Sidoarjo (republikjatim.com) - Perhatian Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS - Taufiq) terhadap pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sidoarjo cukup serius dan getol. Bahkan, Cabup BHS yang diusung 5 partai dalam Pilkada Sidoarjo ini, mengupayakan agar UMKM yang belum pernah mendapatkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa segera menikmatinya.
Salah satunya adalah UMKM produsen tempura dan pentol yang ada di Desa Dukuhsari, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. UMKM yang sudah beroperasi sejak Tahun 2004 ini, belum pernah mendapatkan bantuan sama sekali dari Pemkab Sidoarjo. Bahkan untuk mendapatkan bantuan stimulus modal dari KUR sudah 3 tahun tak kunjung terealisasi.
"Untuk KUR sudah 3 tahun terakhir kami mengajukan bantuan modal itu, agar produksi kami meningkat dari 2 ton menjadi 10 ton per hari. Tapi sampai sekarang tak ada realisasinya," ujar emilik UMKM Tempura dan Pentol Bakso, Ny Siti Murdiah kepada republikjatim.com, Jumat (06/11/2020).
Selama ini, kata Murdiah produksinya sudah cukup banyak hingga mempekerjakan sekitar 20 orang. Bahkan pasarnya juga bisa menembus pasar Malang, Surabaya, Cirebon, Jember dan Banyuwangi. Permintaan terbesarnya sekitar 55 persen ke Cirebon, Banyuwangi dan Jember.
"Mulai buka usaha 16 tahun lalu belum pernah mendapatkan bantuan sama sekali. Baik bantuan modal maupun bantuan peralatan. Makanya, mesin kami menggunakan mesin manual. Kami selama ini hanya dibantu Dinas Perikanan, belum disentuh Diperindag maupun Dinas IKM," tegasnya.
Baca juga: Asal Kedaulatan Rakyat Tetap Terjaga, Pilkada Melalui DPRD Tidak Melanggar Konstitusi
Sementara Cabup Sidoarjo, BHS mengungkapkan jika hasil produksi UMKM tempura dan pentol milik Ny Siti Murdiah cukup berkualitas. Apalagi, mampu bersaing dengan perusahan besar di Jatim, Jateng dan Jabar. Menurut alumnus Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini, sudah selayaknya UMKM tempura ini menjadi usaha kelas menengah.
"Makanya pemiliknya berusaha menjadikan usaha menengah dengan pengembangan produksi dari 2 menjadi 10 kuintal per hari. Sayangnya, kesulitan bantuan permodalan dari KUR yang sudah digelontorkan Pak Jokowi Rp 190 tiliun. Padahal, saat pandemi Covid-19 usaha ini tetap produksi dan survive. Hanya perlu perbaikan mesin dan kemasan (packaging) saja," ungkap mantan anggota DPR RI ini.
Karena KUR sudah 3 tahun diurus tak kunjung terealisasi, BHS bakal membantu pengajuan KUR itu agar segera terealisasi. Bahkan BHS akan langsung menghubungkan ke manajemen bank pengelola program KUR agar semakin cepat realisasi bantuan KUR dengan kredit berbunga murah itu.
"Kami juga akan membantu agar produk UMKM ini bisa dikonsumsi warga Sidoarjo. Karena kemasannya sudah asa label Jabon Sidoarjo tetapi paling besar diminati warga Jember, Cirebon dan Banyuwangi. Saya akan mendorong masyarakat Sidoarjo menggunakan dan memanfaatkan produk-produk Sidoarjo," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi