Ngawi (republikjatim.com) - Teka teki keberadaan Saman (68) warga Desa Pirwosari Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi yang dilaporkan hilang dan tinggalkan sepeda motornya di jembatan Kendung pada Selasa sore (20/5) akhirnya terungkap. Setelah dilakukan pencarian selama 24 jam, tim Sar gabungan menemukan jasad mengambang di aliran sungai Bengawan Madiun, tepatnya di Desa Kartoharjo Kecamatan Ngawi, pada Rabu petang (21/5).
Baca juga: Pemudik Dimanjakan, Pos Nataru Mantingan Sediakan Servis Ganti Oli Gratis Hingga Ruang Bermain Anak
Kepala Desa Purwosari, Suyono, membenarkan jika jenazah yang ditemukan di aliran sungai bengawan Madiun itu merupakan warganya yang hilang sehari sebelumnya. Hal itu sesuai dengan ciri-ciri korban saat meninggalkan rumah, termasuk diperkuat dengan keyakinan salah satu anak korban yang melihat langsung proses evakuasi.
“Menurut keluarga dan saya pribadi yang sehari hari bertemu korban ini memang benar itu jasad bapak Saman, itu juga sesuai dengan pakaian yang terakhir kali dipakai, dan memang betul kemarin juga meninggalkan sepeda motornya di jembatan Kendung,” kata Suyono.
Baca juga: Anggota DPR RI Kanang Tekankan Pentingnya Literasi Digital bagi Milenial dan Gen Z
Sementara itu, Perwira Pengendali Polisi Sigap Polres Ngawi, Ipda Agus Harianto, setelah petugas mendapat laporan adanya temuan jenazah di aliran sungai bengawan Madiun itu, tim Sar gabungan langsung bergerak cepat melakukan evakuasi.
Baca juga: Soil Test Dimulai, Warga Banjaransari Harapkan Pembangunan Talud Segera Terwujud
“Setelah adanya laporan temuan jenazah kita langsung lakukan evakuasi dan kit bawa ke kamar jenazah RSUD Soeroto Ngawi untuk dilakukan visum. Setelah dinyatakan benar bahwa jenazah itu warga yang hilang kemarin di jembatan Kendung, dan proses visum selesai, jenazah akan kami serahkan ke pihak keluarga,” pungkas Ipda Agus Harianto.(And)
Editor : Redaksi