NU Makin Mantab Menangkan Gus Muhdlor - Subandi di Pilkada Sidoarjo

republikjatim.com
SILATURRAHMI - Paslon Bupati dan Wakil Bupati yang diusung PKB Sidoarjo, Gus Muhdlor - Subandi bersilaturrahmi dengan para pengurus MWC NU, DPAC, Muslimat dan Fatayat NU Waru di rumah Rois Syuriah MWC NU Waru, KH Mushofa Kamal, Rabu (21/20/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Majelis Wakil Cabang (MWC) semakin mantab untuk memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati yang diusung PKB Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) -Subandi dalam Pilkada Sidoarjo 9 Desember 2020 mendatang. Salah satunya, kemantaban pemenangan itu, menyeruak dari kalangan pengurus MWC NU Kecamatan Waru beserta banomnya, Muslimat dan Fatayat NU serta DPAC PKB Kecamatan Waru. Mereka membulatkan satu tekad untuk memenangkan Paslon Nomor Urur 2 (Gus Muhdlor - Subandi).

Kemantaban tekad itu, bahkan menggemah saat acara silaturahmi dan konsolidasi di rumah Rois Syuriah MWC NU Waru, KH Mushofa Kamal, Rabu (21/10/2020) malam. Dalam konsolidasi itu dihadiri Sekretaris Tanfidziyah MWC NU H Mas Husin, Sekretaris DPC PKB Sidoarjo, Abdillah Nasih, Ketua DPRD Sidoarjo, Usman, Ketua DPAC Waru, Abdul Wahab, Koordinator Pemenangan Gus Muhdlor - Subandi, yakni M Zainal Abidin dan relawan Gus Muhdlor-Subandi Waru serta undangan lainnya.

Baca juga: Ketua KPU Sidoarjo : Pengakuan Dana Kampanye Rp 28 Miliar Paslon BAIK Tak Tercatat dan Tidak Dilaporan Resmi

Koordinator Pemenangan Gus Muhdlor - Subandi, yakni M Zainal Abidin mengapresiasi solidnya dukungan NU beserta banom dan DPAC PKB Waru serta relawan dalam memenangkan Paslon Nomor 2 Gus Muhdlor - Subandi di Kecamatan Waru. Pihaknya berharap di Kecamatan Waru, suara Gus Muhdlor- Subandi bisa menang telak.

"Kami yakin kesolidan antara NU dan Banomnya serta PKB tetap terjaga sampai saat pencoblosan dan seterusnya. Ini pertanda Waru tetap berkeinginan sama dengan warga kecamatan lainnya. Yakni Pendopo Sidoarjo harus tetap hijau dan berideologi ahlussunnah wal jamaah," ujar mantan Ketua KPU Sidoarjo dua periode ini.

Sedangkan Cabup Gus Muhdlor mengucapkan terima kasih atas kesolidan NU, Banom-Banomnya dan PKB itu. Menurutnya, bersatu para tokoh masyarakat ini diyakini hanya untuk memenangkan Paslon yang memiliki tagline Sidoarjo Maju Aman dan Sejahtera (Sidoarjo MAS) dalam Pilkada Sidoarjo 9 Desember 2020 mendatang.

Baca juga: Asal Kedaulatan Rakyat Tetap Terjaga, Pilkada Melalui DPRD Tidak Melanggar Konstitusi

"Pendopo harus dipertahankan dan tetap berwarna hijau. Yakni diisi orang-orang yang berideologi ahlussunnah waljamaah," tegas putra keenam KH Agoes Ali Masyhuri yang juga Alumni FISIP Unair Surabaya ini.

Sementara Cawabup Subandi menjelaskan beberapa poin dalam 17 Program Unggulan Paslon Gus Muhdlor - Subandi. Diantaranya, Program BPJS gratis bagi yang ber-KTP Sidoarjo akan digelontor jika dipercaya memimpin Sidoarjo. Program itu melalui skema program Universal Health Coverage (UHC) bagi masyarakat yang ber- KTP Sidoarjo. Terutama bagi yang belum tercover program pemerintah pusat akan mendapat BPJS gratis.

"Kami juga menyiapkan program 10.000 bea siswa kuliah, kenaikan insentif guru ngaji dan guru agama. Program peningkatan insentif untuk guru ngaji, meliputi guru TPQ, guru madrasah diniyah (madin) dan guru agama. Bahkan,tidak hanya untuk guru agama Islam saja. Termasuk peningkatan kesejahteraan Guru Tidak Tetap (GTT), guru swasta dan tenaga honorer," ungkapnya.

Baca juga: Jaga Suara Rakyat, Perjalanan Data Pemilih Sidoarjo 2024 - 2025 serta Kesiapan Layanan Pemilih Berusia 100 Tahun Lebih

Selain itu, mantan Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo menyebutkan program lainnya peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan dan kader posyandu. Bahkan juga menyiapkan program Kartu Usaha Perempuan Mandiri (Kurma) dengan nilai bantuan Rp 5 juta sampai Rp 50 juta per kelompok. Bantuan modal ini sebagai stimulus modal usaha mikro ibu-ibu rumah tangga (perempuan) agar tidak bergantung pada suami saja.

"Begitu juga program Dana Operasional RT Rp 6 juta per tahun akan kami gelontorkan, kalau kami diamanahi memimpin Sidoarjo. Karena selama ini dana operasional RT di Sidoarjo sangat minim yakni Rp 100.000 per bulan. Padahal, tugas RT tergolong berat karena bersinggungan langsung dengan masyarakat," pungkas pengusaha ayam potong dan properti ini. Zak/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru