Sidoarjo (republikjatim.com) - Estafet kepemimpinan DPC PKB Kabupaten Sidoarjo di bawah komando H Rizza Ali Faizin, M PdI langsung bergerak cepat merajut komunikasi ideologis. Kali ini, safari politik berlabuh ke Pondok Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi, Kecamatan Krian, Sidoarjo.
Dalam pertemuan penuh kehangatan itu, Pengasuh Ponpes Al Amanah, KH Nurcholis Misbah (Kyai Nur Cholis) menitipkan pesan mendalam sekaligus strategis untuk menahkodai partai pemenang di Sidoarjo ini. Dalam pertemuan itu terdapat tiga kunci dari KH Nurcholis Misbah agar PKB Sidoarjo semakin mantab meraih suara di Kota Delta.
"Ada tiga pilar utama yang harus dijaga dan dikembangkan dalam kepemimpinan Gus Reza ke depan. Yakni jaga basis utama NU. Karena menjaga hubungan sejarah dan batin antara PKB dan Nahdlatul Ulama (NU) harga mati yang tidak bisa dipisahkan. Karena PKB lahir dari rahim perjuangan yang sama," ujar KH Nurcholis Misbah di sela pertemuan dengan pengurus DPC PKB Sidoarjo.
Selain itu, membangun rumah aspirasi Nahdliyin. Yakni DPC PKB Sidoarjo wajib hadir di garda terdepan, mendengar dan memperjuangkan seluruh aspirasi warga Nahdliyin di Sidoarjo. Kemudian terakhir, gandeng generasi Z. PKB tidak boleh kaku dan partai harus mampu beradaptasi dan membuka ruang lebar bagi anak-anak muda, khususnya Gen Z, agar tidak apatis terhadap dunia politik.
"Anak-anak muda merupakan basis pemilih yang sangat besar sekaligus calon pemimpin masa depan. Mereka harus diberikan ruang untuk belajar, berpartisipasi dan mengambil peran dalam menentukan arah bangsa dan daerah," pinta Kiai Nurcholis.
Sementara merespon masukan itu, Ketua DPC PKB Sidoarjo yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo yang akrab disapa Gus Reza bakal siap merajut kembali hubungan ideologis dengan NU itu. Gus Reza, menegaskan sowan ke pesantren bukan sekadar formalitas saja. Melainkan komitmen butul untuk mengembalikan PKB ke khittah pendiriannya.
"Kami berkomitmen untuk membawa PKB Sidoarjo lebih adaptif dan inklusif,
mendekatkan partai secara kultural dan struktural ke pondok pesantren dan warga Nahdliyin serta membuka ruang kreasi bagi generasi muda agar PKB Sidoarjo menjadi wadah politik yang relevan dengan tantangan zaman," tandasnya.
Dengan langkah ini, PKB Sidoarjo optimistis tidak hanya mampu mempertahankan basis tradisionalnya saja, akan tetapi juga menjadi magnet baru bagi pemilih muda di era digital.
"Kami tentu punya target meraih suara dan kursi yang lebih banyak di pemilihan berikutnya. Tentu semua masukan itu akan kami serap dan direalisasikan," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi