BHS - Taufiq Siap Percepat Izin SNI Industri Helem di Sedati Gede

republikjatim.com
TAMPUNG ASPIRASI - Paslon Bupati dan Wakil Bupati, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS-Taufiq) menampung aspirasi pemilik dan karyawan pabrik helem di Desa Sedatigede, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Jumat (23/10/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pasangam Calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS - Taufiq) siap memperjuangkan perpanjangan izin Standar Nasional Indonesia (SNI) industri helem di Sidoarjo. Salah satunya adalah industri helem yang ada di Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

Produsen helem mereka HRS ini sudah setahun mengajukan perpanjangan perizinan SNI. Akan tetapi, hingga kini tidak kunjung selesai. Bahkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang mendampingi, meminta pemilik industri menunggu meski sudah berjalan setahun lebih.

Baca juga: Ketua KPU Sidoarjo : Pengakuan Dana Kampanye Rp 28 Miliar Paslon BAIK Tak Tercatat dan Tidak Dilaporan Resmi

"Problem dan permasalahannya perpanjangan SNI. Kalau saya diamanahi jadi bupati, izin perpanjangan SNI ini harus dibantu. Bila perlu OPD Pemkab Sidoarjo bawa sendiri kebutuhan data administrasinya ke lembaga SNI untuk mengurus percepatan perpanjangannya. Pasti lembaga SNI percaya karena orang-orang Pemkab Sidoarjo yang bawa. Kami akan membantu mempercepat perpanjangan izin SNI itu ke Badan Standarisasi Nasional (BSN) agar perpanjangannya cepat selesai," ujar BHS kepada republikjatim.com, Jumat (23/10/2020) saat mengunjungi industri helem di Desa Sedatigede, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

Lebih jauh, Cabup yang diusung 5 partai dengan 18 kursi ini, pihaknya juga bakal mempercepat semua jenis perizinan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) se Sidoarjo. Apalagi, UMKM itu bisa mempekerjakan 50 karyawan layaknya pabrik helem ini.

"Puluhan pekerja ini tidak boleh berhenti bekerja. Mereka tak butuh bantuan modal. Tapi, harus dipercepat dan dimudahkan perizinannya. Ini sesuai program Jokowi perizinan 3 jam harus selesai," imbuhnya.

Baca juga: Asal Kedaulatan Rakyat Tetap Terjaga, Pilkada Melalui DPRD Tidak Melanggar Konstitusi

Karena itu, mantan anggota DPR RI ini sangat mengapresiasi industri rumahan helem itu. Apalagi, saat ini helem dikenal sebagai sarana untuk keselamatan dan menjadi kebutuhan pokok yang wajib digunakan semua pengendara motor. Pihaknya berharap industri helem itu berkembang.

"Karena sudah ISO dan SNI, merek HRS ini. Karena merek ini berkualitas. Ini bisa dimanfaatkan masyarakat Sidoarjo dan harus menggunakan produk-produk Sidoarjo. Tapi pemasarannya harus masuk wilayah sekitar Sidoarjo. Mulai Surabaya, Gresik, Mojokerto dan Pasuruan. Karena ekomominya bagus dan jumlah penduduk juga terbanyak di Jatim. Itu pasti layak dijadikan pasar," tegasnya.

Baca juga: Jaga Suara Rakyat, Perjalanan Data Pemilih Sidoarjo 2024 - 2025 serta Kesiapan Layanan Pemilih Berusia 100 Tahun Lebih

Sementara pemilik industri helem, Bachroni Saichu mengaku usahanya hanya terkendal perpanjangan perizinan SNI. Karena selama ini, banyak penertiban soal SNI itu.

"Padahal, sejak ada pandemi Corona (Covid-19) masalah perizinan terhambat. Sudah mengajukan setahun tidak selesai meski ada pendampingan dinas jawabannya selalu dalam proses. Kalau pemasran dan produksi tidak ada masalah. Hanya perizinan saja kendalanya," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru