Sidoarjo (republikjatim.com) - Amukan angin kencang menerjang di wilayah Desa Tebel, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Kamis (28/04/2022) petang. Akibatnya, puluhan rumah rusak berat akibat diterjang angin puting beliung itu. Selain menyebabkan pohon tumbang, juga menimpa mobil warga dan menyebabkan sejumlah atap rumah warga rusak sedang dan ringan.
"Sebuah pohon ambruk menimpa sebuah mobil dan atap beberapa rumah di kawasan Perumahan Puri Surya Jaya, Gedangan. Selain itu, amukan angin kencang juga menyebabkan sebagian warga panik dan resah," ujar warga setempat.
Musibah itu terdengar Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Subandi. Dia langsung mendatangi ke lokasi, Jumat (29/04/2022). Wabup Sidoarjo didampingi Kepala Dinas Sosial Asrofi Kepala BPBD Dwijo, Kepala Dinas Kesehatan Syaf Satriawarman dan Perwakilan Baznas Sidoarjo.
Kedatangan mereka untuk memastikan penanganan bencana sudah dilakukan Pemkab Sidoarjo. Subandi meminta Sekretaris Desa Tebel yang ditemuinya mendata kerusakan akibat bencana itu. Hal itu dilakukan agar bantuan dapat segera turun ke masyarakat. Berdasarkan data yang disampaikan Sekretaris Desa Tebel terdapat 25 rumah yang rusak.
"Pemerintah hari ini hadir bersama stakeholder yang ada untuk memastikan apakah bantuan dari pemerintah ini sudah turun," ungkapnya.
Subandi menjelaskan Pemkab Sidoarjo dapat memakai anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk bantuan kebencanaan. Bahkan di setiap desa juga ada anggaran untuk penanggulangan bencana.
"Penyediaan anggaran ini akan mempercepat penanganan bencana," ungkapnya.
Selain itu, Subandi menemui salah satu korban bencana. Yakni terdapat seorang ibu rentah usia berbaring di kasur menderita kelumpuhan yang belum pernah tersentuh bantuan dari Pemerintah Desa (Pemdes) dan kabupaten. Subandi mengintruksikan perangkat desa dan OPD yang hadir untuk membantu agar warga didata melengkapi administrasi agar segera mendapatkan penanganan secara medis.
"Bantuan sosial kebutuhan sehari-harinya tercukupi. Dinas Sosial, Baznas tolong dibantu untuk bantuan sosial sehari-hari tercukupi dan Dinas Kesehatan maupun puskesmas wilayah rutin mengecek kondisi kesehatan ibu ini," pintahnya.
Sementara Subandi meminta penanganan bencana tidak hanya dilakukan dinas terkait. Namun mulai dari kecamatan sampai desa diharapkan dapat melakukannya. Seperti dicontohkannya penanganan pohon tumbang akibat angin puting beliung. Pemerintah kecamatan sampai pemerintah desa memiliki gergaji mesin.
"Jangan dinas terkait saja yang menyiapkan (peralatan), Camat maupun desa barangkali di wilayahnya ada pohon roboh bisa langsung menanganinya," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi