Jukir Pasar Siman Ponorogo Tewas Mendadak di Pintu Masuk

republikjatim.com
TKP - Sejumlah anggota Polsek Siman mengatangi TKP dan rumah korban, Arianto (51) untuk minta keterangan para saksi dan keluarga atas kematian mendadak korban, Senin (02/11/2020).

Ponorogo (republikjatim.com) - Pengunjung pasar Siman dikagetkan dengan juru parkir (Jukir) yang tiba -tiba jatuh tersungkur dari kursi tempat duduknya di teras ruko pasar. Jukir ini adalah Arianto (51) warga JL Tanjung, Desa Patihankidul, Kecamatan Siman, Ponorogo.

Arianto selama ini sehari-hari bekerja sebagai juru parkir di Pasar Siman. Dia selalu berjaga di bagian pintu masuk sebelah barat.

Baca juga: Gagal Gondol Vario di Sedati, Komplotan Maling Motor Babak Belur Dihajar Massa Dilarikan Rumah Sakit, Rekannya Kabur

Paur Humas Polres Ponorogo, Ipda Yayun Sriwiningrum membenarkan meninggalnya Jukir Pasar Siman. Menurutnya, korban meninggal Minggu (01/11/2020) kemarin. Saat itu, korban seperti biasa bekerja di Pasar Siman, sebagi Juru parkir di pintu masuk bagian barat. Sekitar pukul Pukul 09.00 WIB korban duduk di kursi teras sebuah ruko sambil menjaga motor yang di parkiran.

"Seketika mendadak korban terjatuh dari kursi dan terjerembab ke bawah. Dahi korban membentur anak tangga teras ruko tempat korban sedang duduk," ujarnya kepada republikjatim.com, Senin (02/11/2020).

Baca juga: Diduga Palsukan Surat Kuasa dan Terima Uang Rp 1,045 Miliar, Eks Kades Mulyodadi Wonoayu Didakwa di Pengadilan Tipikor

Yayun menjelaskan melihat korban jatuh tersungkur, korban ditolong saksi (Tumiran) yang kebetulan berada tidak jauh dari korban. Selanjutnya dibantu pengunjung yang ada di Pasar Siman, korban dibawa ke RSUD Ponorogo.

"Tapi sesampai di rumah sakit korban dinyatakan meninggal dunia," imbuh istri AKP Haryono ini.

Baca juga: DPRD Sidoarjo Beri Sinyal Perang Maraknya Miras dan Prostitusi, Desak Penertiban, Revisi Perda dan Ancam Turun Jalan

Sementara dari hasil olah TKP, kata Yayun petugas tidak menemukan tanda-tanda yang mencurigakan di tubuh korban. Bahkan di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan atau penganiayaan.

"Sesuai keterangan ahli waris (keluarga), korban memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan jantung. Usai divisum luar karena keluarga menerima musibah ini, jenazah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya. Mal/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru