Tim Abdimas FEB UWKS Dampingi Para Pelaku UMKM di Sememi Surabaya Soal Pengelolaan Keuangan yang Efektif

republikjatim.com
ABDIMAS - Tim Abdimas Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) soal Pengelolaan Keuangan Perusahaan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya pelaku Usaha Mikro di Kelurahan Sememi, Benowo, Subabaya.

Surabaya (republikjatim.com) - Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) melaksanakan pengabdian di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya. Dalam kegiatan Abdimas kali ini, tim membagikan pengetahuan tentang Pengelolaan Keuangan Perusahaan.

Alasannya, pengelolaan keuangan perusahaan sangatlah penting bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Khususnya, para pelaku Usaha Mikro di kelurahan itu.

Baca juga: Masuk Agenda Wisata, Sedengan Mijen Krian Sedekah Tumpeng Tempe Raksasa Tarik Wisatawan Jadi Rebutan Warga

Selain itu, kegiatan ini menjadi salah satu Tugas Pokok (Dharma) dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain pendidikan, pengajaran dan penelitian civitas akademik juga harus memiliki program Pengabdian Kepada Masyarakat.

Ketua Tim Pengabdi Masyarakat (Abdimas) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), Drs Ec Iman Karyadi MM Ak CA mengatakan pengelolaan keuangan perusahaan sangatlah penting bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya para pelaku Usaha Mikro.

"Dengan membuat pengelolaan keuangan yang efektif diharapkan akan dapat menghasilkan keputusan yang tepat dalam mencari dan menggunakan dana (anggaran) usaha bagi yang bersangkutan atau para pelaku usaha mikro maupun UMKM itu sendiri," ujar Iman Karyadi kepada republikjatim.com, Selasa (24/12/2024).

Baca juga: Ribuan Warga Antusias Car Free Day Perdana di JL Ahmad Yani Bersamaan Warga Penasaran Wajah Alun - Alun Sidoarjo

Selain itu, lanjut Iman terdapat empat permasalahan mendasar dalam pengelolaan Usaha Mikro. Terutama, masalah pengelolaan keuangan pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Diantaranya UMKM dianggap sebagai usaha sampingan. Dengan demikian dalam pengelolaan usaha dan operasional usahanya tidak memiliki target dan pengukuran kinerja yang jelas. Dampaknya, pemahaman soal pengetahuan manajerial usahanya lemah.

"Dampak lainnya karena konsepsi sampingan itu, membuat pelaku UMKM tidak adanya pemisahan harta kekayaan perusahaan (konsep entitas)-nya tidak dilakukan. Bahkan, tidak dilakukan pencatatan/pembukuan atas transaksi keuangan di perusahaan atau UMKM itu," tegasnya.

Baca juga: Tiru Jejak Surabaya, Perumda Delta Tirta Sidoarjo Targetkan Cakupan Layanan Pelanggan Hingga 100 Persen

Karena itu, kata Imam tetap dibutuhkan pengelolaan yang serius dalam menjalankan UMKM. Selain itu, juga harus ada target dan kinerja yang terukur serta harus ada pemisahan harta kekayaan hingga seluruh transaksi keuangan di UMKM itu tetap harus dibukukan agar ada perbedaan harta pribadi dan modal usaha.

"Harapannya, perkembangan keuangan UMKM itu bisa diketahui setiap hari, seminggu atau bahkan dalam hitungan bulanan," pungkasnya. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru