Sidoarjo (republikjatim.com) - Nasib apes dialami Rival. Pemuda 18 tahun ini, diduga berusaha membawa kabur sebuah motor Honda Scoopy bernopol W 2489 VB yang terparkir di depan Balai Desa/Kecamatan Tarik, Sidoarjo.
Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan menyebutkan aksi dugaan percobaan pencurian itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Aksi pencurian motor milik perangkat desa itu terjadi saat motor di parkir di JL Raya Dusun Tempuran, Desa Tarik dengan posisi kunci motor masih menancap. Namun aksi pemuda yang tidak membawa KTP itu tepergok pemilik motor itu sendiri hingga diteriaki maling.
"Saat kejadian saya sedang ngelas memperbaiki pagar gudang pupuk di Balai Desa Tarik. Nah, sepeda motor Honda Scoopy saya parkir di tempat parkir depan balai desa dengan kunci masih menempel," ujar saksi korban, Mujahidin kepada republikjatim.com, Jumat (27/05/2022).
Tak lama kemudian, lanjut Mujahidin yang juga perangkat desa setempat ada seorang laki-laki jalan kaki di lokasi parkir balai desa itu. Gelagatnya cukup mencurigakan.
"Karena dia (pelaku) tolah - toleh (tengok kanan kiri). Selanjutnya, membawa kabur sepeda motor saya ke arah utara itu," papar pria 47 tahun ini.
Mengetahui motornya bergeser, korban dibantu saksi lainnya Yusuf langsung berteriak maling - maling. Seketika itu, warga berhamburan keluar rumah mendatangi lokasi kejadian.
"Saya langsung melakukan pengejaran. Sesampainya di Jalan Tempuran kurang lebih 300 meter dari TKP pelaku tertangkap dibantu warga sekitar," tegasnya.
Beruntung pelaku tidak dimassa warga. Selanjutnya, pelaku diamankan dan dilaporkan ke petugas Polsek Tarik beserta barang buktinya. Selain pelaku (Rival) petugas Polsek Tarik juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna hitam bernopol W 2489 VB beserta STNKnya.
Menurut sumber informasi di internal Polsek Tarik, saat periksa pelaku memberikan keterangan mencla - mencle (tidak konsisten). Bahkan saat ditanyai beberapa pertanyaan oleh petugas Polsek Tarik tidak pernah memberikan jawaban tegas. Diduga pelaku mengalami tekanan (stress).
"Pelaku diduga stress. Karena saat ditanya jawabannya selalu mencla - mencle dan tidak membawa identitas (KTP) sama sekali," tandas petugas. Hel/Waw
Editor : Redaksi