Sidoarjo (republikjatim.com) - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) menggelar acara sosialisasi soal Standard Operasional Prosedur (SOP) menghadapi bencana alam. Tujuan kegiatan ini, agar masyarakat memahami lebih dini jika terjadi bencana alam. Selain itu, mendorong masyarakat dapat lebih tanggap dengan bencana alam.
Selain itu, warga tidak mudah panik, jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam di sekitar tempatnya tinggal.
Dalam kegiatan yang dikemas dalam bentuk teknik pelatihan dan diskusi ini digelar LPBI NU bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sidoarjo. Pelaksanaannya, di Desa Plumbungan, Kecamatan Sukodono dan Desa Sidodadi, Kecamatan Taman, Sidoarjo.
"Acara gladi ruang ini kami harap agar warga mampu mempersiapkan diri dan meningkatkan kapasitasnya kalau sewaktu-waktu terjadi bencana alam di lingkungan tempat tinggalnya," ujar Tim Program PKMM-CBA LPBI NU, Ubaidillah Sadewa kepada republikjatim.com, Senin (15/08/2022) malam.
Dalam acara diskusi bersama soal Program Ketangguhan Masyarakat Menghadapi Covid-19 dan Bencana Alam (PKMM CBA) ini peserta pun diajak untuk memahami penyusunan dokumen SOP tanggap bencana. Hal ini agar saat terjadi bencana alam mulai banjir, puting beliung, atau bencana alam lainnya warga sudah siap. Karena warga sejak dini sudah paham SOP-nya dan penanganan awal bencana itu.
"Karena penangan bencana itu tidak dapat dilakukan sendiri. Penanganan bencana itu sangat dibutuhkan koordinasi yang baik antara masyarakat dengan pemerintahan, khusunya BPBD setempat," tegasnya.
Sementara perwakilan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Pemkab Sidoarjo, Agus Sugiharto memberi apresiasi kegiatan itu. Menurutnya pemberian pemahaman tanggap bencana semacam ini, perlu diberikan kepada seluruh masyarakat. Yakni sebagai upaya dini dalam penanganan kebencanaan.
"Kami sangat apresiasi. Kegiatan persona emergency ini, sangat baik disosialisasikan ke masyarakat. Khususnya di daerah rawan bencana alam. Apalagi, terjadinya suatu bencana tidak diketahui. Padahal dampak dari bencana itu sangat luas. Melalui forum semacam ini, masyarakat terbantu dengan wawasan lebih tentang kebencanaan," ungkapnya.
Sosialisasi dan pemberian pemahaman penyusunan dokumen SOP tanggap bencana itu, masyarakat akan dengan mudah mengambil langkah strategis dan tepat jika terjadi bencana alam.
"Tujuannya, masyarakat akan lebih mandiri dan tahu perannya masing-masing kalau terjadi bencana alam. Itu tujuannya," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi