Sidoarjo (republikjatim.com) - Ketua Asosiasi Pendamping Desa Indonesia (APDI) Jawa Timur, Miftakhul Munir menyatakan pembentukan APDI karena Pendamping Desa menjadi mitranya Pemdes dan Pemkab Sidoarjo. Yakni dengan mendampingi seluruh desa di Sidoarjo.
"Artinya APDI ini penting untuk dibentuk. Agar mengakomodir semua kepentingan masyarakat desa melalui Pendamping Desa yang selalu siap mendampingi desa di setiap saat," ujar Miftakhul Munir seusai melantik APDI Sidoarjo di Pendopo Wibawa, Sabtu (18/12/2021) malam.
Sidoarjo kata Miftakhul Munir selalu didampingi soal Dana Desa (DD). Alumni UINSA Surabaya merinci, Dana Desa Kabupaten Sidoarjo mencapai Rp 290 miliar dan terserap di Pemerintah Desa 90 persen.
"Masih ada Rp 27 miliar secepatnya agar dicairkan. Update Kadis PMD Sidoarjo (Mulyawan) untuk dijadikan bahan teman-teman Pendamping Desa Sidoarjo yang sudah dilaporkan dan masih belum dilaporkan Rp 70 miliar dan belum terserap," ungkapnya.
Pihaknya meminta para Pendamping Desa mendorong desa agar segera mempercepat pelaksanaan laporan. Agar Dana Desa yang sudah dianggarkan pemerintah bisa diserap dan diterima Pemdes serta disalurkan sesuai dengan kegunaannya.
"Progres realisasi dalam penggunaan Dana Desa Tahun 2021 menurut data Pendamping Desa dilaporkan Provinsi Jawa Timur Rp 125 miliar dan masih 50 persen dari anggaran yang sudah dianggarkan. Ini menjadi perhatian Menteri Desa PDTT (Abdul Halim Iskandar). Harus ada sinkronisasi antara pemegang kebijakan di Kabupaten dan Desa," tegasnya.
Pria Sumenep Madura ini menguraikan sesuai catatan sementara SDGs desa, ada 54,57 persen untuk menaikkan skor. Yakni menaikkan 18.000 desa agar tercipta Desa Tanpa Kemiskinan. Kabupaten Sidoarjo mendapatkan skor 84 persen pendidikan desa berkualitas. Sedangkan, untuk Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2021 secara umum masih kategori maju dan nilainya 728 yang secara detail. Desa Mandiri ada 330 desa, Desa Maju 157 desa kemudian dan desa Berkembang ada 130 desa.
"Desa memang dituntut untuk kemudian bergerak lebih cepat untuk menaikkan status dari Desa Berkembang menjadi Maju, yang maju menjadi Mandiri. Mudah-mudahan ini bersinergi antara Pemkab Sidoarjo sesuai dengan tingkatnya," jelasnya.
Mulai Kades, Camat dan Pendamping Desa juga harus berperan aktif mendorong penggunaan Dana Desa terserap sesuai kegunaannya. Pihaknya berharap melalui APDI dapat berpartisipasi aktif. Apalagi pelantikan APDI Sidoarjo sudah difasilitasi Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali.
"Ini penting untuk jadikan acuan. Yakni Pendamping Desa dan APDI ibarat mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Kalau di desa itu ada Asosiasi Pemerintah Desa (APDesi). Pendamping Desa juga ada yang namanya APDI khusus di Sidoarjo yang malam ini sudah dilantik. Semua ini untuk meningkatkan kemandirian di desa," tandasnya. Zak/Waw
Editor : Redaksi