkan lahan persawahan ini ada beberapa titik yang ambrol juga belum diperbaiki sejak hampir 10 tahun terakhir.
"Kami memasang pipa 3 titik yang ambrol. Pertama di ujung barat kemudian di sebelah bawahnya yang dipasang talang (pipa). Karena sejak puluhan tahun belum dibangun. Kalau desa yang bangun tidak akan mampu anggarannya. Tapi, Kalau dibiarkan akan terancam kekeringan lahan kami -kami," tegasnya.
Baca juga: Sugiri Sancoko dan Tiga Rekannya Ditahan KPK, Lisdyarita Jabat Plt Bupati Ponorogo
Sementara Kepala Desa Munggu Sukamto membenarkan adanya petani yang secara swadaya mencari solusi pemanfaatan saluran irigasi yang rusak. Menurutnya peran desanya mengantisipasi agar lahannya tidak kekeringan karena berdampak gagal panen. Kerusakan yang berada di beberapa titik itu sudah lama. Pihaknya berharap ada perbaikan dari DAS Solo.
"Saluran irigasi ini sudah lama mengalami kerusakan. Tapi kewenangan Dam Sembung satu paket dengan irigasinnya dari Das Solo. Kami berharap segera ada perhatian dari pihak DAS, agar lahan pertanian warga kami produktif," pungkasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi